Urgensi Bukti Transaksi

0
690

Apakah Anda selalu meminta bukti transaksi untuk setiap pembelian yang dilakukan? Pertanyaan tersebut barangkali akan membuat terkejut bagi setiap orang, terlebih bagi seorang pengusaha. Sebab, bukti transaksi menjadi salah satu alat untuk mengukur arus keluar-masuk uang kegiatan usahanya.

Memang, selembar bukti transaksi barangkali bagi sebagian orang tak memiliki arti. Namun, bagi pengusaha bukti transaksi adalah sesuatu yang penting. Bagi pengusaha, bukti transaksi tersebut menjadi salah satu alat penguat dalam penyusunan laporan keuangan usahanya.

Bukti transaksi adalah alat bukti bisa berupa nota, struk pembelian, kwitansi, faktur, slip, atau memo yang menyatakan bahwa telah terjadi transaksi antara kedua belah pihak (pembeli dan penjual) yang mengakibatkan pemindahan sejumlah dana ataupun barang.

Dalam ilmu akuntansi dikenal prinsip konservatif yaitu prinsip yang menjaga kehati-hatian. Untuk itu, salah satu poin penting yang tidak dapat dipisahkan dari penyusunan laporan keuangan yang merupakan bukti transaksi. Ada beberapa keuntungan atau manfaat apabila pengusaha melampirkan bukti transaksi dalam penyusunan laporan keuangan usahanya, yakni sebagai berikut:

  1. Dalam ilmu akuntansi, sebuah transaksi tak dianggap valid apabila tak memiliki bukti transaksi yang cukup jelas. Oleh karena itu, meminta nota, kwitansi, atau bukti transaksi lainnya dalam setiap aktivitas transaksi adalah suatu keharusan. Baik itu bernilai cukup besar (transaksi diatas 1 juta rupiah) maupun transaksi kecil yang nilainya hanya puluhan ribu rupiah.
  2. Selain itu, bukti transaksi juga membantu para pengusaha ketika menghadapi auditor keuangan. Dalam hal ini, bukti transaksi berperan penting sebagai alat koreksi untuk mencocokkan antara catatan transaksi keuangan yang dituliskan dengan bukti transaksi yang dimiliki perusahaan. Biasanya, kondisi seperti ini dihadapi para pelaku bisnis ketika hendak menggandeng para investor untuk menyuntikkan tambahan modal ke perusahaannya.
  3. Dan yang terakhir yaitu sebagai alat bukti bila sewaktu-waktu dibutuhkan. Misalnya saja seperti alat bukti pembelian handphone atau laptop perusahaan, yang membutuhkan bukti transaksi sebagai salah satu syarat pengganti kartu garansi apabila di kemudian hari barang-barang tersebut mengalami kerusakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here