Total Penggunaan Dana Desa yang Sudah Disalurkan Hingga Desember 2020

0
440

Penggunaan dana desa, pada dasarnya diprioritaskan bagi pembangunan serta pemberdayaan masyarakat. Hal ini bertujuan supaya pelayanan publik yang ada di desa meningkat, kemiskinan terentaskan, ekonomi desa semakin maju, serta kesenjangan pembangunan antar desa bisa teratasi.

Namun, di masa pandemi ini, pemerintah masih mengupayakan tindakan dalam meringankan beban ekonomi masyarakat akibat Covid-19. Salah satu yang dilakukan adalah mengganti mekanisme alokasi penggunaan dana desa dimana dana ini dialokasikan dari APBDes.

Kemendes PDTT dalam hal ini segera melakukan perubahan peraturan mengenai prioritas penggunaan Dana Desa nomor 11 tahun 2019. Peraturan mengenai hal tersebut sudah diubah dua kali, yakni melalui Peraturan Menteri Desa PDTT no 6 th 2020 dan juga no 7 th 2020.

Perubahan peraturan tersebut meliputi penggunaan dana desa yang dapat dialokasikan untuk melaksanakan Desa Tanggap Covid-19 dan juga PKTD. Selain peraturan Kemendes, ada juga dasar hukum lainnya, yakni pada Surat Edaran atau SE no 8 th 2020 mengenai Desa Tanggap Covid-19, serta penegasan akan PKTD. Surat Edaran ini dikeluarkan oleh Menteri Desa.

Terdapat dua prioritas dari penggunaan dana desa yakni :

  1. Pembangunan infrastruktur swakelola menggunakan sistem PKTD atau Padat Karya Tunai Desa. Tujuan adanya PKTD ini adalah supaya daya tahan ekonomi dan pendapatan masyarakat desa lebih kuat. Program Padat Karya Tunai Desa ini akan lebih memanfaatkan pekerja tanpa terlalu menekankan skill atau kemampuan dari pekerja. Sasaran dari PKTD ini adalah pekerja dari keluarga yang miskin, pengangguran, setengah menganggur, dan juga anggota masyarakat marginal yang lain.
    Pada program ini, upah akan diberikan setiap hari serta tetap memperhatikan protokol kesehatan. Mulai dari menjaga kebersihan, cuci tangan, dan menjaga jarak.
  2. Pencegahan serta penanganan virus Covid-19. Untuk upaya pencegahan COvid-19, dikeluarkannya surat edaran supaya desa-desa mencari relawan untuk melawan virus. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam program ini adalah edukasi serta penanganan dimana relawan akan bekerja sama dengan pihak berwenang seperti rumah sakit, puskesmas, dan sebagainya.
Baca Juga  Seberapa Penting Makalah Pemerintahan Desa?

Untuk dapat mengakomodir kebijakan ini, maka Kementerian Keuangan juga menerbitkan sebuah PMK 50 tahun mengenai Perubahan dari Peraturan Menteri Keuangan no. 205/PMK.07/2019 mengenai dana desa. Pada regulasi tersebut, besaran bantuan langsung tunai dana desa akan disalurkan sebesar Rp 600.000,- pada bulan pertama hingga bulan ketiga dan Rp 300.000,- pada bulan keempat hingga keenam untuk setiap keluarga penerima manfaat.

Sasaran dari penggunaan dana desa BLT-DD ini adalah keluarga miskin yang tidak terdaftar dalam PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai), serta non-penerima kartu prakerja. Kriteria lainnya adalah warga yang kehilangan pekerjaan, memiliki anggota keluarga yang sakit menahun, serta warga yang belum terdata.

Penghitungan jumlah penerima BLT di masing-masing desa menggunakan rumus berikut ini:

  1. Bagi desa dengan jumlah Dana Desa kurang dari Rp 800.000.000,-, alokasi BLT-Dana Desa paling banyak 25% dari keseluruhan dana.
  2. Bagi desa yang menerima Dana Desa sebesar Rp 800.000.000,- hingga Rp 1.200.000.000,-, maka alokasi BLT-Dana Desa paling besar adalah 30% dari keseluruhan Dana Desa.
  3. Untuk desa dengan Dana Desa yang jumlahnya lebih dari Rp 1.200.000.000,-, maka alokasi BLT-Dana Desa adalah 35% dari keseluruhan jumlah dana.
  4. Untuk desa yang memiliki KK miskin yang lebih besar, maka anggaran untuk BLT-Dana Desa dapat ditambah sesudah memperoleh persetujuan dari Pemda Kabupaten.
  5. Penyaluran BLT- Dana Desa dilakukan pemerintah desa setiap bulannya menggunakan pembayaran non tunai atau tunai dengan menjaga protokol kesehatan.
Baca Juga  Air Bersih Untuk Desa-desa Di Pantura
Total Penggunaan Dana Desa yang Sudah Disalurkan Hingga Desember 2020
Total Penggunaan Dana Desa yang Sudah Disalurkan Hingga Desember 2020

Berdasarkan informasi resmi dari Instagram Kemendes PDTT, penyaluran Dana Desa yang sudah dilakukan oleh pemerintah per 15 Desember 2020 dapat dilihat pada detail di bawah ini:

  1. Untuk alokasi Desa Tanggap Covid, jumlah dana yang sudah disalurkan adalah sebesar Rp 3.170.295.090.907,-.
  2. Untuk alokasi Padat Karya Tunai Desa, jumlah dana yang sudah disalurkan adalah sebesar Rp 15.233.133.403.262,-.
  3. Untuk pembangunan infrastruktur dan sebagainya, jumlah dana desa yang sudah disalurkan adalah sebesar Rp 8.435.917.303.735,-.
  4. Untuk BLT Dana Desa, jumlah dana yang sudah disalurkan adalah sebesar Rp 20.415.869.100.000.

Jadi, total penggunaan dana desa yang sudah disalurkan oleh pemerintah adalah sebesar Rp 47.255.214.879.904,-.

Sebagai warga, Anda harus tetap memantau penggunaan dana desa di tempat tinggal masing-masing, Tujuannya, agar dana desa bisa berfungsi dengan maksimal dan tepat sasaran. Sehingga, kita bisa bersama-sama bangkit dari kondisi pandemi seperti saat ini. Baik dari segi kesehatan, ekonomi, dan aspek kehidupan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here