Sumber Dana Desa Jelas BUMDesa Lumpuh, Ini Solusinya

0
1368

BERDESA.COM – Meski sudah bergulir beberapa tahun dan mendapatkan sumber dana desa yang jelas, masih banyak desa yang kesulitan melahirkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Prosedur penyusunan legalitas formal dan identifikasi potensi lokal adalah beberapa hal yang menjadi hambatan lahirnya BUMDesa.

Dari data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, memasuki tahun 2017 ini baru 400-an BUMDesa yang mampu mewujud menjadi lembaga usaha yang mampu menghasilkan keuntungan sebagaimana diharapkan. Sementara ribuan lainnya masih berkutat dengan berbagai hambatan yang menyebabkan BUMDesa mereka belum bergeliat.

Beberapa titik kesulitan BUMDesa lainnya adalah pola komunikasi dan koordinasi BUMDesa dengan pemerintahan desa. Pada titik ini masih banyak desa yang para perangkatnya masih belum bisa memisahkan kekuasaannya dengan profesionalisme yang harus dibangun BUMDesa sebagai lembaha usaha. Banyak kepala desa misalnya yang setengah hati menyerahkan wewenang kepada pengurus BUMDesa. Hasilnya, BUMDesa menjadi kehilangan tenaga untuk maju karena tidak bisa melahirkan keputusan mandiri menyangkut pengembangan usaha.

Campur tangan penguasa desa adalah bentuk intervensi yang seringkali memangkas kreativitas tim kerja BUMDesa. Soalnya, tradisi perangkat desa sudah jelas berkutat pada pelayanan birokrasi pemerintahan dan sama sekali tidak berkaitan dengan usaha.

Baca Juga  Pentingnya Idealisme dalam Menjalankan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa)

Di sisi lain ada banyak kepala desa berkerut kening karena kesulitan mendapatkan sumber daya manusia untuk menjalankan BUMDesa-nya. Kebaruan wacana BUMDesa membuat sebagian anak muda terutama yang tinggal di pedesaan belum yakin BUMDesa bisa menjadi tambatan hidup mereka secara ekonomi. Akibatnya, perangkat desa tidak menemukan anak muda yang dianggap cakap menjalankan BUMDesa mereka, bahkan meski sumber dana desa sudah jelas bakal menjadi bekal bahtera BUMDesa-nya sekalipun.

Manajemen keuangan adalah persoalan yang lebih rumit lagi bagi BUMDesa. Keterbatasan kualitas SDM dan semangat yang setengah hati membuat sistem pencatatan transaksi dan pelaporan keuangan BUMDesa yang seharusnya menjadi jantung usaha menjadi tidak tertata dengan baik.

Beberapa persoalan tadi sesungguhnya bakal terang dan tak perlu lagi menjadi persoalan jika saja perangkat desa dan para pengurus BUMDesa sudah memahami materi mengenai bagaimana seharusnya menjalankan lembaga usaha. Hanya saja, referensi dan informasi mengenai hal itu tidak mudah dirumuskan sendiri kecuali mendaatkan asupan informasi dari luar desanya.

Baca Juga  Belajar Tentang BUMDesa via E-Learning

Salahsatu cara efektif adalah belajar ke desa lain yang berhasil membangun BUMDesa. Masalahnya, desa yang sukses ini masih terbilang sedikit dan seringkali terlalu jauh dari jangkauan. Butuh biaya, waktu dan tenaga khusus untuk menyerap ilmu dengan pergi kesana. Padahal pula, bagaimana bisa aneka hal diserap dalam hitungan jam kunjungan. Berkunjung berulang kali jelas bakal tidak disetujui karena memakan anggaran besar.(aryaji/berdesa)

Foto: www.pulosari.desakupemalang.id

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here