Sukses Tiga BUMDesa Kelola Bisnis Wisata

0
2842
Sukses Tiga BUM-Desa Kelola Bisnis Wisata
Sukses Tiga BUM-Desa Kelola Bisnis Wisata

BERDESA.COM – Paling tidak ada tiga desa yang dapat menjadi tempat belajar bagaimana BUMDesa mengelola kekuatan alam yang dimilikinya menjadi arena Desa Wisata, yakni desa Bleberan dan desa Ponjong di Kabupaten Gunungkidul, serta desa Serang Kabupaten Purbalingga, di kaki Gunung Slamet.

Desa Bleberan, Playen, Gunungkidul belum lama ini menjadi juara I Lomba Desa Wisata tahun 2015 tingkat DIY. Wisata air terjun “Sri Gethuk” dikelola oleh “BUMDesa Sejahtera” Desa Bleberan menjadi Wisata Desa terbaik karena kemampuannya mengelola aset alam dengan ramah lingkungan. Kebersihan, keamanan, keaslian, dan fasilitas umum seperti MCK, tempat kuliner, tempat parkir, souvenir, serta tempat jajanan ditata dan dikelola dengan rapi menyesuaikan alam. Pengelolanya juga ramah terhadap pendatang.

Potensi alam berhasil dikelola menjadi ruang rekreasi publik yang nyaman dan aman. Setiap hari tidak kurang sekitar 200an pengunjung berwisata di Sri Gethuk dan pada hari libur, seperti lebaran dan tahun baru, mencapai 2.500 pengunjung. Pengelola mengenakan tarif masuk 7.000 rupiah per orang dan yang mau naik perahu ke lokasi air terjun dikenakan biaya sebesar 10.000 rupiah per orang. Omset total mencapai 1,2 milyar rupiah dan pendapatan bersih dilaporkan 342 juta rupiah (tahun 2013). BUMDesa Sejahtera sekarang sudah mengembangkan dua unit usaha baru, yakni pengelolaan air bersih dan unit usaha simpan pinjam.

Baca Juga  4 Tujuan Pendirian BUMDesa

Lain lagi di desa Ponjong, Gunungkidul yang diberkahi sumber mata air berlimpah yang disebut ‘sumber ponjong’. Berkah alam tersebut saat ini dikelola oleh “BUMDesa Hanyukupi” yang dibentuk pada tahun 2012. Untuk menjaga akuntabilitas pengelolaan, setiap tahun Pengurus BUMDesa menyampaikan pertanggungjawaban secara terbuka kepada masyarakat yang juga dihadiri oleh pejabat Muspika.

Sumber air Ponjong dikelola BUMDesa menjadi arena bermain dan kolam renang yang diberi nama “Water Byur.” Pada tahun 2013 Wisata Desa Ponjong mencatat penghasilan kotor sebanyak 115 juta rupiah dengan keuntungan bersih sebanyak 81 juta rupiah. Bagi warga Ponjong disepakati Kamis Gratis. Pada hari Kamis, warga Desa Ponjong gratis menikmati semua sarana Wisata Desa water byur. Untuk meningkatkan usaha BUMDesa Hanyukupi Ponjong mengembangkan unit usaha Foto Copy dan Kuliner. Kuliner menjadi tambahan layanan bagai para pengunjung Wisata Desa Water Byur.

Demikian pula BUMDesa Serang, Purbalingga di kaki Gunung Slamet yang juga mengelola wisata alam. Potensi hutan, sungai, pertanian, dan perkebunan dikelola menjadi arena bermain dan belajar bagi para wisatawan. Arena alam tersebut dikelola menjadi Desa Wisata dalam bentuk camping ground, kebun strawberry, agro kid’s, flying fox, berkuda, wandering, bahkan rappelling yang menantang. Pada lebaran 2015 lalu tercatat sekitar 37 ribu pengunjung ke desa Serang.

Baca Juga  Hebatnya Program ‘Desa Wisata Pintar’ Kabupaten Malang

Saat ini BUMDesa Serang sudah membuka 5 unit usaha meliputi pariwisata, pertanian, peternakan, air bersih, dan lembaga keuangan mikro.

Oleh: Farid Hadi Jelivan

Tips : Merintis Desa Wisata
BUMDesa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here