Strategi Menghadapi dan Menangani Covid di Desa

0
166

Akhir-akhir ini walau grafik penularan Covid-19 mulai melandai tetapi kita tetap harus terus waspada. Terutama bagi warga-warga di desa, yang bisa dibilang sangat rentan terkena penyebaran Covid di desa. Berdasarkan data yang ada, cluster RT-RW merupakan penyumbang besar angka penyebaran Covid-19 dan itu merupakan PR besar bagi para aparat desa dalam menanggulanginya.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19, Dr Sonny Harmadi mengingatkan betapa pentingnya pengetahuan dalam penanggulangan dan pencegahan Covid di desa. Baik aparat maupun masyarakat harus mendapat pembekalan agar bisa ikut berperan aktif dalam pencegahan penularan.

“COVID-19 tuh sangat amat menular ya. Mudah menular, dan yang menularkan tuh manusia. Jadi menular dari manusia ke manusia. Supaya tidak tertular maka kita harus melakukan pencegahan,” ujarnya dalam talkshow virtual pada Selasa (27/7/2021)

Dr Sonny menambahkan bahwa desa harus sudah menyiapkan program-program pencegahan. Program seperti protokol 3M haruslah sangat ketat dalam pelaksanaanya. Selain itu juga, wakil dari aparat desa turun ke masyarakat untuk menyampaikan dan memberi edukasi tentang betapa pentingnya menjaga kesahatan dan melakukan 3M di masa seperti ini.

Baca Juga  Penjelasan Tentang Pengertian Desa Menurut UU No 6 Tahun 2014

“Desa harus menghadapi COVID ini dengan kesiapsiagaan. Karena desa itu lumbung pangan kita, ketika nanti terdampak bahaya. Apa yang perlu dilakukan? Pembuatan SOP atau protokol desa untuk menghadapi COVID-19. Yang kedua sosialisasi dan edukasi kepada warga desa. Dengan adanya posko desa, posko kelurahan sangat penting perannya dalam menyebarluaskan informasi COVID-19,” ujarnya, Rabu (28/7/2021).

Ia menemukan selama turun ke desa-desa, banyak warga yang masih kurang disiplin dalam merapkan protokol kesehatan. Kebanyakan warga masih sering membuka masker saat berbicara. Padahal hal itu bisa menjadi sarana penyebaran.

“Waktu itu saya sempat keliling ke desa-desa untuk cek bagaimana kesiapsiagaan desa di dalam menghadapi COVID-19. Ternyata sangat bagus cuma punya kebiasaan kadang-kadang begitu bicara maskernya dibuka. Jadi yang namanya sopan itu kalau pada saat diam itu masker dipakai, (tapi) pada saat bicara masker dibuka. Padahal yang sangat berisiko pada saat bicara. Jadi biasakan berbicara menggunakan masker,” katanya,

Sonny berharap untuk memudahkan penanganan, nantinya dari pihak desa akan rajin memonitor dan mendata warganya, baik yang terkena ataupun yang bergejala. Hal ini diharapkan akan membantu proses-proses penanganan lanjutan seperti tracking dan tracing untuk memutus tali penyebaran covid.

Baca Juga  Kades Lulusan SD Tidak Masalah Jalankan Regulasi

Referensi. 1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here