Pongo sp., Si Pelestari Hutan yang Berkerja Tanpa Pamrih

0
198

#temanberdesa pastinya tidak asing lagi ya dengan julukan negara kita ini sebagai Paru-Paru Dunia. Julukan ini berdasarkan luasan hutan hujan tropis di Indonesia merupakan yang terbesar kedua setelah Hutan Amazon di Amerika Selatan. Tapi apakah #temanberdesa pernah terpikir siapa sih pelestari hutan yang menjaga hutan seluas itu dengan baik sehingga ekosistem di dalamnya tetap dapat terjaga hingga sekarang? Jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah si mahluk pintar Orangutan yang bernama latin Pongo sp.

Perlu #temanberdesa ketahui nih kalau DNA yang dimiliki orangutan itu mirip dengan DNA manusia dengan persentase sebesar 97% loh! Nah di Indonesia sendiri terdapat dua spesies orangutan bila ditinjau dari mana mereka berasal. Orangutan yang berasal dari Kalimantan adalah Pongo abelii, orangutan yang berasal dari Sumatera bernama Pongo pygmaeus dan spesies baru yang ditemukan pada tahun 2017 silam adalah orangutan dari Tapanuli, Sumatera Utara dengan nama latinnya Pongo tapanuliensis. Ketiga spesies ini memiliki karakter berbeda yang dapat diperhatikan dari bantalan pipi yang memberikan bentuk pada formasi wajah mereka nih. Orangutan Kalimantan memiliki bantalan pipi yang melebar sehingga wajahnya terlihat lebih bulat dibandingkan dengan orangutan Sumatera yang bantalan pipinya menggelambir ke bawah sehingga wajah mereka terlihat berbentuk oval. Adapun orangutan Tapanuli memiliki bantalan pipi yang berbentuk datar dengan rambut halus berwarna pirang.

Baca Juga  Iptek Pedesaan

Umur hidup yang dapat dicapai orangutan berkisar di angka 45 tahun dengan fase dewasa yang dapat dialaminya sekitar usia 7 hingga 10 tahun. Dari segi makanan yang dikonsumi orangutan untuk setiap spesies di Indonesia pun tidak jauh berbeda nih karena orangutan Sumatera menyukai jenis makanan yang lebih terbatas jenisnya dibandingkan orangutan Borneo, yakni buah-buahan. Adapun orangutan Borneo lebih beragam variasinya mulai dari buah-buahan, biji-bijian, pucuk daun, kulit pohon yang lunak, hingga serangga. Beberapa buah-buah hutan yang menjadi makanan favorit orangutan antara lain buah jantak (Whillughbeia), asam kandis (Garcinia), buah ara/jejawi (Ficus), buah kuning (Artocarpus), Kelembayau (Dacryodes), buah keranji (Dialium), buah mempisang (Polyalthia), durian burung (Durio exleyanus) buah dan daun rengas (Gluta renghas), Buah sempal hidung (Microcos).

Dengan mengonsumsi berbagai macam buah-buahan yang sudah disebutkan di atas tersebut, orangutan dapat memberikan jasanya untuk hutan-hutan di Indonesia dengan memelihara dan melestrikannya loh. Adapun beberapa hal yang dilakukan orangutan adalah biji dari buah yang dikonsumsinya tidak ikut tercerna sehingga biji-biji tersebut keluar bersama kotoran dan akan jatuh ke tanah hutan yang subur. Dengan banyaknya jumlah si pelestari hutan yang berdiam di dalam hutan, kita dapat membayangkan bahwa betapa berjasanya orangutan dalam proses penyebaran biji-biji dari kotorannya yang nantinya biji tersebut akan tumbuh menjadi tajuk pohon baru. Tidak sampai disitu saja, kebiasaan orangutan dalam kehidupannya yang bergelantungan dan mematahkan dahan-dahan pohon di ketinggian dengan tujuannya untuk mengambil dedaunan dan membuat sarang baru baginya, dapat membuat sinar matahari yang tadinya terhalang menjadi masuk ke dalam hutan hingga permukaan tanah dan menyinari bakal pohon yang bertumbuh. Bayangkan saja jika tidak ada orang utan, siapa yang rela melakukan semua ini tanpa dibayar ya?

Baca Juga  Program Food Estate, Sebuah Solusi yang Butuh Evaluasi

Dengan adanya peran orangutan yang sangat diperlukan untuk keberlangsungan hutan di Indonesia bahkan di dunia ini kita perlu khawatir karena semakin maraknya sekarang pengalihfungsian hutan yang hingga sekarang tetap berlangsung. Hal ini dapat kita lihat dari 75 tahun terakhir, yang mana populasi orangutan di Sumatera dan Kalimantan telah menurun sebanyak 80%. Meskipun juga sekarang terdapat banyak gerakan untuk menyelamatkan orangutan salah satunya seperti yang dilakukan Taman Safari Indonesia dan Borneo Orangutan Survival Foundation dalam upaya konservasi orangutan, kita juga perlu sadar dalam diri sendiri untuk mengedukasi diri dan orang sekitar kita tentang pentingnya ekosistem hutan dan si pelestari hutan yang sangat berjasa yaitu Pongo sp.

Referensi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here