Seperti Apakah BUMDesa Terbaik?

0
1230

BERDESA.COM – Gempita desa-desa menciptakan lompatan ekonomi melalui BUMDesa melahirkan beragam reaksi. Sebagian desa melesat cepat menciptakan rupa-rupa inovasi, tapi sebagian masih terpaku bahkan kebingungan dengan apa yang harus lakukan dengan BUMDesa-nya. Umumnya, pemahaman membangun ekonomi warga desa masih sebatas besarnya angka yang dicetak BUMDesa. Apakah BUMDesa yang hebat hanya BUMDesa yang bisa mencetak keuntungan milyaran rupiah?

Sebenarnya ukuran hebat tidaknya sebuah BUMDesa mensejahterakan warganya tidak identik dengan besarnya angka rupiah yang bisa dicetak BUMDesa. Soalnya tidak semua desa memiliki obyek wisata hebat yang didatangi ribuan orang. Tidak pula setiap desa memiliki sumber daya alam yang bisa menciptakan keuntungan besar. Maka sesungguhnya, sebuah BUMDesa yang hebat adalah BUMDesa yang mampu memberikan kemanfaatan yang besar bagi kehidupan ekonomi sosial warga.

Seperti yang terjadi dilakukan BUMDesa Aneotob Desa Binaus, Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten Nusa Tenggara Barat. Dari sumber mata air yang dimiliki Binaus, desa ini membangun tujuh bak penampungan air di beberapa titik di desa itu sehingga warga bisa mendapatkan air bersih dari bak penampungan paling dekat dengan rumah mereka. Sebulan warga membayar Rp. 20 ribu untuk jasa penyediaan air bersih ini.

Baca Juga  Dari Puncak Becici Menuju Muntuk Desa Wisata

Dibanding BUMDesa lain yang sudah bisa mengalirkan air dari kran di rumah-rumah warga, yang dilakukan Aneotob masih jauh ketinggalan. Tetapi hingga sejauh ini apa yang dilakukan BUMDesa Aneotob adalah luar biasa karena persoalan air bersih adalah maslaah sangat urgen di desa itu. Aneotob membuktikan diri sebagai badan desa yang mampu menjawab kebutuhan penting masyarakat desanya. kemampuan menjawab kebutuhan urgen itulah yang membuatĀ Binaus menyabet gelar BUMDesa Terbaik se-Indonesia Kategori Inovatif.

BUMDesa Amanah, Kalimantan Timur adalah contoh yang lain. Desa ini menyadari sebagian besar warganya hidup dari kelapa sawit karenanya BUMDesa menyediakan layanan penjualan bibit sawit dan sekaligus melakukan pembelian sawit warga lalu dijual ke parbik-pabrik sawit. Dengan demikian BUMDesa mampu memberi perlindungan pada warga agar harga sawit panenan mereka tidak sampai jatuh dan merugikan petani. Bukan rahasia lagi selama ini harga komoditi berada dalam kekuasaan para tengkulak yang lebih memikirkan keuntungan untuk dirinya sendiri sehingga petani tak beroleh keuntungan memadai.

Maka menciptakan layanan sosial yang membuat warga desa mendapatkan kemudahan menjalankan aktivitas ekonominya, meningkatkan produktivitasnya adalah upaya yang sesungguhnya telah menciptakan keuntungan ekonomi yang besar. Hanya saja keuntungan seperti ini tidak diakumulasikan dalam bentuk rupiah karena menyebar langsung ke kantung-kantung warga. Tetapi peningkatan kesejahteraan terang terjadi pada desa-desa dengan BUMDesa yang bergerak pada jenis kegiatan seperti ini. Bukankah itu luar biasa?

Baca Juga  Telah Lahir Forum BUMDes Indonesia, Jembatan Komunikasi AntarBUMDes se-Indonesia

Maka bersyukurlah desa yang memiliki obyek wisata alam yang membuat orang-orang berbondong untuk berwisata ke sana karena itu adalah usaha untuk menciptakan manfaat dari anugerah yang diberikan alam pada desanya. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana keuntungan ekonomi yang diperoleh BUMDesa dari obyek pendulang rupiah itu bisa terdistribusi pada kehidupan sosial ekonomi warga dan mampu mendongkrak kesejahteraan ekonomi seluruh warga desa dengan rupa-rupa wujudnya.(aryadji/berdesa)

Foto: Berdesa.doc

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here