Pembentukan dan Tugas “Relawan Desa Lawan Covid-19”

0
2009
Relawan Desa Lawan Covid-19

Sebelum adanya Relawan Desa Lawan Covid-19, hingga 1 April 2020, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengumumkan telah terkonfirmasi 1.667 pasien terinfeksi virus covid-19. Beberapa lembaga penelitian dan ilmuwan di Indonesia telah merilis hasil penelitian terkait prediksi titik puncak penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia.

Mayoritas dari penelitian-penelitian yang dilakukan bersumber dari data yang sama, yaitu data penambahan jumlah kasus penyebaran covid-19 yang diperbarui harian oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Berdasarkan kurva eksponensial yang diperoleh dari beberapa hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa periode kritis diprediksi terjadi pada minggu kedua bulan April hingga awal Mei 2020 dimana tingkat pertambahan pasien positif harian akan meningkat cukup tajam.

Untuk menghadapi periode krisis dan untuk menekan angka infeksi virus covid-19, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Bapak Abdul Halim Iskandar menerbitkan Surat Edaran Menteri Desa Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai.

Surat edaran tersebut berisikan tentang petunjuk tata cara pencegahan penyebaran Virus Corona di tingkat desa, Surat edaran ini menjadi dasar bagi desa untuk melakukan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2020 dengan cara menggeser pembelanjaan bidang, dan subbidang lain menjadi bidang penanggulangan bencana.

keadaan darurat, dan mendesak desa, dan bidang pelaksanaan pembangunan desa untuk kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD), sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah mengenai relaksasi kredit yang sebelumnya telah dibahas.

Berdasar pada Surat Edaran Menteri Desa Nomor 8 Tahun 2020 ini, maka setiap desa diwajibkan untuk membentuk “Tim Relawan Desa Lawan Covid-19”. Nah, siapa sajakah yang wajib tergabung dalam tim itu?

Baca Juga  Beberapa Peluang Usaha di Desa Yang Cukup Menguntungkan

Karena covid-19 ini adalah musuh kasat mata yang harus diperangi bersama dalam “Tim Relawan Desa Lawan Covid-19” harus diisi oleh seluruh elemen masyarakat termasuk juga Pemerintah Desa (Pemdes) beserta jajarannya.

Di Dalam tim ini Kepala Desa wajib menjadi garda terdepan untuk membantu seluruh anggota dan masyarakat. Kepala Desa berperan sebagai Ketua “Tim Relawan Desa Lawan Covid-19” sebagai decision maker dibantu oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai wakil.

Untuk struktur lain di bawahnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan setiap Desa yang anggotanya terdiri dari perangkat desa dan anggota BPD, Ketua RT/RW atau Kepala Dusun (Kadus), pendamping desa dan bidan desa, PKK, serta kelompok masyarakat seperti tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan Karang Taruna.

“Tim Relawan Desa Lawan Covid-19” di setiap desa dapat bermitra dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan wajib melakukan koordinasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten untuk melakukan tindakan pencegahan atau penanganan yang tepat. Lalu apa saja tugas mereka?

“Tim Relawan Desa Lawan Covid-19” memiliki tugas sebagai berikut :

1. Menyiapkan tempat khusus penanganan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Lokasinya bisa ditempatkan di gedung sekolah, balai desa, atau gedung serbaguna lain yang memungkinkan untuk digunakan.

2. Membuat pos jaga gerbang desa untuk memantau mobilitas warga. Beberapa desa di wilayah DI. Yogyakarta telah mengambil keputusan untuk memberlakukan Karantina Wilayah Lokal Desa, beberapa akses jalan menuju desa tidak difungsikan dan mereka melakukan One Gate System.

Gerbang utama desa yang masih dibuka dijaga oleh relawan dan disediakan cairan disinfektan. Semua warga asing yang masuk akan didata oleh relawan dan ditanyakan keperluan kunjungannya. Dengan demikian desa memiliki data siapa saya yang wajib melakukan karantina mandiri.

Baca Juga  Peduli Dunia Pertanian, PP Fathul Ulum Gelar Festival Santri Tani Milenial Bersama Astra

3. Membantu tenaga kesehatan menangani warga yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19. “Tim Relawan Desa Lawan Covid-19” dapat membantu mengawasi PDP yang ada di wilayah desa dan melaporkan pada nakes jika terjadi hal darurat.

4. Penyiapan dan penanganan logistik untuk kepentingan warga. Karena kondisi krisis covid-19 ini belum dapat diprediksi dengan pasti akan berakhir kapan, “Tim Relawan Desa Lawan Covid-19” wajib mendata kondisi kesediaan pangan dan obat-obatan umum selama krisis covid-19 berlangsung dan warga dibatasi mobilitasnya.

5. Memastikan tidak ada kerumunan warga. Selama masa krisis covid-19, “Tim Relawan Desa Lawan Covid-19” melalui Kades dapat mengeluarkan Surat Edaran dan himbauan agar tidak dilakukan kegiatan yang menimbulkan konsentrasi massa pada satu titik. Jika terjadi kerumunan “Tim Relawan Desa Lawan Covid-19” wajib membubarkannya.

6. Pengawalan warga yang berkewajiban melaksanakan karantina mandiri. “Tim Relawan Desa Lawan Covid-19” wajib memantau warga yang melaksanakan karantina mandiri. Bantuan dan dukungan dari warga sekitar sangat dibutuhkan oleh warga yang melaksanakan karantina mandiri.

Hal ini dapat diakomodir oleh “Tim Relawan Desa Lawan Covid-19”, seperti menyiapkan kebutuhan dasar bagi yang melakukan karantina mandiri sehingga tidak terpaksa untuk melakukan aktifitas di luar rumah.

7. Pendataan penduduk rentan sakit dan kelompok marginal. Pendataan ini sangat dibutuhkan untuk pemetaan bantuan dan pemantauan. Pendudukan rentan sakit dapat diberikan bantuan berupa multivitamin dan obat booster immune. Untuk kelompok marginal bantuan kebutuhan pokok sangat diperlukan di tengah krisis seperti ini, terlebih jika mereka juga tergolong pekerja harian.

Baca Juga  BUMDes Mengelola SPBU, Sangat Mungkin

8. Penyemprotan desinfektan dan penyediaan tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun di tempat umum. Penyemprotan disinfektan harus dilakukan berkala di fasilitas-fasilitas umum dan pemukiman warga untuk mengurangi resiko virus bertahan hidup di benda-benda mati. Fasilitas cuci tangan juga sangat diperlukan, disarankan ada disetiap rumah untuk membiasakan warga cuci tangan sebelum masuk ke dalam rumah.

9. Buat pusat informasi pencegahan dan penanganan Covid-19. Dalam situasi krisis seperti ini informasi valid sangat dibutuhkan masyarakat karena informasi yang beredar tidak bisa terhindar dari hoax. Maka dari itu informasi dari sumber yang valid sangat membantu masyarakat awam untuk melawan krisis covid-19.

10. Sosialisasi pencegahan dan penanganan Covid-19. Selain pusat informasi, “Tim Relawan Desa Lawan Covid-19” juga wajib menyampaikan secara detail mengenai apa saja langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencegah dan menangani covid-19. Cara cuci tangan yang benar, gejala dan resiko jika terinfeksi covid-19 harus disosialisasikan kepada masyarakat untuk mengedukasi dan mengurangi kepanikan.

“Tim Relawan Desa Lawan Covid-19” dibentuk untuk membantu masyarakat desa melawan covid-19. Namun semua itu tidak akan efektif jika masyarakat desa sendiri tidak memiliki kesadaran pribadi.

Maka dari itu semua elemen masyarakat harus bersinergi bersama untuk menekan angka infeksi covid-19 di lingkungan sekitar. Mengurangi kegiatan di luar rumah jika tidak dalam kondisi yang sangat mendesak, selalu rajin cuci tangan, menjaga jarak aman, dan mematuhi segala prosedur pencegahan adalah langkah terbaik untuk segera bangkit dari krisis ini. Mari Kawan Desa perangi covid-19 bersama dan selalu jaga kesehatan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here