Program Food Estate, Sebuah Solusi yang Butuh Evaluasi

0
15

Di tengah laju pertumbuhan manusia yang makin pesat, kebutuhan akan pangan pun ikut meningkat. Dari situ munculah sebuah permasalahan baru di mana akan adanya keterbatasan sumber pangan. Sebagai penjamin keberlangsungan hidup masyarakat, Pemerintah pun mencoba berinovasi dan berkreasi untuk menggagas program yang bisa menjadi jawaban permasalahan tersebut. Pemerintah Indonesia memilih program Food Estate sebagai solusinya.

Dikutip dari situs dppp.bangkaselatankab.go.id, buku pintar Food Estate menjelaskan bahwa food estate adalah istilah populer dari kegiatan usaha budidaya tanaman skala luas (>25 ha) yang dilakukan dengan konsep pertanian sebagai sistem industrial yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), modal, serta organisasi dan manajemen modern.

Konsep dasar Food Estate diletakkan atas dasar keterpaduan sektor dan subsektor dalam suatu sistem agribisnis dengan memanfaatkan sumberdaya secara optimal dan lestari, dikelola secara profesional, didukung oleh sumberdaya manusia yang berkualitas, teknologi tepat guna yang berwawasan lingkungan dan kelembagaan yang kokoh. Food Estate diarahkan kepada sistem agribisnis yang berakar kuat di pedesaan berbasis pemberdayaan masyarakat adat/lokal yang merupakan landasan dalam pengembangan wilayah. Komoditi prioritas yang akan dikembangakan dalam food estat ini adalah padi, jagung, kedelai, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, sorgum, buah-buahan, sayur-sayuran, sagu, kelapa sawit, tebu, dan ternak sapi atau ayam.

Baca Juga  Potensi Desa Pertanian di Industri 4.0

Program Food Estate ini akan menjadi program unggulan untuk tahun 2020 – 2024. Pemerintah sendiri telah menetapkan Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Papua (Merauke) sebagai kawasan lahan program Food Estate.

Program Food Estate | Biro Pers Sekretariat Presiden
Program Food Estate | Biro Pers Sekretariat Presiden

Seperti yang kita ketahui, banyak negara-negara produsen bahan pangan enggan menjual hasil produksinya ke negara-negara yang non-produsen. Hal itu membuat negara-negara non-produsen menjadi masalah tentang keterbatasan bahan pangan. Dengan Food Estate ini, Indonesia mencoba untuk mandiri dalam urusan produksi bahan pangan. Tujuan akhirnya nanti adalah membuat Indonesia untuk mengurangi jumlah impor dan menjaga ketahanan pangan di dalam negeri.

Baru saja akan dimulai, program Food Estate ini menunai banyak sekali kritikan dari berbagai macam pihak. Hal ini dikarenakan oleh fakta bahwa dalam proses persiapan lahan, banyak hutan yang dialih fungsikan. Sedangkan saat ini angka deforestasi sudah cukup tinggi. Program Food Estate ini pun disangkut pautkan tentang banjir besar yang terjadi di Kalimantan Tengah beberapa saat lalu.

“Lahan pertanian kita yang masuk dalam KSPP itu sangat luas, kalau itu digarap pemerintah dengan baik tanpa membuka lahan baru apalagi membabat hutan saya yakin bisa mewujudkan kemandirian pangan,” tutur Abdul Muhaimin Iskandar, Wakil DPR RI

Baca Juga  Apa itu Program Perhutanan Sosial? Ini Dia Penjelasan Lengkapnya

Gus Muhaimin sangat menyarankan bahwa program ini harus dikaji dulu secara penuh dan harus ada evaluasi menyeluruh. Jangan sampai apa yang dikorbankan dengan pembabatan hutan dan bencana banjir akan menjadi sia-sia.

Sumber :

https://dppp.bangkaselatankab.go.id/post/detail/1110-apa-itu-food-estate

https://www.tribunnews.com/nasional/2021/11/18/ingin-mandiri-pangan-ketum-pkb-optimalkan-lahan-pertanian-tanpa-babat-hutan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here