Pemberdayaan Kader Kesehatan Gigi Dusun Pendul dalam Program “SIKAP”

0
216

Aziz Setyawijaya

Untuk Berdesa.com

Pada Bulan Juli-Agustus 2020 telah berlangsung pengabdian masyarakat yang merupakan pemberdayaan kader kesehatan gigi di Dusun Pendul,Desa Argorejo, Kec. Sedayu, Kab. Bantul, DIY. Kegiatan pengabdian ini merupakan kelanjutan dari pengabdian sebelumnya. Pada tahun 2019 telah dilakukan kegiatan Pelatihan Kader Kesehatan Gigi dan Mulut dalam melakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut yang baik dan benar kepada masyarakat serta bagaimana melakukan pengukuran status karies gigi (gigi berlubang) yang menggunakan indeks DMF-T. Pada tahun ini, dilakukan Program SIKAP ‚ÄúSehat Gigi Ibu-ibu Kader Pendul” yang merupakan aplikasi pengukuran status karies gigi oleh para kader kesehatan gigi mulut di lingkungan keluarga/RT/RW. Sebagai validasi dan evaluasi terhadap hasil pelatihan sebelumnya, maka diperoleh data status karies gigi di lingkup keluarga/RT/RW masing-masing kader. Kegiatan ini dilaksanakan oleh 3 orang dosen Kedokteran Gigi FKIK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (drg. Afina Hasnasari Heningtyas, MPH, drg. Sri Utami, MPH, dan drg. Novitasari Ratna Astuti) yang melakukan pemberdayaan kepada 14 Kader kesehatan beserta Kepala Dusun Pendul. Dusun Pendul sendiri merupakan desa mitra dan desa binaan dari Prodi Kedokteran Gigi FKIK UMY. Kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan peran aktif kader dalam melakukan pemeriksaan karies masyarakat sekitar secara mandiri, maka status karies gigi masyarakat Dusun Pendul akan terpantau dari waktu ke waktu. Data status karies gigi juga akan terkumpul sehingga dapat direncanakan program kesehatan gigi dan mulut yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan.

Baca Juga  Pemerintahan Desa & BUMDesa Harus Akuntabel

Sasaran awal dari kegiatan ini adalah diperoleh data status karies gigi di lingkup RT/RW. namun karena adanya kondisi pandemi Covid-19 maka aplikasi status karies gigi hanya dapat dilakukan pada keluarga kader kesehatan saja. Kader kesehatan melakukan pemeriksaan status karies gigi menggunakan menggunakan alat diagnostik serta masker dan sarung tangan. Hasil pengukuran status karies gigi kemudian dicatat oleh para kader kesehatan.

Melalui pemberdayaan kader ini, diharapkan kader kesehatan mempunyai motivasi yang tinggi serta mampu melakukan pencegahan terhadap permasalahan gigi dan mulut, serta pemeliharaan terhadap kesehatan gigi dan mulut masyarakat di Dusun Pendul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here