3 Peluang Usaha Ternak Di Desa Yang Menjanjikan

0
1036
Peluang Usaha Ternak

Indonesia merupakan negara agraris yang juga dianugerahi dengan kekayaan aneka ragam hayati. Sehingga, Indonesia juga bisa menjadi negara yang cocok untuk membuka peluang usaha ternak. Mulai dari hewan darat, laut, hingga udara, semuanya dapat hidup dengan baik di negara ini. Sebab, ketersediaan pangannya melimpah ruah.

Nah, banyak orang yang masih merasa takut untuk mulai merambah peluang usaha ternak. Pasalnya, anggapan modal yang terlalu besar mengecilkan nyali calon pengusaha. Padahal, bisnis ini bisa dijajal meski dengan modal yang minim sekalipun. Untuk memberikan angin segar bagi Anda, silakan simak beberapa rekomendasi peluang usaha ternak beserta estimasi modal dan keuntungannya.

Langsung saja, ini dia ulasan selengkapnya!

Peluang Usaha Ternak Lovebird

Peluang Usaha Ternak

Beternak lovebird merupakan peluang usaha yang cukup menjanjikan. Sebab, popularitas burung ini sangat tinggi. Nah, sekilas tentang lovebird, burung ini berasal dari Afrika dengan nama latin Agapornis. Daya tarik dari lovebird ada pada warna bulu yang eye-catching serta suara kicauan yang menenangkan.

Biasanya, lovebird memiliki beberapa kombinasi warna bulu seperti hijau, kuning, merah, jingga, dan sebagainya. Kicauanya sendiri kerap perlombakan di berbagai kontes. Karena pesona inilah, pecinta lovebird tidak pernah berkurang dari waktu ke waktu.

Jenis Lovebird

Sebelum mulai peluang usaha ternak lovebird, pastinya Anda harus mengetahui terlebih dahulu beberapa jenis burung cinta ini. Biasanya, setiap jenis dibedakan berdasarkan pada pola warna pada bulu-bulunya. Yuk, cek berbagai jenisnya di bawah ini:

Jenis Lovebird Ciri-Ciri Khusus
Muka Salem Ada warna biru pada bulu bawahnya
Fischer Memiliki warna kuning keemasan pada leher
Pipi Hitam Pada bagian pipi ada bulu warna hitam
Abisinia Lovebird paling besar dengan panjang hingga 16 cm
Madagaskar Warna abu-abu pucat dan memiliki bentuk paling kecil
Muka Merah Bulu berwarna merah pada leher, paruh, dan dahi
Berkerah Hitam Bulu leher hingga ke belakang warnanya hitam dengan bentuk serupa kerah
Pastel Bulu berwarna pastel seperti biru atau hijau pastel
Albino Mata Merah Bulu putih dengan mata merah
Biru Cobalt Kepala warna hitam dengan badan biru langit
Batman Didominasi warna hitam
Halfsider Warnanya sangat beragam seperti pastel hijau, kuning, biru pada satu ekor
Dakocan Hitam pada bagian kepala, hijau pada sayap, dan kuning pada dadanya

 Cara Beternak Lovebird

Untuk mulai beternak jenis burung yang satu ini, ada beberapa langkah yang mesti dilakukan, diantaranya:

  1. Mempersiapkan kandang : gunakan kandang dengan ukuran 20 x 20 x 25 cm hingga 3 x 3 meter. Anda bisa menyesuaikan luasnya dengan jumlah burung yang akan dipelihara. Untuk 2 sampai 5 pasang, bisa menggunakan ukuran 20 x 20 x 25 cm. Tapi, jika burung yang diternakkan mencapai puluhan, ukuran yang direkomendasikan adalah 3 x 3 m. Buat kandang dengan material besi, tambahkan juga glodok lovebird yang merupakan kandang kecil dari kayu untuk tempat bertelur.
  2. Membeli burung berpasangan : Agar bisa dikembangbiakkan, ternak lovebird harus dimulai dengan membeli sepasang burung. Taruh lah burung jantan dan betina pada satu kandang. Untuk memastikan jenis kelaminnya, lihat ekor burung. Lovebird jantang memiliki bulu ekor yang lancip serta betina lebih rata. Untuk umur siap kawin adalah satu tahun.
  3. Memberi makan secara teratur : cara ini bisa membuat burung menjadi lebih cepat bertelur. Beberapa pakan yang dapat meningkatkan birahi burung adalah biji gandum, biji matahari, jagung muda, dan sebagainya. Untuk meningkatkan kesuburan, sila beli vitamin yang tersedia di toko burung.
  4. Memantaunya : jangan terlalu dekat memantau burung agar tidak stress dan merasa terancam. Pertanda burung sudah bertelur adalah betina yang lebih sering ada pada glodok.
  5. Memisahkan induk dan anak : Setidaknya butuh waktu 14 hari untuk memisahkan induk dengan anaknya. Suapi anak burung setiap 4 jam menggunakan tabung suntikan dengan ujung yang diberi selang lunak.
  6. Memasarkan burung : lovebird dapat Anda pasarkan apabila telah masuk usia dua bulan. Dimana naka sudah dapat makan sendiri tanpa bantuan. Pemasarannya bisa melalui media online, atau pada toko burung.
Baca Juga  Mitra Swadesa, Toko Online-Offline Produk desa

Modal Awal

Biaya yang perlu Anda siapkan untuk memulai peluang usaha ternak lovebird adalah senilai:

Keterangan Biaya
Kandang 1,5 juta
Glodok 25/pcs
Sepasang Lovebird dewasa siap kawin 2 juta
Pakan 1 kg 16 ribu
Peralatan lain 500 ribu
Total 4 jutaan

Harga Jual

Untuk harga jual lovebird ini sangat beragam tentu saja sesuai dengan jenisnya. Semakin langka, maka semakin mahal harganya. Namun, harga jual umumnya ada pada kisaran 200 ribu sampai satu juta rupiah. Sedangkan yang paling langka harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Peluang Usaha Ternak Ayam Petelur

Peluang Usaha Ternak

Membicarakan tentang peluang usaha dari ternak ayam petelur ini, tentu saja dibutuhkan data yang valid. Dimana pada tahun 2017 saja, konsumsi telur nasional bisa mencapai 1,5 jt ton. Dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka kebutuhan masyarakat akan telur ini juga meningkat drastis. Angka ini menunjukkan bahwa kebutuhan telur nasional sangat tinggi.

Sehingga, Anda bisa memanfaatkannya untuk membuka peluang usaha ternak ayam petelur. Nah, ketimbang ternak ayam broiler, ayam petelur memiliki lebih banyak keunggulan, seperti lebih stabil pendapatannya karena dapat dipanen setiap hari. Dengan begitu, cash flow-nya semakin tinggi.

Selain itu, ayam petelur juga memiliki masa produktif yang lebih lama yakni dalam jangka waktu 1,5 sampai 2 tahun. Dimana selama itu juga Anda dapat memanen telur setiap hari. Untuk itu, sangat menguntungkan saat Anda memutuskan untuk menjalankan usaha ternak yang satu ini.

Modal Usaha

Untuk menjalankan usaha ayam petelur ini, maka hal yang mesti Anda persiapkan terlebih dahulu adalah modal usaha. Ada beberapa modal yang perlu Anda perhatikan, diantaranya:

  1. Lahan

Lahan sangat dibutuhkan untuk membuat kandang, menyimpan obat, menyimpan pakan, menampung serta mengolah limbah, tempat untuk karyawan, serta kantor administrasi. Sebaiknya Anda memilih lahan yang jauh dari perkotaan untuk menghindari komplain tentang isu lingkungan dan kesehatan.

  1. Kandang

Kandang merupakan media pertumbuhan dan untuk mengontrol ayam. Ada beberapa jenis bahan kandang seperti kayu, besi, semen, maupun kombinasi di antara ketiganya.

  1. Pakan

Pakan merupakan biaya operasional yang mesti disediakan setiap hari. Ada dua jenis pakan yakni pakan pokok dan konsentrat. Harga pakan adalah sebesar 6.500 per kilogramnya.

  1. Perawatan

Perawatan yang dimaksud adalah berupa vaksin serta obat-obatan. Namun, ada biaya utama yang mesti disiapkan yakni untuk membeli suplemen organik cair GDM spesialis ternak. Setiap bulan, Anda butuh setidaknya 90 L suplemen dengan total biaya sebesar Rp 2.340.000,-.

  1. Bibit Ayam Petelur

Harga bibit ayam tentunya berbeda di berbagai daerah. DI Jawa sendiri, bibitnya bisa dihargai sebesar 6.000 rupiah setiap ekornya. Sedangkan di luar Jawa bisa lebih mahal lagi.

Baca Juga  5 Contoh Kalimat Promosi Bisnis Online Dengan Copywriting

Jika diperinci, maka jumlah modal yang dibutuhkan adalah:

Keterangan Satuan Harga QTY Biaya
Biaya Tetap
Penyusutan Kandang Paket 155.000 1 155.000
Penyusutan Peralatan paket 100.000 1 100.000
Total Biaya Tetap 255.000
Biaya Variabel
DOC Ekor 6.000 16.000 96.000.000
Pakan Kg 6.500 33.086 215.052.500
Obat-obatan Paket 1.500.000 0,1 150.000
SOC GDM Spesialis Ternak liter 26.000 90 1.340.000
Biaya Lain-Lain
Listrik Paket 1.250.000 1 1.250.000
Air Paket 550.000 1 550.000
LPG 12 kg 120.000 5 600.000
Sekam/ Filter karung 10.000 100 1.000.000
Tenaga Kerja
Mandor HOK 75.000 35 2.625.000
Anak Kandang HOK 60.000 70 4.200.000
Keamanan Honor 500.000 1 500.000
Total Biaya Variabel 324.517.500

Biaya di atas merupakan modal untuk ternak dengan skala yang besar. Jika Anda ingin membuat skala kecil terlebih dahulu, maka biaya dapat diringkas lagi.

Keuntungan

Dengan modal yang telah disebutkan di atas, maka jumlah keuntungan yang bisa didapatkan oleh peternak dapat Anda lihat di bawah ini:

Hasil panen bulan 1 Kg 18.000 1.4720 274.960.000
Hasil panen bulan 2 Kg 18.000 1.4720 274.960.000
Hasil panen bulan 3 Kg 18.000 1.4720 274.960.000
Hasil panen bulan 4 Kg 18.000 1.4720 274.960.000
Hasil panen bulan 5 Kg 18.000 1.4720 274.960.000
Hasil panen bulan 6 kg 18.000 1.4720 274.960.000
Keuntungan bulan 1 -59.557.50
Keuntungan bulan 2 -23.270.000
Keuntungan bulan 3 12.817.500
Keuntungan bulan 4 36.187.500
Keuntungan bulan 5 36.187.500
Keuntungan bulan 6 36.187.500
Total keuntungan 6 bulan pertama 121.380.000
Total keuntungan 6 bulan kedua 217.125.000
Total keuntungan 6 bulan ketiga 217.125.000
Total keuntungan 6 bulan keempat 217.125.000
Total Keuntungan masa produksi 772.755.000

Selama masa produksi yakni 2 tahun, modal sebesar 324.742.500 dapat menghasilkan keuntungan sebesar 772.755.000 rupiah.

Peluang Usaha Ternak Kroto

Ternak Kroto

Bagi penggemar burung atau pecinta ikan, pastinya sudah tidak asing lagi dengan kroto. Sehingga, mereka merupakan pangsa pasar utama untuk jenis peluang usaha ternak yang satu ini. Kroto sendiri merupakan telur semut rangrang. Harga satu kilo kroto bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Sehingga, akan sangat menguntungkan.

Ternak kroto mempunyai kelebihan yakni membutuhkan modal yang tidak terlalu besar. Namun, keuntungan yang didapatkan sangat besar, bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Peluang bisnis ini juga cukup luas dan persaingannya tidak lah ketat.

Kroto juga menjadi pakan ikan dan burung yang sangat bergizi. Dengan diberi makan kroto, maka burung akan semakin sehat dan gacor. Begitu juga dengan ikan yang semakin sehat. Sehingga, kebutuhan kroto di pasaran sangat lah besar. Bisnis ini pun cukup menjanjikan.

Cara Beternak Kroto

Untuk beternak kroto, media yang dibutuhkan adalah pipa paralon. Sedangkan tahapannya dapat Anda lihat di bawah ini:

  1. Menyiapkan kandang dan sarang semut: ternak kroto bisa dilakukan dengan dua jenis kandang, yakni menggunakan pipa paralon dan rak laiknya kaki-kaki dengan botol bekas yang telah dipotong serta diberikan oli bekas supaya semut tidak keluar dari kandang. Pipa yang digunakan berukuran 12 cm. Usahakan kandang untuk tidak bersentuhan dengan dinding, sebab, bisa membuat semut lari dari kandang.
  2. Mempersiapkan bibit : bibit semut bisa Anda peroleh dari toko pakan ternak atau mencarinya sendiri di alam liar. Di dalam satu koloni terdapat beberapa jenis semut seperti pekerja, prajurit, ratu, dan jantan. Untuk membudidayakan kroto, semua semut harus tersedia karena semuanya berperan penting untuk menghasilkan kroto.
  3. Menyebarkan bibit pada paralon : berilah gula pada kandang sebelum memindahkan semut. Air gula ini akan menjadi media pakan sementara. Beri juga daun kering agar semut bisa membuat kandang sendiri.
  4. Memberikan Pakan : pakan yang bisa diberikan pada semut adalah jangkrik, ulat, belalang, serta hewan kecil yang lain. Sebaiknya daging ayam direbus terlebih dahulu agar tidak menimbulkan aroma yang busuk yang tentunya tidak akan disukai oleh semut. Berikan juga air gula yang ditempatkan pada bagian atas kandang. Sedangkan untuk ukuran idealnya adalah 1 hingga 2 sendok gula atau 200 ml. Sedangkan pakan berupa hewan bisa dihancurkan terlebih dahulu supaya semut dapat mudah dalam mengonsumsinya.
  5. Panen : kroto dapat dipanen setidaknya 20 hari dari telur sampai jadi semut besar. Pada masa ini, maka kandang akan penuh dengan telur yang warnanya putih terang. Gunakan baskom untuk memanen kroto serta gunakan juga saringan ram kawat yang diletakkan dalam ember atau baskom. Gunakan sarung supaya tidak digigit semut. Ambil juga sarang serta tumpahkan dalam saringan. Lalu, masukkan lagi sarang semut pada rak yang telah dibersihkan.
Baca Juga  Daftar Contoh Peluang Usaha di Lingkungan Sekitar yang Mudah Dilakukan

Ada juga cara lain untuk beternak kroto yakni dengan menggunakan toples. Cara ini juga dianggap lebih simple karena tidak harus memindahkan bibit ke dalam sarang. Tahapannya dapat Anda simak di bawah ini:

  1. Siapkan bibit : siapkan semut satu koloni dengan empat jenis semut yang mempunyai peran masing-masing. Ratu semut adalah penghasil telur, semut jantang mengawini betina, semut pekerja mengasuh kroto, sedangkan prajurit akan melindungi dan menjaga makanan.
  2. Buat kandang : untuk membuat kandang dengan toples, maka gunakan model dua tingkat bersusun. Rak ini dapat dibuat dengan besi, kayu, serta bambu. Ukurannya dapat disesuaikan untuk meletakkan toples. Di bagian bawah kandang bisa diberikan botol bekas yang dipotong serta diberikan oli supaya semut tidak bisa keluar kandang. Bagian toples bisa diberi lubang berdiameter 5-7 m di bawah toples. Lalu beri lakban supaya semut tidak dapat keluar kandang. Tutup rapat toples. Sediakan nampan plastik dan masukkan air hingga tingginya setengah dari nampan. Lalu, masukkan bibit pada toples dan letakkan posisinya terbalik dimana tutup toples ada di bawah.
  3. Memberi makan : caranya tidak jauh beda dengan media paralon. tetapi, dengan meletakkan gelas pada samping toples yang berisi gula dan air.
  4. Merawat : beri pakan secara rutin, serta cek kelembapan udara. Perhatikan juga faktor cahaya lalu bersihkan kandang secara teratur.
  5. Panen : kroto bisa dipanen di usia 4 hingga 6 bulan dari masa ternak/ Jangan panen pada awal bulan agar semut dapat terus berkembang biak. Biasanya, satu toples akan menghasilkan satu hingga dua ons kroto.

Biaya Investasi

Untuk membeli paralon, harganya sekitar Rp 600.000,- sehingga bisa dibagi menjadi 200 buah. Sedangkan harga pakannya adalah Rp 100.000,-. Biaya kandang yang dibutuhkan adalah sekitar Rp 500.000,-. Sehingga, jika dijumlahkan, biayanya menjadi Rp 1.200.000,-.

Biaya Operasional

Biaya operasional dari jenis usaha yang satu ini hanya untuk membeli konsentrat, gula, dan sebagainya. Sehingga totalnya hanya sekitar Rp 400.000,-. Nah, untuk semut rangrang yang mati dan butuh bibit baru, maka pembelian satu toples adalah sekitar Rp 30.000,-.

Keuntungan

Jika diasumsikan bahwa harga kroto per kilonya adalah Rp 200.000,- ,ala hasil panen dari 200 paralon atau toples adalah sekitar 60 kg. Jika dikalikan dengan 200.000,- maka omzetnya mencapai Rp 12.000.000,-. Tentu saja ini bukan angka yang sedikit. Padahal, jika dilihat, bisnis ini sangat sederhana dan mudah dijalankan.

Demikian pembahasan lengkap mengenai peluang usaha ternak lovebird, ayam petelur, dan kroto. Silakan pilih usaha mana saja yang sekiranya mudah dan mungkin Anda jalankan. Sesuaikan juga dengan budget dan modal yang dimiliki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here