Peduli Dunia Pertanian, PP Fathul Ulum Gelar Festival Santri Tani Milenial Bersama Astra

2
1040

Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, lebih khusus di level pemuda, tidak terlepas dari perluasan kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan bagi mereka. Pengembangan UKM dinilai memiliki potensi yang strategis dalam rangka memenuhi tujuan tersebut.

Mengingat hal tersebut, Pondok Pesantren Fathul Ulum Kabupaten Jombang menyelenggarakan Festival Santri Tani Milenial. Acara ini mengangkat tema Peran Pondok Pesantren Dalam Membangun Sosial Ekonomi Masyarakat.

Rizki Hamdani, selaku Ketua Pelaksana Program DSA Astra International Kabupaten Jombang, mengatakan bahwa acara ini ada untuk mewujudkan peran pesantren memberdayakan kecakapan wirausaha santri, Tujuan kita bikin festival ini pertama untuk menumbuhkan semangat bertani kepada santri. Karena pondok pesantren ini juga nonformal. Mereka hanya mengaji di sini. Tapi kami juga ingin membekali para santri di bidang kewirausahaan. Agar mereka tidak menjadi beban di masyarakat lagi,” kata Rizki.

Namun, Rizki selanjutnya mengaku bahwa acara ini memiliki tujuan yang lebih besar. Rizki mengharap, program ini mampu mendorong para santri dan segenap civitas pondok pesantren sebagai inkubator wirausaha masyarakat sekitar, termasuk yang berusia muda.
Baginya, dengan begitu, pondok pesantren dapat melepas beragam ketergantungan dari berbagai pihak, khususnya dari sisi ekonomi. Hal yang lebih penting, pondok pesantren pada akhirnya mampu menebar manfaat bagi masyarakat sekitar lewat aktivitas yang mereka gerakan.

Baca Juga  Terobosan, Usdes Kerjasama dengan Danakoo Datangkan Investasi ke Desa

“Kami ingin menjadi contoh inisiator kepada pesantren lainnya untuk menjadi pesantren yang mandiri. Di aman pesantren itu tidak melulu ketergantungan kepada –pengasuhnya. Mereka bisa membangun badan-badan usaha, kerjasama dengan masyarakat. Termasuk pesantren ini, yang membuka peluang kepada masyarakat untuk bersinergi sehingga saling menguntungkan,” sambung pria asal Sumatera Utara tersebut.

Dorong Santri Bertani Lewat KSTM

Dalam festival ini, ada sejumlah acara yang ditujukan untuk para pengunjung yang banyak berasal dari kalangan pelajar. Salah satunya adalah Launching KSTM (Kelompok Santri Tani Milenial) se-Kab. Jombang oleh Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab. KSTM sendiri adalah program inisiatif Pondok Pesantren Fathul Ulum Kabupaten Jombang untuk menghimpun aktivitas wirausaha pertanian bagi kaum santri.

Apa yang dilakukan Rizki bersama PP Fathul Ulum dalam menginisiasi KSTM bukan tanpa alasan. Menurutnya, hadirnya KSTM merupakan wujud kepedulian mereka terhadap masa depan bidang pertanian.

“Karena regenerasi di bidang pertanian sangat menyedihkan. Kurangnya minat masyarakat muda terhadap pertanian. Ini jadi PR bersama,” ujarnya.

Baca Juga  Begini Cara Menjual Online Produk Desa Hasil Pertanian

Melalui KSTM, ada beberapa hal yang ditawarkan kepada para santri. Mulai dari tahap pembibitan produk pertanian serta pengembangbiakan hewan ternak, perawatannya, sampai aktivitas pasca produksi masing-masing bidang tersebut. Kegiatan-kegiatan itu tergabung dalam skema bernama Integrated Farming System.

“Pendidikannya lewat integrated farming system. Pertanian ini tidak ada sampah. Kotoran bebek masuk ke pertanian. Limbah pertanian masuk peternakan. Limbah peternakan dan pertanian masuk ke perikanan. Ketika kami berhasil membangun keterpaduan secara komoditas, di situ kami penting untuk menghubungkan kerja sama pengolahan pascapanen. Contoh bebek, agar mereka yang jadi mitra konsisten mengambil hasil kami,” ujar Rizki.

Lebih jauh, Rizki mengatakan bahwa KSTM saat ini murni hanya didukung oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Meski demikian, hal ini tidak cukup bagi Rizki karena pemerintah daerah, dalam hal ini Kabupaten Jombang, mestinya turut berkontribusi mengembangkan KSTM. Ini tak lain demi memasifkan gerak KSTM sebagai bagian agenda Pemerintah Jombang memajukan pertanian wilayah tersebut.

“Kami ingin program itu, bisa nyambung dengan pemerintah daerah. Jadi jangan KSTM itu bukan hanya gebrakan, tapi gerakan. Kami menginisiasi, KSTM ini juga jadi program Pemerintah Daerah juga,” kata pria tersebut..

Baca Juga  Kearifan Lokal Sebagai Esensi Desa Wisata

Terlepas dari hal tersebut, rangkaian acara lain yang juga turut diadakan dalam festival ini di antaranya field trip Integrated Farming System milik PP Fathul Ulum untuk para peserta, lomba memasak olahan daging bebek antar-PKK, serta photo hunting competition. Acara lain yang tak kalah menarik yaitu Talkshow Interaktif dengan tema “ Peran Pondok Pesantren Dalam Membangun Sosial Ekonomi Masyarakat”. Talkshow ini sendiri menghadirkan Gus Amin selaku Pimpinan PP Fathul Ulum Jombang, dan PW RMI Jawa Timur sebagai pembicaranya, serta Aziz Setya Wijaya dari PT. Usaha Desa Sejahtera selaku moderator.

Lebih jauh, acara ini diharapkan Rizki membangkitkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya inovasi di dunia bisnis. “Karena karakteristik masyarakat Indonesia itu konsumtif. Makanya harus kita perbaiki agar jadi punya karakter produktif. Jadi tidak ketergantungan dengan program juga. Kita bisa berinovasi tanpa harus tergabung dalam suatu program,” sambung Rizki.

2 KOMENTAR

  1. Salam hormat
    Apakah berdesa menerima artikel mengenai kegiatan desa? Bagaimana tata cara untuk tulisan mengenai desa dapat dimuat?

    Terima kasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here