Gampang Banget! Begini Cara Menghitung Pajak UMKM Dengan Tarif Baru 0,5%!

0
186
Menghitung Pajak UMKM

Apabila Anda adalah pelaku UMKM baru, tentunya belum begitu memahami cara menghitung pajak UMKM. Nah, sebagai informasi bahwa dalam Undang-Undang mengenai UMKM no. 20 tahun 2008 disebutkan bahwa pelaku usaha dengan penghasilan di bawah 4,8 miliar rupiah setiap tahun merupakan kategori usaha mikro, kecil, serta menengah.

Untuk tarifnya sendiri, diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) no 23 tahun 2018 mengenai Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima. Peraturan ini menggantikan peraturan yang sebelumnya yakni nomor 46 tahun 2013.

Nah, pada peraturan terbarunya, disebutkan bahwa para pelaku UMKM dengan omzet maksimal 4,8 miliar rupiah dalam setahun dikenakan tarif PPh (Pajak penghasilan) final sebesar 0,5%. Dimana angka tersebut mengalami penurunan setelah tarif sebelumnya ada pada angka 1%.

Bagaimana, masih cukup bingung dengan penjelasan tersebut? Baiklah, mari membahas cara menghitung pajak UMKM lebih detail pada ulasan di bawah ini!

Sasaran UMKM dengan Tarif Pajak 0,5%

Tujuan dari pemangkasan tarif PPh final menjadi 0,5% supaya bisnis UMKM bisa lebih mudah berkembang. Selain itu, pemangkasan juga bisa menjaga aliran keuangan atau cash flow, dengan begitu biaya tersebut bisa dimanfaatkan sebagai tambahan modal usaha. Pembayaran pajak pun, kini sudah bukan lagi beban yang terlalu berat untuk para pelaku UMKM.

Namun, tidak semua pelaku UMKM bisa merasakan pemangkasan tarif pajak. Hanya ada beberapa UMKM saja yang bisa merasakannya. Beberapa kriterianya adalah:

  1. UMKM konvensional (offline) dan juga yang berjualan pada marketplace dan platform
  2. UMKM dengan peredaran bruto atau omzet yang tidak lebih dari 4,8 miliar rupiah dalam satu tahun pajak. Diantara UMKM yang termasuk dalam kriteria pemangkasan pajak adalah usaha dagang, elektronik, pakaian, industri jasa seperti kelontong, kios, dan toko, penjahit, bengkel, salon, warung dan rumah makan, serta industri lainnya.
Baca Juga  “Kajeng” Handycraft, Pelopor Mainan Kayu

Sedangkan penggunaan tarif istimewa ini ada batas waktu yang telah ditentukan dalam PP no 23 2018, diantaranya:

  1. Untuk wajib pajak pribadi dalam jangka waktu 7 tahun.
  2. Untuk wajib pajak badan (koperasi, firma, dan persekutuan komanditer) dalam jangka waktu 4 tahun.
  3. Untuk wajib pajak PT (Perseroan Terbatas) dalam jangka waktu 3 tahun.

Ketika batas waktu ditutup, maka UMKM, baik yang dilakukan oleh perseorangan, badan, maupun PT tidak dapat menikmati tarif ini lagi. Masing-masing harus menyelenggarakan pembukuan serta membuat laporan keuangan secara rapi. Tak hanya itu saja, pembayaran pajak juga didasarkan pada tarif umum yang terdapat pada UU PPh.

Cara Mendaftar Pajak UMKM 0,5%

Sudah paham siapa saja yang dapat mendaftar pajak UMKM sebesar 0,5%? Jika Anda termasuk dalam kriteria, maka segera lakukan pendaftaran. Bagaimana caranya? Sila simak ulasannya di bawah ini!

  1. Mendaftar NPWP (apabila belum memilikinya)
  2. Siapkan fotokopi KTP dan surat pernyataan bermaterai yang menyatakan tentang kegiatan serta lokasi usaha.
  3. Lampirkan akta serta dokumen pendirian, NPWP, dan KTP. Masukkan juga surat pernyataan bermaterai tersebut.
  4. Sampaikan pada KPP atau Kantor Pelayanan Pajak. Selain itu, Anda juga bisa memilih Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan untuk menyetorkan dokumen tersebut. Pastikan memilih kantor dengan wilayah kerja Anda.
  5. Proses pendaftaran hanya dilakukan dalam waktu sehari saja.
  6. Anda juga bisa mendaftarkan diri melalui e-registration yakni pada situs http://ereg.pajak.go.id.
  7. Apabila Anda telah terdaftar pada NPWP dengan tarif 1%, maka otomatis, bisa langsung menggunakan tarif baru yakni 0,5% tanpa melakukan pendaftaran ulang atau menyetorkan surat pada KPP.
Baca Juga  Strategi Pelayanan Bagi UKM Mengatasi Pelanggan yang Kecewa

Cara Menghitung Pajak UMKM

Cara menghitung pajak UMKM sejatinya sangat mudah. Anda hanya perlu menjumlahkan omzet sebulan, kemudian dikalikan dengan 0,5%. Pajak ini kemudian harus dibayar setiap tanggal 15 pada setiap bulan.

Nah, bagaimana cara menghitungnya? Yuk, simak simulasinya supaya lebih jelas!

Kasus 1

Pak Andy mempunyai usaha sebagai seorang pedagang gamis. Omzet usaha setiap bulannya adalah 15 juta rupiah . Sehingga, Pak Andy memenuhi persyaratan sesuai dengan PP tahun 2018. Sehingga, perhitungan pajak yang harus dibayar adalah sebagai berikut:

0,5% x 15 juta rupiah = 75 ribu rupiah.

Pak Andy dapat memanfaatkan tarif ini hingga 7 tahun. Kemudian, Pak Andy juga harus membuat pembukuan setiap bulannya.

Kasus 2

Pak Sholih memiliki omzet usaha sebesar 700 juta setiap tahun. Ia juga mempunyai istri dengan usaha salonnya yang beromzet hingga 500 juta rupiah setiap tahunnya. Sehingga, perhitungan PPh final yang harus dibayarkan adalah:

Cara 1

NPWP digabung : Omzet suami + istri = 700 juta + 500 juta = 1,2 miliar.

Pajak gabungannya menjadi = 0,5 % x 1,2 miliar = 6.000.000

Apabila dihitung setiap bulan, maka PPh yang harus dibayarkan adalah senilai = 6 juta : 12 = 500 ribu rupiah.

Cara 2

NPWP dipisah ;

Omzet suami = 700 juta rupiah.

PPh = 0,5 % x 700 juta rupiah = 3,5 juta rupiah setiap tahun.

Pembayaran PPH setiap bulan = 3,5 juta : 12 = 291.666,67 dibulatkan menjadi 291.670 rupiah.

Omzet Istri = 500 juta rupiah

PPh = 0,5% x 500 juta rupiah = 2,5 juta setiap tahun

Pembayaran PPh setiap bulan = 2,5 juta : 12 = 208.333,33 dibulatkan menjadi 208.335 rupiah.

Cara Membayar Pajak UMKM

Setelah mengetahui cara menghitung pajak UMKM, maka Anda bisa menyimak bagaimana cara untuk membayar pajak UMKM. Terkait hal tersebut, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan, diantaranya:

  1. Membuat kode billing pada DJP online baik melalui SSE1, SSE2, maupun SSE3. Anda juga bisa membuat kode pada kring pajak 1500200, layanan biling-djp/di KKP/ KP2KP, petugas teller di bank maupun kantor pos, SMS ID pada *141*500# dan juga melalui ATM.
  2. Untuk membayar PPh, Anda bisa juga langsung datang ke kantor pos maupun bank resmi yang ditunjuk oleh MenKeu. Sila cek bank terkait melalui http://www.pajak.go.id/bank_persepso, mobile banking, internet banking.
  3. Selain itu, pajak juga dapat dibayarkan melalui pemotong pajak secara langsung.
  4. Dengan kode billing, maka Anda bisa membayar langsung melalui mesin ATM. Seperti pada ATM BCA, Anda hanya perlu memasukkan PIN< memilih “transaksi lainnya”, lalu klik pilih pembayaran, lantas tekan MPN atau Pajak, lalu pilih PPH Final Bruto, masukkan NPWP sebanyak 15 digit, kemudian bulan, dan tahun pajak (2 digit). Semisal untuk membayar pajak pada bulan Agustus 2019, maka penulisannya menjadi: 8754107528402000819. Jika sudah, sila tekan “benar”, dan masukkan jumlah pajak terutang, lalu pilih “benar” lagi. Selanjutnya, akan muncul pertanyaan “apakah Anda ingin membayar?”, kemudian tekan “Ya”. Transaksi selesai! Sila simpan struk sebagai bukti pembayaran yang sah.
Baca Juga  Nasib Industri Rumahan Di Tangan Kaum Perempuan?

Setelah menyimak cara menghitung pajak UMKM, tentu Anda mengetahui bahwa tarifnya tidak semahal itu. Sehingga, Anda pun tidak akan merasa terbebani. Sadari bahwa membayar pajak sangat penting untuk perkembangan pembangunan serta ekonomi nasional Indonesia. Ada banyak hal produktif yang dilakukan dengan pajak tersebut.

Jangan ragu lagi untuk membayar pajak secara rutin, ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here