Mencari Peluang Usaha Baru? Simak 3 Jenis Usaha Kekinian Cocok untuk Milenial

0
946
Mencari Peluang Usaha Baru

Mencari Peluang Usaha Baru – Salah satu kunci utama dalam menggerakkan perekonomian Indonesia adalah ide kreatif dari pelaku usaha. Sehingga, dibentuk lah Badan Ekonomi Kreatif yang bisa mendukung ide kreatif menjadi sebuah usaha yang memiliki nilai ekonomi. Dari kondisi tersebut, maka muncul lah ide-ide usaha yang baru yang bahkan sebelumnya tidak terpikirkan bagi banyak orang.

Nah, pada artikel ini, akan membahas mengenai usaha-usaha tersebut untuk membantu Anda yang sedang mencari peluang usaha baru yang digadang akan menjadi primadona di masa mendatang. Namun, sebelumnya, Anda harus mengetahui apa saja risiko dari peluang usaha baru yang mungkin belum terlalu familiar untuk banyak orang.

Risiko saat Merintis Usaha Baru

Mencari peluang usaha baru sebetulnya tidak terlalu sulit. Namun, ada banyak risiko yang akan ditanggung oleh pelaku usahanya. Terlebih, jika bisnis ini tidak langsung berjalan alias gagal. Untuk itu, Anda harus mengenali terlebih dahulu apa saja yang menjadi risikonya sehingga Anda bisa mengantisipasinya dengan baik.

  1. Risiko Keuangan

Risiko ini berkaitan erat dengan biaya operasional awal serta modal yang dibutuhkan. Sehingga, agar aspek ini terpenuhi, pebisnis harus memiliki dana tabungan pribadi, pinjaman, atau dengan pendanaan dari pihak lain. Sebaiknya, jangan salah untuk memprediksi karena bisa saja Anda terjebak dalam defisit (negatif cash flow).

  1. Risiko Produk

Risiko barang ini biasanya ada hubungannya dengan pasar dan konsumen sehingga, jika barang tidak laku saat dijual, maka kapan produk dapat bertahan? Sebaiknya perhitungkan hal ini agar Anda tidak merugi terlalu banyak.

  1. Risiko Pasar

Selanjutnya, risiko yang ada hubungannya dengan pasar dari bisnis yang dimasuki. Apakah Anda sanggup untuk bersaing pada bidang ini atau tidak. Sebaiknya, pelajari terlebih dahulu risiko ini dengan banyak tanya serta melihat perilaku target pasar. Seperti bagaimana segmen pasar membeli serta apa yang menurutnya menarik.

  1. Risiko Tim

Risiko ini berhubungan dengan sejauh mana partner bisnis bisa bertahan untuk memajukan bisnis bersama. Selain pelaku usaha, tentunya ada faktor lain seperti pegawai, pemodal, serta rekan pengelola yang akan mengakibatkan kekompakan tim.

  1. Risiko Pelaksanaan

Bagaimana respon pasar pada produk Anda masuk pada risiko pelaksanaan. Untuk meminimalisir risiko ini, sebaiknya Anda melakukan riset serta survei dengan baik.

Meskipun memiliki berbagai risiko, Anda harus tetap berani mengambil risiko ini. Sebab, risiko merupakan sisi lain mata uang dalam bisnis apapun itu. Pun, tidak akan pernah bisa dihindari. Semakin tinggi risikonya, semakin besar pula potensi keuntungannya.

Jenis-Jenis Peluang Usaha Baru

Setelah menganalisa apa saja jenis bisnis yang sudah banyak dijalani orang lain, seakan-akan tidak ada ceruk bisnis yang belum banyak diketahui. Padahal, jika Anda menelisik lebih jauh, maka masih ada bisnis anti-mainstream yang dapat Anda jadikan sebagai peluang usaha baru. Yang tentu saja belum banyak pesaingnya.

Baca Juga  Ternak Ayam Bangkok Dengan Mudah Untuk Pemula

Dengan begitu, peluang untuk memeroleh lebih banyak konsumen pun bisa tercapai. Nah, apa saja kah jenis peluang usaha baru yang belum banyak diketahui? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

Bisnis Antar Jemput Anak Sekolah

Jika Anda mencari peluang usaha baru, maka jawaban yang paling tepat adalah melakukan bisnis antar jemput anak sekolah. Jika Anda sudah memiliki kendaraan dan tidak terlalu banyak digunakan, yuk, mulai sekarang, manfaatkan untuk menambah pundi-pundi rupiah.

Keuntungan melakukan bisnis ini adalah waktu kerja yang sebentar. Yakni antara pukul 06.00 hingga 07.00. Sedangkan penjemputan bisa dilakukan pada 13.00 sampai 14.00. Selain waktu kerjanya tidak terlalu lama, juga cukup mudah untuk dilakukan.

Target Konsumen

Target konsumen dari bisnis ini adalah orang-orang yang berdomisili di sekitar perumahan yang banyak anak serta jauh dari sekolah. Pasar utama yang dapat dibidik adalah orang tua pekerja yang memiliki anak dengan usia SD .

Biasanya, orang tua tidak sempat untuk melakukan antar jemput karena sibuk. Anda juga bisa bekerja sama dengan pihak sekolah supaya lebih dipercaya oleh orang tua murid. Jalin lah komunikasi yang baik dengan pihak sekolah untuk menaikkan reputasi bisnis.

Analisis Modal Bisnis

Jika Anda telah mempunyai mobil pribadi, maka pengadaan kendaraan sebagai modal awal bisa diminimalisir. Akan tetapi, jika belum punya kendaraan bisa membelinya dengan cara mencicil. Silakan Anda simak simulasi perkiraan modal berikut ini. Nah, untuk awalnya, Anda bisa membeli mobil bekas dengan kondisi yang masih cukup bagus. Pastinya, dengan sistem kredit.

No Daftar Pengeluaran Jumlah
1 Mobil bekas seharga Rp 100 juta. DP 30% senilai Rp 30.000.000,-. Dimana cicilan setiap bulan selama 48 bulan adalah 1,9 juta rupiah. 1.900.000
2 Gaji supir 1.000.000
3 Bahan Bakar kendaraan sehari 50.000 dikalikan 25 hari 1.250.000
4 Biaya untuk lain-lain 1.000.000
  Totalnya 5.150.000

Potensi Keuntungan

Jika diilustrasikan Anda sudah memeroleh 16 anak yang akan diantar jemput, dengan proses penjemputan dua kali sehari. Apabila biaya untuk masing-masing anak Anda patok Rp 600.000,- setiap bulan, maka pemasukan yang akan didapatkan adalah Rp 9.600.000,- setiap bulan.

Jika dikurangi dengan pengeluaran setiap bulan, maka pendapatan bersih Anda adalah Rp 4.450.000,- setiap bulan. Angka-angka di atas hanyalah sebagai ilustrasi. Sebaiknya Anda siasati supaya bisa lebih ringan lagi. Salah satu solusinya adalah dengan bekerja sama dengan rekan yang sudah memiliki mobil.

Selain itu, tekan pada biaya operasional dengan mengatur rute supaya jarak tempuhnya lebih singkat, sehingga bahan bakar tidak terlalu besar.

Tips Sukses Bisnis Antar-Jemput

Agar Anda bisa berhasil menjalankan bisnis ini, maka lakukan beberapa tips berikut ini. Langsung saja ini dia ulasannya:

  1. Survey rute agar bisa menekan biaya operasional.
  2. Karena tergolong jenis bisnis baru, maka sangat penting untuk melakukan promosi secara berkala. Bisa dengan menyebar brosur ke sekolah, kantor, dan juga bisa melalui internet.
  3. Menentukan tarif yang tidak terlalu mahal.
  4. berikan layanan secara maksimal, terlebih terkait waktu, sebaiknya jangan sampai terlambat menjemput.

Bisnis Jasa Penitipan Hewan

Jika Anda merupakan pecinta hewan peliharaan, tentunya hal ini bisa membuat Anda tertarik untuk membuka bisnis jasa penitipan hewan. Nah, sekarang tidak perlu mencari peluang usaha baru karena peluang itu sudah ada di depan mata. Terlebih, usaha ini tidak membutuhkan terlalu banyak modal. Pun, mudah untuk dilakukan.

Sedikitnya pesaing atau bahkan tidak ada sama sekali, membuat usaha ini bisa Anda andalkan untuk meraup pundi-pundi rupiah. Selain itu, Anda bisa saja mendapatkan omzet yang besar. Bagaimana cara menjalankan dan analisa usahanya? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Baca Juga  Tips Sukses Menjalankan Peluang Usaha Desa untuk Pemula, Cek Disini

Modal Awal

Untuk membuka usaha yang satu ini, sebaiknya, ketahui terlebih dahulu berapa jumlah modal awal yang harus dikeluarkan. Nah, di sini, Anda harus menyewa lahan karena tidak memungkinkan menyatukan penitipan hewan dengan tempat tinggal. Sehingga, modal yang Anda keluarkan adalah:

Biaya Operasional Sebulan Perkiraan Pengeluaran
Menyewa lahan 3.000.000
Renovasi Kandang 1.000.000
Listrik dan Telepon 500.000
Gaji Pegawai tiga orang 3.000.000
Makanan dan Obat 1.000.000
Total 8.500.000

Angka di atas hanya menunjukkan perkiraan saja. Untuk setiap daerah tentunya memiliki patokan harga yang berbeda-beda. Anda bisa memeras angka tersebut menjadi biaya yang lebih kecil dengan memilih lokasi usaha yang cukup tersembunyi. Untuk jasa dokter hewan sendiri hanya dibutuhkan secara periodik apabila hewan mengalami sakit.

Keuntungan

Asumsi pendapatan setiap bulan yang akan Anda peroleh adalah jika ada 15 hewan setiap harinya dengan biaya penitipan sehari Rp 30.000,-, maka dalam sehari Anda akan mendapatkan Rp 450.000,-. Sehingga, dalam sebulan, pendapatan Anda adalah 13.500.000,-. Jika dikurangi dengan biaya operasional, maka keuntungannya adalah Rp 5.000.000,-.

Nah, jika Anda bisa membuat penitipan yang lebih besar, tentu hasilnya akan semakin maksimal.

Cara memulai usaha penitipan hewan

Tentu Anda masih bingung bagaimana cara untuk memulai usaha yang satu ini. Untuk itu, silakan simak langkah-langkahnya berikut ini:

  1. Menentukan jenis hewan : biasanya, jenis hewan yang paling banyak dimiliki orang adalah anjing dan kucing. Jika Anda memilih dua hewan tersebut, pelajari bagaimana cara merawatnya.
  2. Memilih lokasi: pertimbangkan penyewaan ruko pada lokasi yang strategis. Berikan tempat yang layak dengan ventilasi dan layanan yang lengkap. Sehingga, pemilik hewan akan mempercayai Anda untuk terus menjaga hewan peliharaannya.
  3. Menentukan tarif jasa: Sesuaikan tarif dengan layanan yang Anda tawarkan. Sebab, setiap jenis hewan mempunyai perlakukan berbeda. Baik dari segi kebersihan, perawatan, sabun, makanan, dan minumannya.
  4. Bekerja sama dengan Komunitas Pecinta Hewan: bergabung lah dengan komunitas agar Anda memiliki target market yang jelas. Selain itu, informasi dari forum bisa menambah wawasan Anda tentang hewan-hewan.

Bisnis Thrift Shop

Bisnis barang bekas mungkin terdengar biasa, tapi kalau thrift shop? Nah, bisnis ini tergolong kekinian dan sangat tepat untuk dijalankan kaum milenial. Untuk menjalankan bisnis thrift shop, Anda tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Namun, keuntungannya tidak main-main.

Daripada mencari peluang usaha baru yang belum tentu diterima oleh masyarakat luas, bisnis kekinian thrift shop bisa Anda jajal untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda. Nah, jika tertarik, mari mendalami tentang peluang bisnis yang satu ini.

Jenis Produk yang Bisa Dijual

Usaha ini bisa memperjual-belikan berbagai macam produk. Mulai dari celana, baju, tas branded, sepatu, dan berbagai hal yang sudah pernah digunakan oleh orang lain. Beberapa jenis produk yang cukup cerah prospeknya adalah:

  1. Baju : ada banyak kategori baju bekas yang dapat dipilih. Mulai dari jaket, kemeja, celana jeans, dan juga rompi. Semakin bagus nama brand tersebut, semakin tinggi juga nilai jualnya.
  2. Jam tangan : Lain lagi dengan jam tangan dimana beberapa merek yang cukup banyak peminatnya adalah Eiger, Expedition, serta Woodka yang merupakan brand lokal. Sedangkan produk jam tangan internasional yang biasa dipilih adalah Patek Philippe, Rolex, Omega, dan juga Hublot.
  3. Tas : Tak jauh beda dengan dua produk sebelumnya, tas branded juga kerap dijual dalam kondisi preloved atau bekas.
  4. Sepatu : Beberapa sepatu langka juga kerap diperjual-belikan. Bahkan, untuk jenis sepatu yang satu ini harga jualnya bisa lebih tinggi apabila disertai dengan nota pembelian atau kardus.
  5. Buku : Buku bekas juga masih memiliki nilai jual yang tinggi. Biasanya, yang paling banyak peminatnya adalah novel, kamus, komik, hingga buku pelajaran.
  6. Perhiasan : Kalau perhiasan bukannya menurun tetapi malah semakin naik harga jualnya seperti emas, berlian, titanium, dan sebagainya.
  7. Produk rumah tangga : gelas, piring, karpet, panci, penggorengan, hingga berbagai furniture juga menjadi incaran banyak orang meskipun dijual dalam kondisi bekas.
Baca Juga  Peluang Usaha Desa yang Mampu Membuat Desa Tidak Ketinggalan Jaman Lagi        

Perkiraan Modal

Modal yang dibutuhkan untuk membuka jenis usaha yang satu ini sebetulnya tidak terlalu besar. Namun, Anda bisa menargetkan pendapatan minimal dalam satu bulan. Untuk modal awalnya bisa Anda simak di bawah ini:

Keterangan Biaya
Membeli barang bekas 7.000.000
Rak toko 2.000.000
Peralatan toko 1.000.000
Lain-lain 500.000
Total 9.500.000

Perkiraan modal di atas belum termasuk sewa lokasi. Sehingga, diasumsikan bahwa Anda membuka toko di rumah atau secara online.

Biaya Operasional

Jika sudah memiliki modal awal, pada bulan selanjutnya, Anda tinggal mempersiapkan biaya operasional saja. Nah, untuk biaya per bulan dari bisnis barang bekas ini adalah:

Keterangan Biaya
1 karyawan 1.500.000
Telepon dan listrik 500.000
Pembelian Barang-Barang 5.000.000
Lain-lain 500.000
Total 7.000.000

Perkiraan Keuntungan

Karena ini adalah bisnis jual beli, tentunya keuntungan setiap bulan tidak akan pernah sama di setiap bulan. Sebaiknya targetkan pendapatan per bulan agar bisa menutup modal dengan cepat. Semisal pembelian barang bekas pada bulan pertama adalah 7 juta rupiah dan bertahan nilainya setiap bulan. Sedangkan keuntungan per bulan ditargetkan minimal dua kali modal, yakni 14 juta rupiah.

Tips Membuka Usaha Thrift Store

Bisnis ini memang sedikit riskan. Untuk itu, perhatikan beberapa hal berikut ini supaya peluang keberhasilan menjadi lebih besar. Diantaranya:

  1. Memulai Bisnis dari Sosial Media

Sebelum menjalankan usaha, sebaiknya Anda jual barang preloved Anda melalui akun sosial media. Lalu, rapihkan dan ubah perlahan menjadi katalog online barang-barang tersebut. Pakai gambar dengan kualitas yang baik sehingga tampak seperti barang baru.

  1. Aktif Melakukan Promosi

Promosi juga menjadi salah satu syarat untuk membuat barang jualan Anda menjadi lebih laku. Sebaiknya Anda selalu aktif di akun jualan Anda. Semakin aktif, maka follower akan lebih percaya dengan Anda. Sebaiknya, buat juga lapak dagangan melalui website khusus jual beli barang bekas. Untuk itu, sangat penting membuat follower tetap bisa meng-update barang-barang yang Anda jual.

  1. Mengutamakan Kejujuran

Karena Anda menjual barang-barang bekas, dan kemungkinan ada yang cacat, maka berikan detail sejujur-jujurnya. Apa saja cacat pada benda tersebut. Apakah ada noda, terkelupas, atau ada bagian pada barang tersebut yang hilang. Selain itu, tambahkan keterangan mengenai usia barang, dan juga detail lainnya. Kejujuran ini juga akan membuat konsumen menjadi percaya dan lebih loyal.

  1. Mempelajari Rantai Bisnis Barang Bekas

Karena Anda menjalani bisnis barang bekas, tentu harus tahu ilmunya. Bisnis ini harus dijalankan dengan pemasok yang selalu meng-update barang-barang. Anda juga harus mencari tahu kepada siapa barang tersebut akan dijual.

  1. Menentukan Harga Secara Layak

Selain empat poin sebelumnya, Anda juga harus menentukan harga dengan layak. Dimana Anda harus lebih realistis dalam memberikan harga. Pastikan Anda mematok harga yang miring. Harga yang lebih murah ini adalah akibat dari penurunan fungsi dari barang yang Anda jual.

Itulah 3 jenis peluang usaha baru bagi Anda yang ingin membuka usaha yang anti-mainstream dan belum banyak pesaingnya. Pastikan Anda memerhatikan estimasi modal dan keuntungan supaya bisa bersiap dalam menjalankan usaha. Demikian, semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here