Memulihkan Potensi Ekonomi Selokan Mataram

0
1838

BERDESA.COM – Selokan Mataram adalah selokan yang dibangun membelah Kota Yogyakarta yang diambil dari Sungai Progo sebagai hulu dan berakhir di Sungai Opak sebagai hilirnya. Selokan mataram adalah sebuah gambaran sistem irigasi yang dibangun oleh para pendahulu kita. Hulu dari Selokan Mataram ini menjadi satu dengan Selokan Van Der Wijk, di bendungan Karangtalun yang berada di Desa Bligo, Ngluwar, Magelang. Kedua saluran ini dibangun berurutan. Pembangunan Selokan Mataram banyak mengambil ide dari pembangunan Selokan Van Der Wijk yang telah berhasil menjalankan fungsinya sebagai saluran irigasi mensuplai banyak air untuk daerah yang dilewatinya.

Legenda tentang sabda Sunan Kalijaga bahwa bumi Mataram akan subur dan rakyatnya makmur apabila Sungai Progo dan Sungai Opak bisa dipersatukan. Sabda Sunan pada waktu itu mungkin terdengar sebagai hal yang tidak mungkin sebab menyatukan dua sungai yang saling berjauhan, satu di tepi barat dan satunya di tepi timur wilayah Mataram, adalah sangat mustahil.

Sebelum Perang Dunia II, dataran rendah luas di antara kedua sungai besar itu, yang sekarang masuk wilayah Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, dan Kota Yogyakara, merupakan daerah minus. Tanaman pangan hanya bisa diusahakan pada musim hujan. Tak ada harapan jika kemarau datang. Sri Sultan Hamengkubuwono IX mengusulkan proyek pembangunan saluran irigasi yang menghubungkan Sungai Progo dan Sungai Opak, dengan demikian lahan pertanian di Yogyakarta yang kebanyakan lahan tadah hujan bisa menjadi lahan sepanjang tahun sehingga mampu menghasilkan padi dan bisa memasok kebutuhan pangan Tentara Jepang.

Baca Juga  Kenapa Usaha di Bidang Wisata Berpeluang Emas, Ini Alasannya

Saran dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX disetujui pemerintah Jepang maka terbebaslah warga Yogyakarta menjadi tenaga romusha pemerintah Jepang. Di bawah kendali Beliau mega proyek ini berhasil menyatukan Sungai Progo di sisi barat Yogyakarta dengan Sungai Opak di sisi timur maka dari sisi pemanfaatan akhirnya masyarakat Yogyakarta sendirilah yang diuntungkan dengan proyek ini.

Namun kini, pencemaran air terjadi di mana-mana, pengalihan fungsi lahan dan sedimentasi sepanjang Selokan Mataram sementara itu manfaat Selokan Mataram sebagai saluran irigasi semakin berkurang, karena alih fungsi lahan besar-besaran yang terjadi di sebelah selatan selokan yang sepertinya kurang bisa dikendalikan. Atau yang lebih ironis lagi, sebagian masyarakat malah menganggap Selokan Mataram sebagai tempat untuk membuang sampah. Padahal Selokan Mataram adalah aliran sanitasi utama Yogyakarta.

Melihat kondisi ini sangat penting untuk segera dilakukan upaya-upaya memulihkan potensi ekonomi desa-desa di sepanjang pinggir selokan Mataram. Sebagaimana tujuan awal dibangunnya selokan itu untuk mensejahterakan masyarakat Yogyakarta.(bd02)

foto : dekaha.devianart.com

Tips : Merintis Pendirian Desa Wisata

Baca Juga  Embung Desa juga Ciamik Jadi Obyek Wisata

Baca juga : Potensi BUMDesa Kelola Wisata Alam
Pendamping Desa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here