Membangun Demokrasi Desa

0
1822
Membangun Demokrasi Desa
Membangun Demokrasi Desa

BERDESA.COM – Bagaimanakah upaya membangun demokrasi desa? Langkah awal yang strategis upaya demokratisasi desa adalah mengontrol terlaksananya prosedur dan mekanisme demokrasi desa seperti musyawarah desa dan Pemilihan Kepala Desa, mengawasi kadar prinsip demokrasi dalam pelaksanaan mekanisme demokrasi dan mengembangkan kultur demokrasi dalam keseharian desa dan kegiatan-kegiatan desa.

Langkah selanjutnya harus difokuskan pada upaya-upaya mengembangkan kultur demokrasi dalam keseharian desa dan kegiatan-kegiatan desa. Langkah ini sangat menentukan proses demokratisasi desa. Mengembangkan kultur demokrasi berarti membiasakan (habituasi) tindakan untuk mengacu pada prinsip-prinsip demokrasi, dan tentu pada prinsip-prinsip luhur yang dikenal desa termasuk kearifan lokal. Melalui proses pembiasaan tindakan keseharian maupun dalam kegiatan-kegiatan Desa, prinsip-prinsip demokrasi akan menjadi hidup dan tumbuh.

Tanggung jawab Pendamping Desa

Terkait dengan upaya mengembangkan kultur demokrasi dalam kehidupan sehari-hari desa adalah peran dan tugas seorang pendamping desa. Ini adalah salah satu tanggung jawab pendamping desa untuk turut mendorong upaya demokratisasi desa. Memang, demokratisasi desa bukan perkara sederhana. Demokratisasi desa merupakan sebuah upaya yang kompleks.

Baca Juga  Ideologi Konsumsi Manusia Mall

Hal tersebut terjadi karena pada dasarnya demokratisasi desa bukan sebatas berjalannya prosedur teknis demokratis. Pemilihan Kepala Desa secara langsung, misalnya. Akan tetapi, demokratisasi desa terkait erat dengan nilai dan prinsip-prinsip khusus yang menuntut untuk ditampilkan dalam tindakan.

Kompleksitas demokratisasi desa tersebut setidaknya menyebabkan setiap proses demokratisasi selalu berjalan pada dua aras, yakni pertama, aras struktur, terkait prosedur dan mekanisme penetapan keputusan yang bersifat demokratis. Kedua, aras kultur atau budaya, terkait pengenalan, pembiasaan dan hidupnya prinsip-prinsip demokratis dalam kehidupan sosial masyarakat desa. Dalam aras budaya inilah, seorang pendamping desa bisa memenuhi tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal.

Seorang pendamping desa juga harus memperhatikan berjalannya prinsip-prinsip demokrasi. Dengan kata lain, demokrasi memang dapat berjalan secara prosedural, namun harus diperhatikan misalnya kualitas pelaksanaan tahap per tahap serta dibandingkan dengan prinsip demokrasi antara lain partisipasi dan musyawarah.(bd03)

Baca juga : Membangun Desa Dengan Swadesa

Pendamping Desa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here