Mau Tahu Kenapa Sebagian Kepala Desa Sulit “Melepas” Urusan BUMDesa?

0
1448

BERDESA.COM – Pola komunikasi dan koordinasi BUMDesa dan pemerintahan desa adalah salahsatu yang membuat BUMDesa tak bisa segera berlari kencang. Sebagian kepala desa masih belum ‘rela’ BUMDesa di pegang oleh orang lain tanpa campur tangannya. Padahal selama ini kepala desa adalah orang yang bisa menentukan banyak hal di desa.

Meski bakal jarang kepala desa yang mau dan sadar telah melakukan hal ini tetapi kenyataan seperti itu hampir terjadi di setiap desa. Butuh waktu berbulan-bulan bagi kepala desa untuk menerima kenyataan bahwa BUMDesa tidak bisa dicampur-tangani begitu saja olehnya karena telah memiliki sistem manajemen sendiri.

Tentu saja tidak semua desa mengalami hal seperti ini. Beberapa BUMDesa justru berhasil karena sang kepala desa tak lelah mendorong anak muda di desanya untuk mengembangkan unit usaha BUMDesa. Biasanya kepala desa seperti ini adalah kepala desa yang masih muda dan memiliki pandangan modern.

Soalnya pula, BUMDesa berhembus dari pemerintah pusat dan wacana ini mengalir melalui struktur pemerintahan yang tujuan utamanya adalah desa. Makanya wacana ini awalnya hanya beredar di antara para perangkat desa. Para perangkat sendiri butuh waktu dan pendalaman yang sangat serius untuk memahami BUMDesa.

Baca Juga  Sepuluh Jurus Membangun Minimarket Desa

Lalu para perangkat desa pula yang ketiban pekerjaan membawa wacana BUMDesa pada khalayak warga. Tugas inilah yang membuat mereka juga sangat hati-hati mulai dari sosialisasi hingga BUMDesa berdiri. Jadi tidak mengherankan jika beberapa di antaranya kemudian kesulitan melepaskan diri dari urusan BUMDesa karena saking kawatirnya.

Yang pasti terlalu dominannya kepala desa atau perangkat desa pada segala proses pembentukan BUMDesa bisa jadi adalah intervensi yang berlebihan dan mengakibatkan proses BUMDesa menjadi mandul. Tetapi jika dominasi itu terkontrol dan terhenti pada saat manajemen BUMDesa terbentuk, itu bisa mendorong BUMDesa cepat bergerak.

Kampanye mengenai kehadiran BUMDesa memang bukan sesuatu yang gampang dilakukan. Soalnya, selama ini masyarakat desa melihat pemerintahan desa identik dengan lembaga pemerintahan yang lekat dengan urusan birokrasi dan administrasi dan bukan institusi yang berkaitan dengan usaha. Karenanya, butuh kerja keras untuk meyakinkan mereka bahwa BUMDesa bisa menjadi raksasa usaha dan meningkatkan kesejahteraan.(aryadji/berdesa)

Foto: www.kompasiana.com

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here