Manisnya Keuntungan Budidaya Jambu Madu Merapi, Begini Hitungannya

0
4023

BERDESA.COM – Siapa yang tak butuh buah-buahan. Inilah yang membuat budidaya buah-buahan menjadi lahan bisnis yang menggiurkan. Termasuk buah Jambu Madu Merapi yang dikembangkan kelompok petani di lereng Merapi Sleman, Yogyakarta ini. Begitu besarnya permintaan Jambu Madu Merapi membuat para petani membentuk Paguyuban Petani Jambu Madu Merapi dan menawarkan usaha budidaya jambu nan manis ini pada para petani lainnya.

Bagaimana Memulainya?

Jambu yang masih jarang dibudidayakan ini butuh dua hal utama yakni lahan dan modal. Lahan dibutuhkan untuk menanam bibit jambu hingga kemudian berbuah hanya dalam satu tahun saja. Usia produktif jenis tumbuhan yang satu ini sangat mencengangkan, bisa berpuluh tahun dan akan terus berbuah.

Ketua Paguyuban Habib Ahmad Husein kepada Berdesa.com menjelaskan, kerjasama ditawarkan pada investor baik perorangan maupun kelompok. Sebagai gambaran, investasi untuk untuk lahan seluas 30.000 meter persegi alias tiga hektar membutuhkan Rp. 642.000.000,- yang akan menanggung seluruh biaya kerja mulai pengadaan bibit, penanaman, membayar tenaga yang merawat hingga pupuk dalam setahun.

Baca Juga  Agrowisata, Peluang Usaha Desa yang Menjanjikan Di Tengah Hiruk Pikuk Kesibukan

Potensi Keuntungan

Jambu Madu Merapi ini bakal berbuah hanya dalam waktu satu tahun saja. Diperkirakan dengan luas lahan 3 hektar berisi 3000 bibit jambu, tahun pertama bakal menghasilkan panenan dengan nilai Rp. 900 juta. Maka tahun pertama saja sudah bakal menutup biaya investasi yang dikucurkan setahun sebelumnya.

Karena pohon jambu terus berkembang dan membesar maka panenan tahun berikutnya bakal meraup lebih banyak hasil lagi. Karenanya hasil panen biasanya meningkat drastis, begitu juga tahun-tahun berikutnya. Paguyuban telah mengatur skema pembagian laba dari hasil panen setiap tahun di antara pihak-pihak yang bekerjasama (lihat tabel di bawah).

Hambatan Usaha

Hampir tak ada hambatan berarti dalam usaha ini. Yang pasti agar memahami secara detail bisnis ini, sang peminat atau yang ingin mempelajari peluangnya bakal mengikuti pelatihan untuk memahami seluk-beluk usaha dan memahami potensinya. Pelatihan digelar Paguyuban Petani Jambu Madu Merapi dengan www.usahadesa.com. Tetapi yang pasti, seluruh proses budidaya ini bakal langsung ditangani mulai dari pembibitan, perawatan, pemupukan hingga panen tiba sehingga tidak banyak yang perlu dilakukan investor sebenarnya.

Baca Juga  Tips Berdagang Makanan Agar Cepat Sukses

Strategi Bisnis

Bedanya dengan penanaman yang dilakukan sendiri adalah, pihak paguyuban telah memastikan hasil panen bakal diserap pasar yang sudah disiapkan. Hal ini hanya bisa didapatkan jika bekerjasama dengan paguyuban ini karena hasil panen harus memenuhi syarat yang telah ditetapkan paguyuban agar bisa diserap pasar seperti ukuran jambu yang harus sama dan tingkat rasa manisnya juga terukur. Standar manis Jambu Madu  Merapi yang ditetapkan Paguyuban adalah 11-13 derajat Brix (ukuran tingkat kemanisan rasa).

Kunci sukses investasi Jambu Madu Merapi adalah seluruh proses mulai dari penyediaan bibit unggul, perawatan, penyediaan pupuk khusus hingga pemasaran telah dijadikan satu paket sehingga investor hampir tidak perlu melakukan kerja tambahan dan hanya tinggal menunggu panenan saja. Pihak paguyuban teah menggandeng beberapa pembeli berskala besar yang hingga saat ini kewalahan dengan permintaan pasar yang terus meningkat. Jambu Madu Merapi memang memiliki bentuk yang cantik, warna matang menggiurkan dan cita rasa manis yang bakal membuat siapapun ketagihan memakannya.  Pingin tahu lebih detail mengenai kebutuhan investasi dan target hasil yang ditetapkan, Anda bisa langsung mencermati skema analisa usaha di bawah ini.

Baca Juga  Begini Sebaiknya BUMDesa Merumuskan Peluang Usaha

potensi jambu manis madu

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here