Manfaatkan Pewarna Alam, Batik Khas Trenggalek Semakin Menarik

0
1128

BERDESA.COM – Batik merupakan identitas Bangsa Indonesia yang kini kian marak digunakan dalam berbagai acara, bahkan kerap kali dikombinasikan menjadi baju santai hingga gaun pesta. Salah satu daerah yang memiliki motif batik yang khas adalah Terenggalek, Jawa Timur. Kota kecil di selatan jawa ini ternyata memiliki sejuta keunikan dan menyimpan seni batik yang tak kalah menarik.

Pada era 1970-an, Trenggalek cukup dikenal dengan kerajinan batik tulisnya. Sentra utama kerajinan batiknya ada di Kelurahan Surondakan dan Kelurahan Sumbergedong. Namun saat krisis ekonomi pada tahun 1988, banyak sekali pengrajin batik yang gulung tikar dan baru beberapa tahun terakhir seiring dengan meningkatnya kembali pamor batik, kerajinan batik Trenggalek ikut bangkit kembali. Dan batik menjadi salah satu produk unggulan Trenggalek, bahkan batik khas Trenggalek kini sudah menembus pasar Singapura, Malaysia, dan beberapa negara tetangga lainnya.

Uniknya terdapat beberapa pengrajin batik khas Trenggalek yang terus mendorong kreatifitas untuk menarik konsumen dengan cara memanfaatkan pewarna alam. Agar terlihat dan terkesan memiliki estetika, para pengrajin memilih menggunakan pewarna alami. Salah satu pengrajin batik tersebut adalah Abdul Muid, ia menggunakan pewarna batik dari serpihan kayu. Menurutnya, pewarna dari serpihan kayu mudah didapatkan di lingkungan sekitar, selain itu hasilnya cukup memuaskan serta banyak diminati konsumen yang menjadi daya tawar sendiri bagi batik khas Trenggalek yang tidak ada pada batik lainnya. Untuk mendapatkan warna merah, Muid menggunakan serpihan dari kulit kayu secang. Warna hijau menggunakan kayu manga muda, dan warna biru dihasilkan dari ekstrak kayu tarum yang biasanya tumbuh diperbukitan. Warna-warna tersebut akan terlihat khas alam.

Baca Juga  Kenapa Puzzle Mainan Kayu Ini Sangat Layak Dibeli

Pembuatan batik yang memiliki harga jual tinggi tentunya tidak hanya berasal dari pewarnaan batik, motif dan ornamen juga tidak kalah penting, sehingga konsumen benar-benar tertarik dengan corak dan kualitas batik khas Trenggalek tersebut. Batik Trenggalek ini memiliki ciri khas yaitu Ungker Padi (Padi dan Cengkeh), Parang Cengkeh, Truntum Cengkeh, Manggis dan Anggrek bulan. Muid mengaku bahwa usahanya sempat mengalami kesulitan pada saat awal merintis batik dengan menggunakan warna alami. Proses pembuatannya serta bahan pencampurannya harus dilakukan secara bertahap agar menghasilkan warna yang diinginkan, namun ia meyakini bahwa bahan pewarna alam tersebut ramah lingkungan. Batik warna alam khas Trenggalek ini dibandro dengan harga mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 4 juta untuk per potongnya. Mahalnya harga batik tersebut bergantung pada tingkat kesulitanya. (agus/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here