Kolaborasi BUMDes Hasilkan Cuan Miliaran dari Agrowisata Durian

0
42

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa tengah yaitu David Ishaw Aryadi mengatakan bahwa sekarang ini agrowisata menjadi salah satu terobosan menarik untuk memajukan potensi di desa-desa. Hal ini dikatakannya karena melihat agrowisata sebagai cerminan bagaimana para petani bersama badan usaha milik desa berevolusi dan berkolaborasi memanfaatkan kecenderungan dunia pasar yang ada. Adapun dalam pandangannya, selain perihal pangan, wisata pun sudah layak dikatakan sebagai kebutuhan primer nyaris bagi seluruh keluarga.

Dua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yaitu BUMDes Pesahangan dan Negarajati di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah melakukan kolaborasi dengan mengembangkan sebuah kawasan agrowisata yang mana komoditas durian menjadi produk unggul agrowisata ini. Terletak di pegunungan Cimanggu, Cilacap, agrowisata ini didukung pula oleh salah satu perguruan tinggi yaitu STMIK Komputama dalam proses pemasarannya dengan kemampuan IT.

Fathul Amin Azizs merupakan inisiator dari Agrowisata Durian ini, yang tak heran agrowisata ini diberi nama Azizs Paradise. Beliau mengatakan bahwa perkebunan dan wisata keluarga yang diinisiasinya didirikan pada lahan seluas lima hekatare yang juga sudah menjalin kerjasama dengan Perum Perhutani untuk pengembangan sebesar tujuh hektare. Jumlah durian jenis unggul yang ditanam pada luas lahan sebesar yang telah disebutkan adalah sebanyak 500 batang dengan tiga varietas yakni Durian Bawor, Durian Musangking, dan Durian Ochee yang masing-masing berkarakter khas serta memiliki nilai juga tinggi.

Saat ini harga yang ada di pasaran untuk ketiga jenis durian tersebut adalah Rp 100 ribu per kilogram untuk Bawor, Rp 250 ribu untuk Musangking, dan Rp 100 ribu untuk Ochee. Dengan nilai jual setinggi itu, tidak heran bahwa potensi hasil panen yang dapat dicapai per tahunnya dapat menyentuh miliaran rupiah per hektare.

Kawasan agrowisata ini menyediakan banyak sekali wahana wisata salah satunya kolam renang untuk anak. Selain itu, untuk wisatawan yang ingin berkeliling dapat menggunakan mobil double cabin ataupun kuda. Antusiasme warga yang datang pun sangat tinggi, hal ini dapat terlihat dari tiap harinya ratusan orang berkunjung untuk sekedar makan hasil pertanian di sana.

Dengan adanya potensi desa yang besar dari segi agrowisatanya, diharapkan lagi semakin banyak pemuda milenial yang ingin berdinamika dalam hal membantu pemasaran dan distribusi produk desa menggunakan teknologi yang masif sekarang ini.

Sumber berita : perhutani gatra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here