Kelompok Tani Wanita Mawar, Penunjang Ekonomi Desa Pattallassang

0
89

Menurut Lokadata.id, Desa Pattallassang di Pangkep Sulawesi Selatan masuk dalam kategori Desa Berkembang dalam Indeks Desa Membangun pada tahun 2019. Hal ini semakin ditunjang oleh adanya kelompok Tani Wanita Mawar yang seluruh anggotanya perempuan ini dan mayoritas adalah ibu-ibu berusia 45 hingga 40 tahun terus mendukung
pertanian di Desa Pattallasang dengan bergantian mengolah lahan sawah para suami dan
kerabat terdekat.

Komoditas utama yang diolah oleh kelompok Tani Mawar ini adalah padi yang mana musim tanamnya sekitar bulan April dengan masa panen bulan Juni, kemudian setelah itu bertanam sayur pada Bulan Juli hingga masuk musim penghujan. Adapun sayur-sayuran yang ditanam dalam rentang waktu tersebut meliputi bayam hijau, kangkung sawi, mentimun hijau, terong, jagung, serta bawang. Diantara semua jenis yang ditanam tersebut, bayam hijau, kangkung serta sawi yang hampir menguasai lahan.

Kelompok Tani Mawar ini diketuai oleh Jawariah yang berusia 51 tahun, Suriani sebagai sekretaris, dan Marwah bertanggung jawab sebagai bendahara yang mengatur keuangan kelompok. Kelompok Tani ini diinisiasi pada tahun 2015 oleh Badan Penyuluhan Pertanian atau BPP Labakkang yang mana menyadari bahwa ibu-ibu rumah tangga di Kampung Tala ini sudah lama memiliki pengalaman berkebun, sehingga baiknya diberdayakan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangga seluruh masyarakat Desa Pattalasang.

Baca Juga  Kenapa Membangun Desa Tangguh Bencana Itu Penting?

Hasil dari panen sayur oleh Kelompok Tani Mawar masih dijual ke pengepul langganan ataupun ke pengepul yang disebut dengan istilah pagandeng yang berkeliling dengan sepeda motor. Biasanya Suryani memanen sayur hanya saat pagandeng ini datang saja agar sayur tidak cepat layu dan memastikan si pagandeng ini datang. Penghasilan dari penjualan sayur ini menurut Ibu-Ibu Kelompok Tani Mawar cukup membantu keuangan keluarga yang mana penghasilan kotor untuk setiap jenis sayur yang dijual sekitar Rp 100.000, sehingga jika menjual setidaknya empat jenis sayur mencapai Rp 400.000 hingga Rp 500.000 untuk sekali panennya. Menurut Marwah, hasil yang diperoleh cukup untuk menunjang keperluan belanja harian dan uang sekolah anak-anaknya, juga untuk diputar membeli modal bibit.

Sumber: Lokadata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here