Ini Dia Lima BUMDES Terbaik di Pulau Jawa

1
34970

BERDESA.COM – Satu persatu para jawara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mulai bermunculan. Ini adalah fakta keberhasilan yang mulai dipetik desa-desa di berbagai pelosok Indonesia berkat kehadiran BUMDes di desanya. Siapa sajakah mereka dan apa sajakah yang mereka kembangkan sehingga layak disebut sebagai BUMDes juara. Berikut ini lima BUMDes hebat yang baru-baru ini di rilis kemendesa sebagai BUMDes paling terbaik di Pulau Jawa.

  1. BUMDes Karangkandri Sejahtera

Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan Cilacap memanfaatkan keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap sebagai peluang usaha. Desa ini lalu mendirikan BUMDes dengan unit usaha suplier berbagai kebutuhan untuk PLTU. BUMDes Karangkandri Sejahtera menyuplai batu bolder yang dibutuhkan PLTU. Hasilnya, dana yang sudah masuk ke BUMDes ini mencapai Rp. 7 Milyar. Belum termausk tagihan yang mencapai Rp. 5 Milyar. Besarnya profit yang diciptakan BUMDes ini membuat BUMDes ini mendapatkan sebutan BUMDes terbaik di Jawa.

  1. BUMDes Tirta Mandiri

Foto-fotonya tersebar luas di media sosial dan Google. Itulah obyek wisata Ponggok, Desa Ponggok, Kecamatan Polan, Klaten. Kolam renang alami yang memiliki segudang atraksi unik bagi para pengunjungnya. Para pengunjung bisa mengambil gambar dirinya di dalam air dengan segala macam kegiatan seperti berpose naik motor, bahkan duduk sembari menghadap laptop.

Baca Juga  Dua Model BUMDes Hebat, Pilih yang Mana?

Sejuknya air alami dengan dasar kolam yang dibiarkan natural membuat kolam ini menjadi taman bawah air luar biasa. Pesona inilah yang menyedot ribuan pengunjung datang ke sana setiap hari. Hasilnya, Rp. 6 milyar dibukukan setiap tahun oleh obyek wisata ini. Itu baru dari sisi wisatanya. Ponggok juga mengembangkan budidaya air tawar dan menjadi pusat kuliner berbasis perikanan yang juga ramai mendatangkan pengunjung dari luar daerah.

  1. BUMDes Srisadani, Kedungprimen, Bojonegoro

Sudah tradisi bagi petani di daerah Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya, untuk menjalankan pertaniannya mereka menyedot air dari Bengawan Solo yang legendaris itu. Kebutuhan air yang besar bagi pertanian membuat biaya pengairan bagi persawahan menjadi putaran bisnis tersendiri. Inilah yang dibidik Srisadani.

BUMDes srisadani mengembangkan usaha pompanisasi sewa tero bidang pertanian dan memperoleh pendapatan Rp. 1,3 milyar per tahun.

  1. BUMDesa Tirtonirmolo

BUMDes milik warga Desa Kasihan, Bantul ini mengembangkan unit usaha simpan-pinjam. Berangkat tahun 1990 dengan modal Rp. 1 juta dan tambahan modal Rp. 10 juta,  kini simpan-pinjam ini telah mencetak omset Rp. 8,7 milar.

Baca Juga  Desa Harus Genjot Program Pemberdayaan Masyarakat, Siapkah?

Bukan hanya simpan pinjam yang meraksasa, keberadaan sistem perbankan desa ini juga telah mendorong terciptakanya peningkatan ekonomi di kalangan pelaku UMKM di desa itu. Simpan pinjam Tirtonirmolo membuktikan diri mampu mendorong berbagai potensi desa menjadi pendapatan warga.

  1. BUMDes Sejahtera Bleberan

Hanya dalam beberapa tahun air terjun Sri Getuk di Desa Bleberan, Gunungkidul, Yogyakarta, menjadi obyek wisata yang menyedot kunjungan luar biasa. Bak meteor, Sri Getuk melesat menjadi obyek wisata yang mendatangkan pendapatan Rp. 2 milyar setahun. Bukan itu saja, banyaknya kunjungan wisata juga mendorong banyak usaha baru tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat.

Itulah lima jawara BUMDes di Jawa. Desa-desa itu, dengan beragam potensi yang dimilikinya, dengan cara yang unik membuktikan diri mampu menciptakan lompatan besar dengan BUMDes. Bagaimana dengan desa Anda? (aryadjihs/berdesa)

1 KOMENTAR

  1. Selamat dan sukses untuk BUMDes terbaik.
    Tetapi maaf sy mungkin sedikit menyoroti tentang penilaian BUMDES terbaik yang di lakukan baru baru ini. Sedangkan usaha desa ada yg sukses sdh di lakukan sebelum muncul undang undang atau kalimat BUMDES itu sendiri. Artinya kesukseaan tdk 100% hanya berpatok pada kalimat BUMDES.
    Walaupun dlm undang udang no 32 tahun 2004 sdh di atur dan pp no 72 tahun 2005.
    Namun baru banyak berdiri dan ramai berdiri/di dirikan setelah adanya dana desa terutama setelah munculnya undang undang desa no 6 tahun 2014 serta permendes no 4 tahun 2015.
    Dengan demikian BUMDES BUMDES yg baru berdiri akan kesulitan untuk bersaing.
    Tetapi tdk menutup kemungkinan ada salah satu desa yg sdh tergolong sukses semenjak di dirikan kisaran tahun 2015.
    Mohon kategori penilaian lebih pada aspek tersebut di atas. Sehingga kami BUMDES yang baru berdiri bisa berpacu dan bersaing.
    #save_bumdes_majubersama_desatunjungtirto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here