Ina Rachman Berhati Mulia Harus Menjadi Akhlak Seorang Advokat

0
631

Ina Rachman Berbicara mengenai advokat tentu tidak terlepas dari etika (akhlak)nya. Sebab, dalam pembukaan kode etika advokat menyatakan jika advokat merupakan profesi terhormat atau officium mobile. Yang mana memiliki arti ada kewajiban mulia maupun terpandang pada pelaksanaan pekerjaannya.

Dalam ungkapan lain, advokat juga dikenal sebagai pekerjaan yang mengedepankan noblesse oblige yang mana memiliki arti kewajiban untuk berperilaku terhormat atau honorable, berhati mulia atau generous, serta bertanggang jawab atau responsible.

Sehingga, seseorang yang memiliki profesi sebagai seorang advokat tidak hanya harus memiliki perilaku jujur serta memiliki moral yang tinggi. Akan tetapi, juga harus mendapatkan kepercayaan dari publik bahwa seorang advokat akan selalu memiliki perilaku tersebut.

Bagaimana Seorang Advokat Harus Berakhlak

Saat ini, banyak advokat yang mendapatkan banyak kasus. Faktor penyebabnya karena tidak memerhatikan kode etik dan akhlak yang seharusnya dimiliki oleh pengacara. Advokat tersebut telah lupa pada sumpah advokat yang dibacanya di depan pengadilan tinggi.

Integritas advokat juga terletak pada bagaimana caranya memahami poin-poin yang ada pada Pasal 2 Kode Etik Advokat Indonesia yang didalamnya disebutkan “Advokat Indonesia adalah Warga Negara Indonesia yang bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa, bersikap satria, jujur dalam mempertahankan keadilan dan kebenaran dilandasi moral yang tinggi, luhur dan mulia, dan dalam melaksanakan tugasnya menjunjung tinggi hukum, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, kode etik Advokat serta sumpah jabatannya.”

Baca Juga  Peran BUMDes dalam Strategi Pengembangan Desa Wisata

Dalam pasal tersebut menunjukkan bahwa advokat di Indonesia adalah makhluk yang berhati mulia. Serta terhormat karena memperjuangkan kebenaran serta keadilan. Sehingga, advokat diberi kebebasan serta perlindungan hukum.

Advokat yang hebat bukan yang selalu menang dalam menghadapi perkara. Bukan juga advokat yang memiliki banyak klien, serta bukan advokat yang hartanya berlimpah. Akan tetapi, advokat yang baik adalah yang mengamalkan Pasal 2 Kode Etik Advokat Indonesia.

Dalam banyak kasus hukum yang menyeret nama-nama advokat, menyebabkan kehormatan profesi ini menjadi pudar. Untuk mengembalikan kehormatan itu, maka mutlak memerlukan profesionalisme.

Seperti yang dilakukan advokat berhati mulia Ina Herawati Rachman, SH, MH.  Perempuan berjilbab ini tidak hanya menjadi pengacara yang profesional. Melainkan juga sebagai advokat yang berhati mulia. Ina tidak hanya menjalankan dan mengamalkan kode etik profesi dengan baik.

Ina tidak segan-segan memberikan bantuan hukum secara gratis. Padahal, sebagai advokat, memberi bantuan hukum secara Cuma-Cuma pun harus dilakukan dengan sepenuh hati. Sebab, ketika seorang advokat telah menandatangani surat kuasa, maka ia bertanggung jawab secara penuh pada proses hukum klien hingga selesai.

Baca Juga  Standarisasi Pertanian Desa

Jika sampai menelantarkan klien, maupun menanggalkan secara sepihak, izin praktik advokat tersebut dapat dicabut.

Syarat-Syarat Akhlak Seorang Advokat

Ina Rachman merupakan sosok pengacara yang dapat dijadikan panutan. Pasalnya, perempuan ini telah memiliki track record yang baik di dunia hukum. Pada dasarnya, seorang pengacara yang baik dan profesional memang tidak selalu memiliki banyak klien. Akan tetapi, pada kenyataannya, orang-orang akan lebih memilih pengacara yang profesional. Sehingga, pengacara profesional akan selalu dimintai bantuan oleh banyak orang.

Ina Rachman adalah sosok dimana terpadu akhlak dan profesionalitas advokat yang baik. Untuk itu, banyak yang mempercayakan urusan hukumnya pada perempuan kelahiran Singapura ini. Nah, saat ini, Ina memegang kurang lebih 9 jabatan di perusahaan besar di seluruh Indonesia. Salah satu jabatan terpentingnya adalah menjadi owner dan managing partner di firma hukum Ina Rachman-Mulyaharja & Associates serta Maestro Patent International. Ina juga tercatat sebagai lawyer untuk APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia).

Beberapa syarat akhlak yang harus dimiliki seorang pengacara supaya dapat seperti Ina Rachman adalah:

  1. Mengetahui hukum-hukum
  2. Adil dan terpercaya
  3. Menghormati majelis pengadilan
  4. Memenuhi panggilan mahkamah pengadilan
  5. Menjunjung tinggi kejujuran
  6. Mencurahkan tenaga sepenuhnya
  7. Menjaga rahasia
  8. Mempunyai kantor yang mudah diketahui
Baca Juga  Ina Rachman, Dermawan Adalah Kunci Sukses Bagi Siapa Saja

Demikian pembahasan mengenai bagaimana seorang advokat harus menjunjung tinggi akhlak dan berhati mulia. Contoh nyatanya ada pada Ina Rachman. Kepandaian, kharisma, dan juga kejujurannya mengantarkan pada sebuah kesuksesan di bidang hukum.

Setiap advokat harus memiliki semua siat baik yang ada pada pengacara profesional ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here