Gernas BBI, Usaha Pemerintah Mendorong UKM & UMKM

0
17

Pertumbuhan UKM dan UMKM di Indonesia tiap tahunnya terus naik dengan signifikan. Produk-produk dari mereka pun juga makin membanjiri pasaran di Indonesia. Sayangnya disaat mereka sedang di proses yang baik menuju tumbuh maksimal, badai pandemi COVID-19 datang menghajar. Tak ayal banyak UKM yang kesulitan untuk menjual produknya bahkan tak sedikit yang harus menyerah dan gulung tikar.

Untuk membantu memulihkan ekonomi UKM dan UMKM ini, Pemerintah menggagas sebuah program. Program itu bernama Gernas BBI yang berasal dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. Program ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Mei lalu, bertujuan mendorong mesyarakat untuk membeli produk-produk buatan UMKM dan ultra mikro lokal, untuk mendukung keberlangsungan bisnis sektor itu selama pandemi virus korona.

Melalui Gernas BBI Pemerintah akan mempersiapkan transformasi ekonomi menuju digitalisasi. Hal ini bertujuan untuk para pelaku ekonomi agar dapat menyasar ke pasar yang lebih luas.

“Pemasaran produk UMKM secara online diharapkan mampu menciptakan multiplier effects yang memberikan manfaat lebih besar dan lebih luas lagi bagi para pelaku UMKM sehingga mampu menyumbang pada peningkatan kesejahteraan dan perekonomian nasional,” harap Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin di Acara Puncak Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia secara daring Jumat (18/06).

Baca Juga  Usaha Rumahan Bikin Roti, Dapat Duit Urusan Rumah Tetap Rapi

Selain itu Pemerintah melalui Gernas BBI ini mempunya target tinggi terhadap pertumbuhan UKM dan UMKM ini. Dari sisi jumlah, Pemerintah menargetkan pada tahun 2022 akan ada total 30 juta artisan (IKM, UKM, dan UMKM) yang ada di indonesia. Lalu Pemerintah juga mendorong proses digitalisasi dengan target 32 juta UMKM yang sudah fasih dalam pemanfaatan perangkat digital dalam proses usahanya.

“Kita punya target sampai 2024 itu ada 32 juta UMKM untuk masuk di sistem digital,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Aceh, dilansir Antara, Rabu (8/9/2021).

Untuk mendukung segala proses digitalisasi tadi, maka penyediaan infrastruktur telekomunikasi dan informasi menjadi hal mendasar dan mutlak untuk dipenuhi. Pemerintah menargetkan pada tahun 2023, internet dapat dinikmati seluruh wilayah Indonesia.

“Melalui Proyek Strategis Nasional, dengan membangun jaringan backbone fiber optic Palapa Ring, dan Proyek Satelit Multifungsi Pemerintah diharapkan pada tahun 2023, seluruh wilayah Indonesia sudah terjangkau internet,” ucap Wapres seperti dikutip dari situs Wapres.

Baca Juga  Mari Mencicipi Kopi Gayo, Salahsatu Produk Indonesia Terbaik di Dunia

Jaringan koneksi internet di seluruh wilayah Indonesia, didukung dengan digitalisasi pemasaran, Wapres berharap produk lokal mampu menembus pasar nasional dan bahkan pasar global.

“Dalam era digital ini, UMKM juga harus memanfaatkan platform digital termasuk media sosial untuk mendukung perkembangan usahanya, serta mempermudah akses pada pembiayaan, distribusi dan pemasaran produknya,” tegas Wapres.

Banyak harapan Pemerintah dari program ini. Pemerintah berharap Gernas BBI ini akan menjadi titik bangkit UKM dan UMKM di Indonesia.

Referensi

https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/gernas-bbi-dengan-pemasaran-digital-diharapkan-bantu-umkm-tumbuh-besar/Kemenkeu 

https://sumut.suara.com/read/2021/09/08/155446/32-juta-umkm-ditargetkan-masuk-pasar-pasar-digital-pada-2024

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here