Gemuknya Keuntungan Penggemukan Sapi bagi BUMDes

0
5174

Berdesa.com – Idenya sederhana tetapi membahana, itulah unit usaha penggemukan sapi yang dilakukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ini jenis usaha yang sudah sangat dikenal masyarakat, menggunakan materi-materi lokal sebagai pakannya dan bisa dilakukan dengan baik oleh warga lokal juga. Hanya butuh beberapa bulan saja untuk mendapatkan hasil yang besar dari usaha ini.

Contoh pertama kesuksesan BUMDes dalam unit usaha penggemukan sapi adalah BUMDes Bersama dari Wonogiri Jawa Tengah, BUMDes Bersama Lenggar Bujo Giri berhasil memperoleh keuntungan hingga 437 juta dengan penggemukan sapi sebanyak 180 bantuan Kementerian Desa. Tidak hanya sukses dalam penggemukan sapi, BUMDes Bersama ini juga mengembangkan usaha dengan membuat pakan sapi sendiri. Keberhasilan ini membuat mereka menjadi proyek percontohan nasional.

Contoh Kedua dari BUMDes Nglegi, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta adalah salahsatu yang mengembangkan unit usaha ini. Menggunakan dana APBD 2016, desa ini memodali usaha penggemukan sapi dengan nilai Rp. 60 juta. Unit usaha yang dibentuk atas rembugan seluruh warga ini mulai digenjot awal 2017. Kenapa memilih penggemukan sapi?

Baca Juga  Juru Tikam Wisata Desa Lamalera

Kepala Desa Nglegi Aripin, SH mengatakan, penggemukan sapi dipilih karena desa ini memiliki potensi berupa kandang sapi yang siap digunakan dan memiliki banyak tenaga kerja yang siap menjalankan usaha ini. “Kami memprohgram proses penggemukan bakal berjalan dalam enam bulan. Setiap enam bulan sekali kami menjual sapi yang kami gemukkan,” katanya. Hasil dari penjualan akan dibelikan pagi sapi yang siap digemukkan dan sapi itu diberikan kepada warga desa yang siap memelihara.

Nglegi memulai pada Maret 2017 dengan 5 (lima) ekor sapi. Hanya dalam 4 bulan saja penjualan lima sapi itu menghasilkan keuntungan Rp. Maret 2017 lalu, dengan 5 (lima) ekor sapi selama 4 bulan mendapat keuntungan dengan pembagian 60 persen untuk peternak dan 40 persen untuk BUMDes, maka BUMdes mendapatkan 40% x 10.475.000,- = Rp 4.190.000,- (empat juta seratus sembilan puluh ribu rupiah) dalam 5 bulan. Sisanya diputar lagi untuk membeli menambah sapi dan diberikan pada warga yang siap memelihara.

Warga yang masuk dalam programini adalah warga yang telah memiliki kandang dan lahan untuk pakan serta dianggap cukup bertanggungjawab memelihara hewan ternaknya. Pembagian keuntungan 60:40 diberlakukan sehingga dua belah pihak mendapatkan keuntungan yang menarik. Sejauh ini proses penggemukan berjalan lancar dan setiap enam bulan BUMDes mendapatkan keuntungan sekaligus menguntungkan warga.

Baca Juga  Beberapa Tantangan Desa Menggunakan Dana Desa

Aripin mengungkapkan, saat ini program itu masih dalam tahap ujicoba namun kalau respon masyarakat desa kuat maka BUMDes siap menggelontorkan modal penyertaan untuk mengembangkan program ini. Sejauh ini, usaha penggemukan ini mampu menjawab kebutuhan pendapatan sampingan warga masyarakat karena hasilnya bisa dengan cepat dinikmat dan relative lebih mudah. Pakan alami juga banyak terdapat di desa ini.

Berbagai keuntungan ini membuat usaha penggemukan sapi bisa menjadi salah satu alternatif unit usaha BUMDes. Proses penggemukan yang hanya hitungan bulan dengan keuntungan yang tinggi dan tentu saja warga desa sudah tidak asing lagi dengan urusan ternak sapi, dan saat ini untuk mengurangi resiko kegagalan usaha ternak sapi sudah ada asuransi sapi yang akan menanggung kerugian akibat kematian maupun ternak yang dicuri. Banyak sekali kan efek baiknya. Jadi, kenapa tidak dicoba saja? (berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here