Dua Model BUMDes Hebat, Pilih yang Mana?

0
4352

BERDESA.COM – Mana yang lebih penting, menciptakan BUMDes yang mampu mencetak uang dengan jumlah yang besar dan itu jelas tidak mudah atau menciptakan usaha yang mampu mengatasi masalah sosial desa dan memberikan banyak keuntungan sosial sehingga warga desa terdongkrak kesejahteraannya alias BUMDes yang lebih mendatangkan keuntungan benefit.

Dari beberapa pertemuan dengan para pegiat desa yang membahas pengembangan BUMDes, beberapa kepala desa menyatakan kebingungan mereka terhadap target pencapaian BUMDes untuk desa mereka. Fakta di lapangan, jangankan menciptakan produk unggulan penghasil rupiah, bahkan mendirikan BUMDes saja mereka masih berproses. Sementara kabar yang terus beredar adalah, BUMDes yang hebat harus menghasilkan banyak rupiah.

Ukuran keberhasilan BUMDes yang berdasarkan pendapatan rupiah keruan membuat keder banyak desa. Soalnya, sungguh tidak mudah membangun lembaga usaha yang mampu dengan cepat menjadi mesin rupiah. Kecuali desa itu memiliki anugerah alam yang hebat seperti Desa Ponggok dengan mata air alami-nya atau Desa Nglanggeran dengan Gunung Purba-nya yang luar biasa itu. Apa pilihan lainnya?

Baca Juga  BUMDes Ber-Omzet Rp. 500 Juta Terus Meningkat

Sebagai lembaga yang berfungsi menjadi lokomotif ekonomi desa, ukuran keberhasilan BUMDes tidak harus dalam bentuk pendapatan rupiah dengan jumlah mencengangkan. Selain tidak mudah, hal itu juga mempersyaratkan berbagai kesiapan dan kemampuan SDM. Sedangkan sebagian besar desa di Indonesia, sudah ditinggalkan para pemuda terbaiknya karena telah memilih hidup di kota yang lebih menjanjikan.

Kalaupun masih ada sekelompok pemuda yang memiliki kualifikasi yang memadai, belum tentu para pemuda itu tertarik pada BUMDes yang dianggap masih mahkluk baru dalam jagat ekonomi desa-nya.  Belum lagi berbagai masalah sosial yang harus dihadapi BUMDes pada saat lembaga ini didirikan. Pendeknya, menciptakan BUMDes yang bisa menghasilkan uang besar dalam waktu yang pendek jelas tidak gampang. Lalu apa yang harus dilakukan?

BUMDes Amarta Pandowoharjo Sleman punya strategi yang unik namun jitu. “ Tak mungkin menciptakan keuntungan profit secara cepat. Jangankan BUMDes, perusahaan swasta-pun pasti butuh waktu untuk mencapai itu. Jadi kami memilih pendekatan yang berbeda,” kata Agus Setyanta, Direktru BUMDes Amarta.

Baca Juga  Apa Saja Syarat Pendirian BUMDes?

Amarta memilih mengelola sampah di desanya. Soalnya sampah desa tidak bisa diatasi secara individual di desa. Sampah juga bukan komoditas yang menarik sebagai peluang usaha bagi kebanyakan orang. “ Yang terpenting BUMDes harus membuktikan dirinya ada dan mampu mengatasi suatu persoalan sosial. Hal itu akan membangun kepercayaan masyarakat terhadap BUMDes,” kata Agus mengenai langkah yang diambil BUMDes-nya. Langkah ini juga banyak dilakukan desa lain dan rupanya cukup berhasil.

Pilihan ini juga diambil Amarta untuk memberdayakan bangunan yang sudah ada sebelumnya. “ Sebenarnya pengolahan sampah sudah dimulai sebelum BUMDes ada. Tetapi kemudian tidak jalan dan bangunannya mangkrak,” imbuhnya. Bangunan itulah yang dimanfaatkan Amarta untuk enjalankan usaha pengolahan sampahnya. Terbukti, hanya dalam beberapa bulan BUMDes ini sudah menyulap bangunan yang tadinya lumpuh itu menjadi produktif dan memiliki kantor yang bersih meski berada di komplek pengolahan sampah yang beraroma khas.

Beberapa desa lain di daerah Kalimantan Timur melakukan hal yang juga sederhana namun mengena. Misalnya, karena sebagian besar warga desanya petani sawit, BUMDes-nya membuka unit usaha penyediaan modal untuk petani, menyediakan bibit sawit sekaligus siap membeli sawit yang dipanen warga. Hal itu dilakukan untuk menjaga harga sawit dari petani tetap stabil. Soalnya, ketika BUMDes mampu mengumpulkan produk sawit dari petani dalam jumlah yang besar, lebih mudah baginya melakukan tawar-menawar harga terhadap pabrik pengolahan sawit.

Baca Juga  Uniknya Pelatihan BUMDesa, Cara Cepat Membangun Desa

Fakta yang terjadi kemudian, BUMDes Amarta menjadi salahsatu BUMDes terkenal seantero Indonesia karena keberhasilannya membangun sistem manajemen yang simpel tapi produktif serta pengembangan usaha yang terstruktur. Pengolahan sampah yang berbau BUMDes ini juga tidak menyurutkan langkah ratusan pegiat BUMDes dari berbagai desa di Indonesia untuk belajar ke sana. Kini Amarta mengembangan diri sebagai pabrik pupuk organik yang telah memiliki pasar yang terus meraksasa. Juga, BUMDes Amarta membuka toko produk desa yang terus mengembang. Bagaimana dengan BUMDes Anda?(aryadji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here