Data Kependudukan Kabupaten Magelang Bisa Diakses Secara Umum?

0
104

Beberapa hari kebelakang, dunia sosial media dihebohkan dengan dijualnya data kependudukan masyarakat Indonesia di sebuah forum internasional. Hal itu membuat resah masyarakat karena mereka takut jika data-data tersebut akan disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Tak lama berselang, kehebohan tentang data kependudukan terjadi lagi. Kali ini berawal dari Pemerintah Kabupaten Magelang yang menyediakan data kependudukan secara umum.

Pemerintah Kabupaten Magelang melalui website mereka di https://www.magelangkab.go.id/ memberikan fitur open data yang jika diakses akan memberi data kependudukan secara transparan. Walaupun data yang diberikan tidak lengkap sepenuhnya, tetapi hal itu membuat publik cemas karena di dalam data tersebut tertera nomor KK dan juga nomor induk kewarganegaraan (NIK). Publik pun bertanya-tanya mengenai urgensi Pemkab Magelang untuk membuka data tersebut.

Jika dikutip dari berita di beritamagelang.com tahun 2018, fitur open data yang ada di webiste Pemkab Magelang bertujuan untuk memudahkan akses bagi masyarakat yang ingin melihat perkembangan yang ada di Magelang. Selain itu, fitur open data juga dijelaskan di website bahwa open data adalah transparasi. Lalu data yang disediakan di fitur tersebut haruslah data yang tersedia penuh, bisa mudah diakses, bentuk file yang bisa dimodifikasi, dan setiap orang dapat mendistribusi tanpa ada diskriminasi.

Baca Juga  Cara Desa ‘Memungut’ Uang dari Warga Secara Sah

Untungnya, setelah hal ini viral dan menjadi perbincangan khalayak umum, fitur opendata.magelang.go.id sudah tidak bisa diakses. Padahal pada hari Minggu, 6 Juni 2021 sekitar pukul 15.00, fitur itu masih bisa diakses dan data-data kependudukan juga masih tersedia.

Belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Magelang mengenai open data ini. Dilihat dari sosial media Pemerintah Kabupaten Magelang pun tidak menyinggung mengenai viralnya kasus open data ini. Sehingga bagaimana tindak lanjut mengenai data-data yang sudah beredar juga belum bisa diketahui.

Masyarakat melalui kicauan-kicauan di sosial media Twitter berharap semoga kejadian ini tidak terulang lagi. Sehingga privasi masyarakat dapat terjaga dengan baik. Selain itu, juga bisa mengurangi spam-spam yang marak terjadi, agar masyarakat dijauhkan dengan hal-hal yang kurang menyengankan mengenai data kependudukan mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here