Cara Mengembangkan Ide Bisnis Melalui Pelatihan Kewirausahaan

0
857
Pelatihan PLAN
Pelatihan PLAN

Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dengan penduduk terpadat di Indonesia. Masalah kependudukan dan perekonomian menjadi salah satu momok yang mengintai dengan jumlah penduduk lebih dari 30 juta jiwa. Banyaknya industri manufaktur yang mendirikan pabrik di Jawa Tengah tidak serta merta mengentaskan Jawa Tengah dari masalah pengangguran selain itu banyak juga masyarakat yang tidak mampu mengembangkan ide bisnis. Tidak hanya itu masalah tenaga kerja anak juga rentan terjadi di daerah-daerah industri Jawa Tengah. Kondisi buruk yang menimpa buruh perempuan juga sangat mungkin terjadi, seperti yang dialami sebagian buruh perempuan di salah satu pabrik es krim yang baru-baru ini mencuat ke publik. Ditemukan ada 15 kasus keguguran dan 6 kasus bayi lahir meninggal dari buruh perempuan di perusahaan itu. Kasus-kasus tersebut tidak terlepas dari beban kerja berlebih yang mesti diemban sebagian buruh perempuan ketika tengah hamil.

Menengok banyaknya permasalahan yang mungkin saja terjadi, Yayasan PLAN International Indonesia melalui Micro Entrepreneurship Develompent (MED) Go Invest in Real Life (GIRL) Project mendorong pemuda pemudi usia 18-29 tahun untuk melek usaha melalui pelatihan untuk mengembangkan ide bisnis. Hingga saat ini MED-GIRL Project telah dilakukan di 5 titik sasaran yaitu di CV Decorus, CV Mebel International, Desa Gunung Payung, Desa Purwosari, dan SMK PL Tarcisius, ke 5 lokasi ini berada di Kota Semarang dan Kabupaten Temanggung. Selama 4 bulan, 75 peserta diberikan 2 kali pelatihan dengan materi tentang menemukan ide bisnis yang mungkin dan bisa dijalankan, karena tidak semua ide bisa diimplementasikan dan memiliki market yang luas jadi perlu dilakukan kurasi terkait ide-ide yang muncul. Yang tidak kalah pentingnya adalah Identifikasi Pasar, dari materi ini peserta didorong untuk dapat menganalisa produk dan jasa apa yang dapat diterima pasar. Peserta juga diberikan literasi keuangan guna pencatatan keuangan usaha dan rumah tangga, pencatatan keungan pun dibutuhkan jika usaha mulai berkembangan dan membutuhkan akses perbankan. Diakhir sesi pelatihan Business Model Canvas diajarkan agar usaha yang dijalankan dapat lebih terstruktur dan bisa mengembangkan ide bisnis.

Baca Juga  Hikayat Madu Hutan Kalimantan, Produk Desa Melimpah Muara Samu

Diah Ayu Putri Wibowo salah satu peserta Micro Entrepreneurship Develompent (MED) Go Invest in Real Life (GIRL) Project, kini telah memberanikan diri untuk membangun usaha pengemasan bawang merah goreng. Ide usaha ini muncul ketika ia berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar, banyak ibu-ibu yang mengeluhkan bawang merah goreng yang dibeli sudah melempem tidak renyah lagi sehingga mengurangi rasa. Dari keluhan tersebut Ayu melihat peluang bisnis bawang merah goreng ini, dia mulai mencari produsen bawang merah goreng terdekat dari kediamannya dan merepackaging dengan kemasan standing pouch yang lebih kedap udara agar tidak mudah melempem, dengan bantuan tim PLAN International juga Ayu mendapatkan desain kemasan yang menarik. Saat ini bawang merah goreng yang dikemas ulang oleh Ayu telah dipasarkan ke beberapa toko kelontong dan di drop ke produsen nugget dan sosis, Ayu juga dibantu untuk menerapkan inovasi dengan cara mengubah gaya seperti yang sebelumnya dijelaskan dalam artikel disini . Omzet yang didapatkan Ayu selama 2 bulan menjalankan bisnis bawang merah gorengnya telah mencapai Rp 1.500.000/bulan. Omzet yang cukup baik untuk usaha sampingan yang baru dimulai dalam 2 bulan terakhir. Menurutnya dengan mengikuti serangkaian kegiatan Micro Entrepreneurship Develompent (MED) Go Invest in Real Life (GIRL) Project, Ayu jadi semakin percaya diri ketika bertemu dengan orang untuk menawarkan produknya, selain itu dia juga jadi semakin termotivasi untuk terus mengembangkan bisnisnya. Harapannya suatu saat nanti dia dapat bekerja fulltime di rumah agar bisa mengurus putranya yang masih berumur 2 tahun setiap waktu.

Baca Juga  Jenis Jenis UMKM yang Paling Banyak Dijalani di Indonesia

Yayasan PLAN International Indonesia (https://plan-international.or.id/) mengharapkan diakhir program Micro Entrepreneurship Develompent (MED) Go Invest in Real Life (GIRL) Project semua peserta minimal sudah memiliki tekad dan semangat untuk membangun bisnis. Selain mereka dapat menularkan pengetahun yang didapat dari program ini kepada kawan-kawan sebayanya. Harapan lebih besarnya Yayasan PLAN International Indonesia dapat mengurai masalah pengangguran dan eksploitasi buruh yang terjadi dengan menciptakan entrepreneur-entrepeneur baru.

 

Penulis: Shavira Novi Safitri
Editor: M. Taufik Ridho

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here