Cara Memulai Bisnis Online dengan Modal Kecil

0
155
Bisnis Online

Bagaimana tahapan memulai Bisnis Online tapi dengan modal kecil? Sebenarnya banyak cara. Namun kendalanya, justru semakin banyak cara, semakin bingung pula. Mau mulai dari mana.

Artikel ini akan membahas langkah demi langkah, untuk memulai usaha rumahan online yang punya prospek menjanjikan. Bisa dikembangkan jauh lebih besar, menjadi bisnis yang profit dan sustainable.

Kira-kira harus bagaimana dulu? Yuk, kita simak bareng-bareng.

Mau Jadi Reseller, Dropshipper, atau Jual Sendiri?

Langkah pertama yang harus Anda lewati, ialah memilih di antara 3 pilihan: reseller, dropshipper, atau jual produk sendiri.

Reseller

Artinya, Anda menjual kembali produk dari supplier besar dengan potongan harga. Syaratnya, biasanya Anda diharuskan membeli produk supplier dalam jumlah tertentu.

Misalkan, 12 pcs atau 1 lusin. Barulah, nanti Anda mendapat potongan harga sesuai kesepakatan.

Kelebihan reseller → potongan harga lebih tinggi.

Kekurangan reseller → modal di awal lebih besar karena harus stok barang, risiko tidak laku juga tinggi.

Dropshipper

Artinya menjualkan produk milik supplier tanpa harus stok di awal. Jadi, Anda hanya bermodalkan marketplace atau akun sosmed untuk memasarkan produk.

Harga dropshipper biasanya juga sudah dipotong. Kalau ada order, Anda meneruskan data konsumen ke supplier. Barang dikirim oleh supplier.

Baca Juga  Cara Dan Syarat Perpanjang STNK CV, PT, & Yayasan

Kelebihan dropshipper → risiko produk tidak laku rendah, tidak akan rugi. Modal sedikit.

Kekurangan dropshipper → potongan harga lebih rendah (dibanding reseller).

Jual Produk Sendiri

Artinya Anda sudah punya produk yang siap dijual. Produk apapun itu, hasil buatan Anda sendiri. Standar produknya masih produksi rumahan, atau kalau menurut BPOM, disebutnya P-IRT.

Kelebihan jual produk sendiri → bisnis bisa berkembang jadi lebih besar, keuntungan ditentukan sendiri, punya brand sendiri.

Kekurangan jual produk sendiri → risiko rugi dan barang tidak laku cukup tinggi, butuh riset dan keahlian membuat produk, butuh keterampilan saat memasarkan produk.

Tentukan Ide Usaha yang Anda Minati

Kalau Anda sudah menentukan mau jadi reseller, dropshipper, atau jualan produk sendiri; kini saatnya menentukan ide usaha yang akan ditekuni.

Ide usaha bisnis online yang peluangnya bagus dan modalnya tidak terlalu besar, antara lain:

Kuliner

  • Makanan Frozen.
  • Snack Ringan.
  • Sambal Varian Rasa.

Fesyen

  • Hijab Bergo.
  • Jam Tangan Kerajinan.
  • Baju Thrift (Bekas).

Digital

  • Penulis Konten.
  • Desain Grafis.
  • Admin Medsos.

Jual dan Promosi di Marketplace

Saat semuanya sudah siap, kini giliran Anda mulai jualan. Gelar lapak Anda di pasar online seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak untuk mendapat orderan pertama.

Semuanya sama saja. Anda bisa pakai ketiga marketplace tersebut untuk mempromosikan barang jualan Anda.

Terpenting, perhatikan detail dari tiap marketplace. Seperti berikut ini:

  • Shopee → Daftar program promo Gratis Ongkir Xtra. Berikan voucher untuk menambah daya tarik. Gunakan fitur Naikkan Produk.
  • Tokopedia → Daftar merchant untuk fitur lebih lengkap. Manfaatkan juga program Bebas Ongkir dan fitur Naikkan Produk.
  • Bukalapak → Tambah voucher dan diskon menarik. Percantik lapak dengan dekorasi. Gunakan fitur Push untuk menaikkan produk.
Baca Juga  Dari 60 Juta, Baru 3,97 Juta UMKM Bermain Online

Selain itu, Anda juga harus memperbagus hal-hal berikut ini:

  • Judul Produk. Buat judul yang singkat dan jelas, memuat “Merek + Tipe + Spek + Ukuran”.
  • Deskripsi Produk. Buat deskripsi selengkap mungkin. Mulai dari benefit, spesifikasi, bahan, warna, ukuran, hingga video produk.
  • Foto Produk. Buat foto yang jelas dan kontras. Latar belakang yang direkomendasikan adalah warna putih bersih.

Pelajari FB & IG Ads

Untuk menambah jangkauan promosi, gunakan iklan Facebook dan Instagram. Kedua platform ini cukup efektif untuk menjaring calon pelanggan.

Beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum memulai iklan adalah sebagai berikut:

  • Akun Facebook yang aktif dan verified.
  • Halaman Facebook dengan info lengkap.
  • Gambar post untuk materi promosi.
  • Caption yang persuasif (copywriting).
  • Kartu kredit verified (Mandiri) atau kartu Jenius (BTPN).

Jika hal tadi sudah disiapkan, Anda tinggal mengatur iklan. Aspek yang perlu Anda perhatikan:

  • Objektif → apakah untuk awareness, engagement, hingga meningkatkan penjualan.
  • Audiens → lokasi, usia, gender, hingga kesukaan mereka.
  • Penempatan → Facebook (post), Instagram (post & IG stories).
  • Anggaran → bisa per hari, atau sampai modal dihabiskan.
  • Penjadwalan Iklan → bisa langsung sekarang, atau di-schedule.
  • Tipe Iklan → format iklan (post, karosel, video, slideshow), teks (caption).
Baca Juga  Cara Cek Resi Online Lewat Aplikasi dan Situs Web

Kalau sudah, Anda tinggal melakukan pembayaran. Sebagai saran saja, apabila untuk memulai, cukup terapkan budget Rp10.000 per hari.

Buat Toko Online Sendiri

Langkah terakhir, apabila Anda ingin serius untuk menekuni bisnis online: bangun toko online brand Anda sendiri.

Toko online berarti aset bisnis yang sangat bisa diandalkan. Ia bisa dikelola secara penuh, dikembangkan kontennya, hingga mendatangkan banyak pengunjung yang berpotensi menjadi pelanggan setia.

Hal-hal yang perlu Anda perhatikan saat membangun toko online adalah sebagai berikut:

  • Bangun toko online menggunakan platform WordPress karena lebih aman dan teroptimasi.
  • Pelajari SEO → metode untuk menaikkan peringkat website saat pengunjung mengetik suatu kata kunci yang relevan.
  • Pelajari Email Marketing → metode untuk mengumpulkan calon pelanggan potensial yang bisa menjadi loyal dengan brand Anda.
  • Pelajari Copywriting → metode untuk menarik perhatian pengguna yang mengakses toko online Anda supaya terkesima dan memutuskan untuk melakukan pembelian sekarang juga.

Nah, itu dia tadi, langkah demi langkah untuk membangun bisnis online dengan modal yang kecil.

Modal kecil artinya, Anda harus mulai dari nol dengan memanfaatkan fasilitas gratis. Untuk promosi, gunakan marketplace. Apabila sudah ada penjualan dan angkanya stabil, coba untuk beriklan.

Begitu seterusnya, sampai omzet bisnis melejit dan siap untuk membangun komunitas lewat toko online dan forum.

Baik, itu dulu ya. Semoga membantu 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here