Budidaya Tanaman Hias, Antara Hobi dan Menumpuk Pundi-pundi

0
1155

Dewasa ini, kegiatan budidaya tanaman hias tengah menjadi tren. Adanya anjuran untuk di rumah saja, membuat kegiatan ini ampuh untuk mengusir rasa bosan. Tak heran jika semakin hari, semakin banyak penjual tanaman hias dadakan, sebagai penyeimbang atas permintaan yang terus bertambah.

Ada banyak keuntungan dalam budidaya tanaman hias. Selain rasa bahagia saat melihat tanaman-tanaman itu tumbuh dan berkembang biak, juga bermanfaat bagi alam.

Seperti yang diketahui, bahwa tumbuhan —termasuk tanaman hias, akan memproduksi oksigen dan menyerap karbon dioksida yang Anda keluarkan. Hal ini tentu akan berdampak pada udara yang semakin segar.

Tak hanya itu, dengan membudidayakan tanaman hias, artinya Anda telah turut serta dalam menjaga atmosfer bumi melalui penghijauan. Bahkan bagi tanaman hias dengan akar tunggang yang menghujam akan mampu menjaga tanah agar tidak terkena erosi.

Selain manfaat, keindahan tanaman hias yang memukau mampu membuat suasana hati menjadi lebih baik. Karena itu, banyak orang yang memilih budidaya tanaman hias sebagai hobi. Tujuannya, tentu agar bisa tetap happy meski di rumah saja.

Peluang Usaha Budidaya Tanaman Hias

Banyaknya permintaan tanaman hias, membuat harganya melonjak. Dari mulai puluhan ribu hingga puluhan juta. Tak jarang harga yang dibandrol dihitung berdasarkan jumlah daun yang tersemat. Karena itu banyak orang yang melanjutkan hobi budidaya tanaman hias dengan menjualnya sehingga bisa menjadi usaha yang beromzet besar.

Baca Juga  Peluang Usaha Desa yang Mampu Membuat Desa Tidak Ketinggalan Jaman Lagi        

Namun, sebaiknya jangan memulai usaha ini hanya karena tergiur dengan harga jualnya yang tinggi. Anda juga perlu melakukan banyak hal untuk membuat tanaman Anda bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai usaha tanaman hias.

  1. Baca Tren Pasar

Berdasarkan fluktuasi harga tanaman hias di tahun-tahun yang lalu, tren harga yang tinggi pada suatu jenis tanaman tidak akan berulang dua kali. Oleh karena itu, Anda harus pandai-pandai melihat peluang. Apakah model dan motif ini akan laku atau tidak. Jika ingin aman, Anda bisa memilih tanaman hias yang memiliki peluang jangka panjang, alih-alih membudidayakan jenis tanaman yang sedang naik daun. Seperti bunga mawar, melati, atau jenis sukulen.

  1. Perhatikan kebutuhan matahari

Seperti yang diketahui, tidak semua tanaman cocok diletakkan di bawah sinar matahari langsung. Beberapa tanaman tidak bisa mengeluarkan kekhasannya atau bahkan layu dan mati. Alih-alih mendapatkan untung, Anda malah akan merugi.

Umumnya, ada tiga kategori kondisi paparan matahari. a) Tempat teduh, tempat dengan paparan sinar matahari yang kurang. Biasanya terjadi di rumah-rumah susun atau perumahan yang dikelilingi gedung-gedung tinggi. Tanaman yang cocok untuk tempat seperti ini adalah srigading, bambu-bambuan, suplir, rumput payung, bromelia, palem parlor, dll.

Baca Juga  Asyiknya Menjadi Desapreneur, Membangun Desa Mendapat Penghasilan Pula (Bagian I)

b) Tempat dengan cahaya sedang, tanaman yang cocok adalah jenis begonia, wijaya kusuma, bira, alocasia, dll. c) Tempat dengan sinar matahari langsung, sehingga cocok digunakan sebagai tanaman eksterior. Terdiri dari jengger ayam, bayam merah, bougenville, sukulen, dll.

3. Penggunaan pot yang tepat

Proses tumbuh kembang tanaman berhubungan erat dengan media tanam. Jika tanaman diletakkan di dalam pot, maka usahakan untuk menggunakan pot yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman. Pot yang terlalu kecil tidak akan memiliki unsur hara yang cukup memenuhi kebutuhan tanaman.

Mungkin tanaman Anda tetap akan hidup. Namun, akan terlihat kurus dan daunnya tidak rimbun. Sudah pasti hal ini akan mengurangi estetikanya. Pot yang terlalu besar, juga akan membuat pot terlihat kosong dan kemungkinan ditumbuhi gulma lebih besar.

Selain besar kecilnya pot, bentuk, bahan, dan warna pot juga mempengaruhi estetika sebuah tanaman hias. Apalagi jika tanaman itu diletakkan di dalam ruangan. Agar tanaman Anda terlihat lebih menarik, ada baiknya untuk mencari referensi pot unik. Anda bisa membelinya di toko-toko gerabah, marketplace, atau sosial media.

  1. Lakukan pemeliharaan

Sama seperti tumbuhan lainnya, tanaman hias juga membutuhkan pemeliharaan. Penyiraman dua kali sehari dengan jumlah yang cukup, akan membuat tanaman Anda bisa tumbuh dengan baik.

Baca Juga  Budidaya Tanaman Hias Yang Sedang Ngetrend Untuk Pemula

Pemupukan dengan pupuk NPK, penyemprotan dengan fungisida dan insektisida juga perlu dilakukan agar tanaman Anda senantiasa sehat, terhindar dari jamur dan hama tanaman. Jangan lupa juga untuk mencabuti gulma yang tumbuh hara unsur hara di dalam media tanam Anda tidak terbagi.

Jika tanaman Anda sudah habis masa berbunganya —sudah kering, maka lakukan pemangkasan. Misalnya pada jenis bunga krisan. Tak banyak orang yang tahu, jika bunga krisan telah selesai berbunga, maka seharusnya dipotong pendek saja. Nantinya bunga akan kembali tumbuh bahkan akan semakin banyak. Jika dibiarkan tidak dipangkas, bunga krisan tidak akan kembali muncul dan daunnya akan semakin rimbun.

Begitu pula dengan tanaman lainnya, Anda juga perlu memangkas bagian tanaman Anda yang sudah kering agar tidak semakin menjalar.  Jika bunga dan daun terlalu banyak juga perlu dipangkas beberapa agar bunga yang tumbuh bisa membesar dan terlihat indah.

Itulah beberapa tip dalam usaha budidaya tanaman hias. Setiap usaha pasti membutuhkan effort lebih agar bisa berhasil. Karena hal inilah yang membuat nilai jual dari produk Anda meningkat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here