BUMDes Mulai Mengurangi Urbanisasi

0
898

BERDESA.COM – Jika tahun lalu masih berkutat pada wacana pendirian BUMDes, kini BUMDes mulai menunjukkan kekuatannya. Salahsatunya, BUMDes mampu mengurangi arus urbanisasi yang selama ini dianggap satu-satunya jalan menuju kehidupan ekonomi lebih baik bagi warga desa.

Urbanisasi alias berbondong-bondong pergi ke kota untuk mendapatkan kehidupan lebih baik adalah salahsatu faktor yang mengakibatkan desa kehilangan SDM handal. Soalnya, urbanisasi umumnya dilakukan anak-anak muda produktif dan berpendidikan tinggi. Akibatnya, desa kehilangan potensi memajukan dirinya karena para penghuni desa hanya tinggal kalangan usia lanjut dan anak-anak saja. Bagaimana BUMDes bisa menghadang arus urbanisasi?

Awalnya BUMDes memang belum menunjukkan daya tariknya. Soalnya, selama ini desa dianggap tidak memiliki peluang untuk membangun kehidupan ekonomi yang menjanjikan bagi anak-anak muda. Sangat bisa dimaklumi, soalnya desa memang tidak memiliki peluang sebanyak dikota, khususnya dalam menyerap angkatan kerja.

Tetapi kini, setelah BUMDes mulai berdiri, banyak peluang baru bermunculan di desa. Dengan dukungan dana desa kini desa bisa menciptakan tumbuhnya berbagai pilihan baru bagi anak-anak muda membangun hidupnya di desa. Dukungan dana desa, begitu dikelola BUMDes, sangat mungkin bakal menjadi kekuatan baru bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi desa.

Baca Juga  Usaha Bank Sampah Gemah Ripah

Berkat BUMDesa yang mulai bertumbuhan di seluruh desa se-Indonesia, kini desa bukan lagi tempat yang dianggap tidak menjanjikan sebagaimana yang hinggap dalam pemikiran yang hinggap di benak warga selama bertahun-tahun.

Gejolak meningkatnya gairah ekonomi di desa secara nasional ini tak hanya membuat hidup di desa menjadi makin cerah melainkan desa telah menjelma menjadi sebuah lokus ekonomi baru yang mulai berpengaruh terhadap situasi ekonomi nasional.

Desa dengan segala sumber daya yang dimilikinya mulai dilirik banyak pihak terutama para pengusaha besar. Beberapa desa wisata misalnya, mulai didatangi para pemilik modal yang ingin menanam modalnya dengan beragam tawaran. Harga tanah di lokasi-lokasi wisata desa juga melonjak tinggi.

Beragam pekerjaan kini juga bermunculan di desa terutama desa wisata mulai dari pengelola tempat wisata hingga penyelenggara jasa transportasi, penginapan dan lain sebagainya.

Selain dana desa dan BUMDes, salahsatu daya dorong yang kuat adalah kehadiran internet yangs aat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan warga desa. Internet terutama media sosial dengan cepat mendorong berbagai peluang usaha di desa. Desa yang memiliki potensi wisata adalah salahsatu yang sangat terbantu dengan kehadiran sosial media.

Baca Juga  Pelatihan BUMDes Academy 18 - 23-25 Januari 2018 Yogyakarta

Seperti yang terjadi di beberapa desa di Kecamatan Dlingo. Berkat kehadiran sosial media, desa-desa di wilaya ini dengan cepat mengembang menjadi destinasi wisata yang terus dibanjiri pengunjung. Alam desa bergunung-gunung membuat desa-desa di kecamatan ini memiliki banyak spot cantik sebagai obyek wisata. Hanya dalam waktu 3-4 tahun saja kini desa-desa di Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta, menjadi desa yang paling banyak dikunjungi wisatawan, salahsatunya Puncak Becici, salahsatu obyek wisata yang dkunjungi Barrack Obama, beberapa bulan lalu.

Tak hanya desa dengan potensi wisata saja. Penggunaan internet yang positif juga memberikan dorongan yang kuat bagi desa. Banyak pemuda dan warga desa yang kini mampu menciptakan rupa-rupa usaha, salahsatunya jual-beli online. Seperti para tukang kayu di Desa Temuwuh, Dlingo, Bantul. Para pembuat mebel desa yang dijuluki The Carpenter Village ini kini memilih menjual produknya melalui lapal-lapak online ketimbang keliling berbagai kota. Selain sangat murah, penjualan secara online juga membuat persoalan promosi menjadi jauh lebih masif alias merambah area promosi yang jauh lebih luas.

Baca Juga  Begini Seharusnya Hubungan Kepala Desa dengan BUMDesa

Jika dulu anak-anak muda ‘harus’ pergi ke kota kini warga desa itu sudah tak perlu ke luar desa mencari penghidupan. Bahkan banyak warga desa yang dulu meninggalkan kampung halaman, kini justru memilih kembali ke desa. kini bagaimana dengan pemuda di desamu? (aryadji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here