BUMDes Bakal Menjadi Penyalur Bantuan Non Tunai

0
2163

Berdesa.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bakal punya gawean baru yakni menjadi penyalur bantuan non tunai. Sedikitnya 6000 BUMDes dinyatakan telah siap menjadi penyaur. Rencananya, bahan utama yang disalurkan adalah beras dan telur.

Program ini berjalan setelah Kementerian Desa PDTT, Badan Usaha Milik Negara dan Kementerian Sosial melakukan kesepakatan mengenai penyaluran ini. Menteri Desa Eko Putro Sandjojo kepada wartawan mengatakan, saat ini sudah ada 22 ribu BUMDes di seluruh Indonesia tetapi yang dianggap mampu menjalankan tugas ini sekitar 6000 saja. Tetapi jumlah BUMDes penyalur bakal terus bertambah pada 2018 nanti.

Jadi, bagi BUMDes yang desanya memiliki komoditas padi bakal bisa disalurkan melalui program Kemensos ini setelah lebih dahulu dibeli pemerintah. Bagi desa penyalur yang tidak memiliki komoditas beras maka bakal disuplai beras oleh Bulog. Kesepakatan itu telah ditandatangani Mendes Eko Putro Sandjoyo dan Menteri Sosial Kofifah Indar Pariwansa dan Menteri BUMN Rini Soemarni. Kenapa melibatkan BUMDes?

BUMDes dilibatkan sebagai penyalur karena pada 2018 nanti jumlah penerima bantuan sosial bakal bertambah dari 1,28 juta orang menjadi 10 juta penerima. Selama ini distribusi bantuan ini dilakukan sendiri oleh Kemensos. Kementerian sosial memberikan bantuan non tunai beras dan telur untuk membantu masyarakat yang membutuhkan agar mendapatkan kecukupan gizi.

BUMDes juga dilibatkan karena BUMDes memiliki jaringan di seluruh desa di Indonesia. Keberadaan BUMDes bakal sangat membentu penyaluran bantuan karena jaringan BUMDesa memungkinkan pemerintah untuk menjangkau desa paling terpencil sekalipun. Diharapkan pula komoditi yang disalurkan akan berasal dari desa yang dikonsolidasi oleh BUMDes sehingga mempercepat putaran ekonomi di desa.

Pada prosesnya nanti BUMDes bahkan bisa melakukan penggilingan sendiri sekaligus mengemas beras yang bakal disalurkan ke warga desanya. Hal ini bakal menciptakan peningkatan ekonomi lokal dan keterjaminan kualitas produk karena langsung diambil dari desanya sendiri.

Mengenai program bantuan non tunai ini Khofifah Indar Pariwansa menyatakan, Bantuan Pemerintah Non Tunai adalah bagian dari program bantuan sosial beras sejahtera (Bansos Rastra) yang tahun ini menyasar sebanyak 15,6 juta KPM. Dari jumlah itu tersaring 1,28 juta penerima bantuan pangan. Pada Januari 2018 mendatang jumlah penerima bantuan sosial berupa pangan ini bakal mencapai 10 juta KPM. Karena bentuknya bantuan sosial, maka penerima bantuan tak perlu membayar sepeserpun untuk mengganti apa yang mereka terima. Ini berbeda dengan program subsidi, program subsidi masih mengharuskan penerima menggantikan barang meski dengan harga yang jauh lebih murah dibanding harga pasar.(aryadji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here