Budidaya Sapi Perah

0
161

Sapi menjadi hewan yang tidak hanya dimanfaatkan dagingnya saja, namun juga susunya. Seperti yang kita ketahui selama ini, susu sapi memiliki banyak manfaat, misalnya untuk kesehatan tulang dan gigi, kesehatan jantung, mencegah kanker dan mengatasi depresi.

Sapi perah merupakan sapi yang di budidayakan secara masif dan khusus agar dapat menghasilkan susu dalam jumlah besar. Sapi perah sangat efisien karena dapat mengubah makanan ternak berupa konsentrat dan hijauan menjadi susu sapi yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan.

Karena susu menjadi salah satu bahan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat sehari-hari baik dari balita hingga manula. Hal inilah yang membuat permintaan susu sapi di pasaran terbilang tinggi. Oleh karena itu, budidaya sapi perah dapat menjadi peluang usaha desa yang menguntungkan.

1. Pembuatan Kandang

Langkah awal sebelum melakukan budidaya sapi perah adalah pembuatan kandang. Kandang ternak sapi perah dapat dibuat dengan bentuk tunggal ataupun ganda, yang penting sesuai dengan jumlah sapi yang Anda miliki.

Baca Juga  Branding Bisnis : Strategi Menentukan Brand Bisnis Pertanian

Bagian lantai kandang bisa dibuat dari tanah padat atau semen. Anda juga bisa memberi jerami kering agar lantai kandang tetap hangat. Jangan lupa, pastikan lantai kandang harus selalu bersih supaya tidak mudah menimbulkan penyakit.

Ukuran kandang sapi juga harus dissuaikan dengan umur dan ukuran sapi perah dan suhu untuk kandang berkisar antara 25-40 derajat celcius serta tingkat kelembapan 75%. Tempat pakan dan minum lebih baik diletakkan pada bagian luar kandang, tetapi tetap berada dibagian bawah atap kandang.

Tempat pakan juga harus lebih tinggi posisinya agar tidak terinjak-injak dan tidak tercampur dengan kotoran sapi. Sementara untuk tempat minum lebih baik dibuat dari semen dan posisinya juga lebih tinggu dari dasar lantai.

Siapkan juga peralatan untuk membantu Anda memandikan sapi. Lokasi untuk beternak sapi perah bisa dilakukan di dataran rendah (100-500m) maupun dataran tinggi (>500m).

2. Pembibitan Ternak Sapi Perah

Untuk sapi perah betina dewasa syaratnya adalah:

  • Produk susu yang dimiliki tinggi
  • Berumur 3-4 tahun dan sudah beranak
  • Memiliki bentuh tubuh seperti baji
  • Berasal dari keturunan yang memiliki produk susu tinggi
  • Mata bercahaya, punggung lurus, bentuk kepala baik, memiliki kaki kuat dan jarak kaki depan dan belakang lebar
  • Segi pertautan tubuhnya baik, memiliki ambing yang besar, jika diraba akan terasa lunak, memiliki kulit yang halus, vena susunya banyak, panjang serta berkelok-kelok, putting susu tidak lebih dari 4, terletak pada segi empat simetris, dan tidak terlalu pendek
  • Memiliki tubuh sehat dan bukan sumber penyakit menular
Baca Juga  Peluang Usaha Ternak Bebek Petelur Untuk Pemula

3. Pemeliharaan

Untuk bibit sapi perah yang baru dating, ada baiknya di karantina terlebih dahulu untuk mencegah penularan penyakit. Kemudian bibi sapi perah diberi air minum yang sudah dicampuri garam dapur. Timbang dan catat penampilan bibit sapi perah sebelum ditempatkan di kandang.

Jika sapi perah dara yang Anda miliki belum ada yang bunting atau terlihat birahi dalam satu periode, sebaiknya harus Anda sisihkan. Jika sapi yang disisihkan tersebut sudah menghasilkan susu, seleksi kembali menurut produksi susunya.

Ada dua cara perawatan ternak sapi perah, yaitu intensif dan ekstensif. Perawatan secara intensif yaitu sapi-sapi harus dikandangkan, tujuannya agar Anda lebih mudah dalam melakukan pengawasan dan perawatan.

Sedangkan perawatan secara ekstensif atau tidak dikandangkan akan membuat Anda kesulitan dalam melakukan perawatan. Segera obati bibit sapi perah yang sakit, dan bibit yang akan beranak harus dikandangkan selama 1-2 bulan.

Sapi perah harus dimandikan 2 hari sekali. Jangan lupa untuk membersihkan kandang juga. Kotoran sapi bisa Anda pindahkan ke penampungan untuk dijadikan pupuk. Setelah itu, baru Anda bisa melakukan pemerahan susu.

Baca Juga  Rekomendasi Usaha Rumahan, Pesan Antar Makanan

Setelah membersihkan kandang, sebaiknya lantai kandang diberi jerami atau sisa-sisa pakan hijauan dan diganti tiap seminggu sekali. Timbang sapi secara rutin. Bibit sapi perah (pedet) ditimbang seminggu sekali dan sapi dewasa 3 bulan sekali.

Sapi yang baru disapih ditimbang sebulan sekali. Sapi dewasa dapat Anda timbang dengan melakukan taksiran pada lingkar serta lebar dada, panjang tubuh serta tinggi pundak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here