Budidaya Ikan Nila, Berikut ini Panduan Lengkap yang Bisa Anda Ikuti

0
163
Budidaya Ikan Nila

Pada kesempatan kali ini akan membahas secara detail bagaimana cara budidaya ikan nila mulai dari menyiapkan tambak ikan nila, pemilihan benih ikan nila, pembenihan, perawatan ikan, pengendalian hama penyakit, dan cara memanen ikan nila dengan baik agar meningkatkan hasil panen ikan nila.

Dari segi budidaya, budidaya ikan ini memang cukup menguntungkan, karena budidayanya, perawatannya memang cukup mudah, biaya tidak mahal, dan hasil panen yang sangat  menguntungkan.

Ikan nila termasuk ikan omnivora atau pemakan segala. Pada umumnya pakan ikan nila terdiri dari plankton dan tumbuhan air yang mengelilinginya, dengan begitu biaya pakan ikan nila relatif lebih rendah dibandingkan dengan budidaya ikan lainnya.

Jenis Ikan Nila untuk Budidaya

Budidaya Ikan Nila

Tentu ada banyak jenis ikan nila yang bisa dibudidayakan. Setiap jenis ikan nila memiliki kelebihan dan kualitas yang berbeda-beda. Tentunya Anda perlu mengetahui jenis-jenis ikan nila yang berkualitas untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal. Berikut ini referensi dari berbagai sumber jenis-jenis ikan nila yang direkomendasikan untuk budidaya.

  1. Ikan Nila Merah

Jenis ikan nila ini yang paling banyak dibudidayakan. Selain warnanya yang menarik, ikan nila merah memiliki rasa yang sangat gurih dan lezat. Itulah sebabnya banyak rumah makan dan resto yang menggunakan ikan nila merah sebagai menu utama masakannya. Ada juga beberapa jenis nila merah, antara lain nila merah gift , nila merah nifi, dan nila merah larasati.

  1. Ikan Nila Citralada

Jenis ikan nila citralada yang berasal dari thailand, jenis ikan nila ini memiliki manfaat dari segi penampilan fisik. Ikan nila Citralada menghasilkan lebih banyak anakan jantan yang pada umur 4 bulan, mencapai berat 200 gr. Selain memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan mampu menghasilkan telur yang melimpah, ikan nila jenis ini memiliki tekstur daging yang kenyal.

  1. Ikan Nila Srikandi

Persilangan ikan nila hitam betina dan biru jantan ini menghasilkan jenis baru yang disebut Nila Srikandi (Salinity Resistant Improvement Tilapia form Sukamandi). Ikan nila jenis ini mempunyai masa pemeliharaan selama 3-4 bulan sebelum dipanen, dengan bobot 250 gram per ekor.

  1. Ikan Nila Gesit

Ikan nila Gesit (Genetically Supermale Indonesia Tilapia) dikembangkan oleh IPB, BPPT dan BBPBAT pada tahun 2006. Ikan ini merupakan ikan nila gift hasil rekayasa genetika (Genetic Improvement of Farmed Tilapias) dari Filipina. Pemerintah mengimpor ikan nila pada tahun 1994 dan 1997.

Baca Juga  Rahasia Mendapatkan Penghasilan Ketika Membuka Usaha Di Daerah Sepi

Salah satu keunggulan ikan nila gesit adalah mampu menghasilkan ikan nila jantan dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 98 persen. Pertumbuhannya relatif cepat, mencapai 8 cm pada umur 4-5 bulan. Beratnya bisa mencapai 500-600 gram per ekor.

  1. Ikan Nila Nirwana 3

Nila nirwana merupakan hasil persilangan antara nila Gift dan Gesit. Nama lain dari ikan ini adalah nila jenis wanayasa. Lembaga riset ini menjamin pertumbuhan ikan nila  nirwana kedua lebih cepat 15 persen dari yang pertama. Dan saat ini sudah ada ikan nila nirwana 3. Jenis ini paling disukai oleh para peternak.

Cara Budidaya Ikan Nila

Setiap orang memiliki cara masing-masing dalam memulai budidaya ikan nila. Tentunya langkah pertama adalah menyiapkan tempat untuk kolam ikan nila. Untuk lebih lengkapnya simak penjelasan dibawah ini mengenai langkah-langkah budidaya nila dengan tepat dan benar agar menghasilkan panen yang melimpah.

  1. Persiapan Kolam Budidaya

Berbagai jenis kolam dapat digunakan untuk budidaya ikan nila, mulai dari kolam lumpur, semen, terpal, jaring apung hingga kolam air payau. Dari berbagai jenis kolam, kolam tanah paling banyak dimanfaatkan karena cukup mudah untuk dibangun dan murah untuk dibangun.

Baca Juga  UMKM Harus Mencantumkan ini Pada Produk Makanan-Minumannya

keuntungan lain dengan menggunakan kolam dari tanah adalah bisa dimanfaatkan sebagai tempat tumbuh dari berbagai tumbuhan dan hewan yang bisa biasa menjadi pakan alami dari nila. Berkat hal tersebut, dapat menekan biaya pembelian pakan atau pelet buatan.

Untuk mulai membudidayakan ikan nila di kolam tanah, diperlukan beberapa langkah persiapan. Mulai dari pengeringan, pembajakan, pengapuran, pemupukan hingga pengairan.

  1. Pemilihan Benih Ikan Nila

Pemilihan benih merupakan penentu penting keberhasilan budidaya ikan nila. Untuk hasil yang maksimal, gunakan benih ikan jantan. Karena ikan nila jantan tumbuh 40% lebih cepat daripada betina.

Budidaya ikan nila sesama jenis (monosex) lebih produktif dibandingkan budidaya campuran. Karena ikan nila mudah berkembang biak (kawin). Jadi, jika pembudidayaan dilakukan secara campur-aduk, energi ikan akan terpakai untuk bertelur dan berat badan ikan akan terhambat.

Saat ini banyak yang menyuplai benih ikan nila monosex. Jika sulit didapat, benih ikan nila monosex bisa dibuat sendiri.

  1. Penebaran Benih Ikan Nila

Kolam berisi air sedalam 60-75 cm siap ditaburi benih ikan nila. Kepadatan tambak untuk budidaya ikan nila adalah 15-30 ekor/m2. Ukuran benih diasumsikan 10-20 gram/ekor dan akan dipanen 300 gram/ekor.

Sebelum benih ditebar terlebih dahulu harus melalui tahap adaptasi. Intinya benih ikan harus terbiasa dengan kondisi di dalam kolam, sehingga bisa mengurangi resiko ikan akan mati. Caranya, taruh wadah benih ikan nila di dalam kolam air. Biarkan selama beberapa jam. Kemudian miringkan atau buka wadahnya. Biarkan ikan keluar dan pergi sendiri.

  1. Pemeliharaan Ikan Nila

Setelah semua persiapan dilakukan dan benih disemai di dalam kolam, langkah selanjutnya adalah merawat ikan hingga umur panen. Tiga hal penting yang harus Anda lakukan untuk pemeliharaan budidaya ikan nila adalah pengelolaan air, pemberian pakan dan juga pengendalian hama.

Baca Juga  Salamanda Craft : Si Cicak Lokal yang Menyapa Dunia

Untuk pertumbuhan budidaya ikan nila yang maksimal, pantau kualitas air kolam Anda. Kualitas air ditentukan oleh kandungan oksigen dan pH air. Jika memungkinkan, kadar CO2, NH3 dan H2S juga dapat dipantau.

Pengelolaan pakan sangat penting dalam budidaya ikan nila. Biaya pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan nila. Pakan pakan berupa butiran dengan kandungan protein 20-30%. Ikan nila membutuhkan hingga 3% dari berat badan per hari. Pemberian makan bisa dilakukan pada pagi dan sore hari.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ikan nila adalah ikan yang tangguh. Dalam keadaan normal, ikan nila bukanlah masalah besar. Namun jika pembudidayaan ikan mujair dilakukan secara intensif dan masif maka harus berhati-hati dengan resiko penyakit.

Penyakit ikan menyebar dengan sangat cepat, terutama jika menyangkut jenis penyakit menular. Media transmisi biasanya melewati air. Ini memungkinkannya untuk mencapai satu atau lebih area kolam.

  1. Pemanenan Ikan Nila

Waktu yang diperlukan untuk budidaya ikan nila dari benih hingga panen tergantung pada permintaan pasar. Ukuran ikan nila untuk pasar dalam negeri berkisar 300-500 gram/ekor. Diperlukan waktu sekitar 4-6 bulan untuk memelihara ikan nila dari 10-20 gram menjadi 300-500 gram.

Seperti itulah cara budidaya ikan nila yang bisa Anda terapkan jika Anda berminat untuk terjun ke dunia pembudidayaan ikan nila. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, sudah pasti hasil panen yang akan Anda dapatkan akan maksimal. (siapbisnis.net)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here