Budidaya Ikan Lele Dengan Angka Kematian 0,1%

0
160
Budidaya ikan lele

Budidaya ikan lele menjadi alternatif usaha rumahan yang lumayan menghasilkan. Mengingat modal usahanya yang murah, serta caranya yang cukup mudah. Namun, masih banyak orang yang belum berhasil, dan sering kali malah rugi.

Kerugian ini disebabkan oleh banyaknya ikan yang mati, dan juga pertumbuhan yang tidak maksimal. Hal ini disebabkan karena perawatan yang kurang maksimal. Nah, dalam artikel berikut ini, Anda bisa mencoba untuk budidaya ikan lele dengan kematian yang sangat sedikit, hanya 0,1%. Bagaimana caranya dan apa saja yang harus dipersiapkan?

Pahami Dulu Habitat Ikan Lele

Ikan lele merupakan ikan air tawar yang memiliki habitat di arus pelan. Di alam bebas, ikan ini biasa ditemukan di rawa, waduk, telaga, hingga sawah dengan genangan air yang tinggi. Ikan ini sebenarnya punya daya tahan yang kuat, terlihat dari banyaknya ikan lele yang ditemukan di selokan, got, dan kualitas air yang tidak baik.

Lele juga merupakan ikan yang aktif di malam hari. Meski demikian sifat alami itu sedikit berbeda pada ikan lele yang sudah dibudidaya.

Habitat ikan lele ini menjadi pertimbangan dalam membuat kolam ikan lele. Dengan melihat sifat asli lele tersebut, tentunya tidak butuh syarat khusus dalam pembuatan ikan lele. Dengan budget yang kecil, Anda tetap bisa mencoba untuk budidaya ikan di rumah secara mandiri.

Namun, tetap saja saja faktor lingkungan tetap menjadi pertimbangan. Terutama ketersediaan dan kualitas air harus bisa mencukupi untuk masa perkembangan ikan lele.

Persiapan Pembuatan Kolam Lele

Banyak pilihan bagi Anda untuk membuat kolam ikan lele. Seperti kolam dengan alas tanah, terpal, keramba, semen, jaring apung, drum, atau bahkan dengan ember. Semua jenis kolam tersebut bisa Anda sesuaikan dengan kondisi lingkungan Anda dan tentunya budget yang dimiliki.

Baca Juga  Borneo Be, Keindahan Aksesori dan Budaya

Namun secara umum banyak peternak pemula yang menggunakan kolam tanah dan terpal. Untuk persiapan kolam tanah dan terpal berikut caranya.

Untuk persiapan pembuatan kolam tanah ada beberapa tahapan yang harus dilakukan sebelum mulai meletakkan bibit ikan lele. langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Pengeringan dan Pengolahan Tanah

Pengeringan dilakukan agar mikroorganisme yang membawa penyakit pada ikan bisa mati. Tanda ketika kolam sudah kering adalah adanya retakan-retakan pada dasar kolam yang terkena sinar matahari. Retakan-retakan tersebut menandakan kadar air dalam tanah sangat sedikit dan bisa dikatakan bahwa tanah sudah kering.

Setelah itu tanah dibajak agar menjadi lebih gembur. Namun perlu diingat, bagian tanah yang mengandung lumpur hitam harus dibuang, agar nantinya air tidak menjadi bau.

  1. Pengapuran dan Pemupukan

Pemberian kapur ini dilakukan untuk menetralkan kandungan tanah, sehingga pH tanah menjadi netral. Sedangkan pemupukan dilakukan agar tanah pada kolam mengandung berbagai macam mikroorganisme yang dibutuhkan oleh ikan.

Untuk proses ini dibutuhkan kaporit dengan kadar kurang lebih 30pp. Aplikasikan larutan kaporit ini di seluruh permukaan kolam dan diamkan selama 3 sampai 5 hari.

Sedangkan untuk pemupukan dibutuhkan pupuk mikroorganisme sekitar 100 gram dengan dilarutkan dalam 2 liter air. Setelah itu larutan tersebut bisa diaplikasikan ke seluruh permukaan kolam secara merata dan diamkan sekitar 3 jam.

  1. Persiapan Air Kolam dan Penebaran Benih

Untuk langkah ini bisa dilakukan pada kolam tanah dan kolam terpal. Dimana proses ini merupakan proses awal pada persiapan untuk kolam terpal.

Sebelum ditebar benih ikan, kolam diisi air dengan ketinggian sekitar 100 cm. Ketinggian air ini akan membuat sinar matahari tetap bisa mencapai dasar kolam. Setelah itu tambahkan garam krosok sekitar 100 gram/m3.

Baca Juga  Tips Ampuh Jualan Online

Penambahan garam ini akan membuat kolam lebih stabil komposisi kimianya, membuat pH normal, jamur dan bakteri patogen akan terhambat pertumbuhannya, dan mengikat ion nitrit, dan menumbuhkan bakteri yang baik untuk ikan.

Selain itu, ditambahkan pula molases sekitar 100 ml/m3 yang akan menghambat blue green algae, dan meningkatkan nitrogen dan kalsium yang baik untuk bakteri. Ditambahkan pula suplemen organik khusus untuk perikanan sebesar 200 gram/m3.

Setelah itu diamkan kolam tersebut selama 5 hari, hingga kolam ditumbuhi flok yang sangat baik untuk penambahan nutrisi ikan. Ciri-ciri persiapan kolam ini berhasil adalah munculnya warna kuning-hijau kecoklatan. Baru setelah itu bibit bisa ditebar di kolam.

Pemilihan Benih Ikan Lele

Sekarang ini sudah banyak peternak yang melakukan pembibitan secara mandiri. Anda bisa mendatangi berbagai peternak tersebut untuk memilih benih yang siap ditebar dalam kolam. Namun, Anda juga harus tahu bagaimana memilih bibit ikan lele yang berkualitas.

Beberapa ciri benih ikan lele yang berkualitas sangatlah mudah. Yaitu pertama bibit memiliki gerakan yang lincah. Hal ini menandakan bahwa benih lele sehat.

Selanjutnya adalah ukuran panjang bibit tersebut antara 5 sampai 7 cm. Ukuran panjang ini harus seragam dari semua bibit yang akan ditebar di kolam.

Ciri terakhir adalah benih ikan lele tidak memiliki cacat pada bagian tubuhnya. Tidak adanya cacat pada bagian tubuh ini akan membuat ikan bisa tumbuh dengan normal. Selain itu menandakan benih terhindar dari penyakit.

Untuk cara menebarkannya di kolam juga harus hati-hati. Karena benih masih sensitif dan mudah stres. Caranya adalah dengan menyesuaikan terlebih dahulu antara wadah dengan kolam dengan mencelupkan wadah yang sudah dibuka secara perlahan dalam kolam. Usahakan ikan keluar dengan sendirinya dari dalam wadah.

Untuk banyaknya benih yang ditebar adalah 1000 ekor/m3. Jumlah ini menjadi ukuran optimal benih bisa berkembang dengan baik.

Setelah sehari melakukan penebaran, sebaiknya Anda memberikan probiotik pada kolam dengan dosis 5 ml/m3. Probiotik ini akan membuat lele semakin kebal dan tahan penyakit.

Baca Juga  Cara Meyakinkan Keluarga Mengenai Hebatnya Pekerjaan di Dunia Internet

Pemberian Pakan Ikan Lele

Untuk pemberian pakan bisa Anda berikan dengan ukuran sekitar 10% dari berat tubuh ikan. Anda bisa menghitungnya dari perkiraan besar ikan di setiap minggu. Caranya adalah dengan menghitung perkiraan berat ikan dikali dengan jumlah ikan, kemudian dikali 10%.

Anda juga harus menyesuaikan pakan ikan lele sesuai dengan ukuran tubuh ikan. Mulai dari pakan ukuran kecil hingga ukuran besar, sesuai dengan perkembangan ikan setiap minggunya.

Perawatan Kolam Lele

Perawatan kolam dimulai dari pembersihan kolam, penggantian air, dan pemberian probiotik. Ketiga hal ini sangat penting untuk menjaga kualitas air pada kolam tetap terjaga dengan baik.

Pembersihan kolam harus dicek setiap saat. Sehingga tidak ditemukan berbagai macam kotoran yang bisa membawa penyakit pada budidaya ikan lele Anda.

Air kolam juga harus diganti, paling tidak dua minggu sekali. Ketika akan mengganti air, ikan sebelumnya harus dipuasakan terlebih dahulu selama kurang lebih 12 jam. Hal ini ditujukan agar ikan tetap mau makan meski dengan kondisi air yang baru.

Penggantian air bisa dilakukan pada waktu pagi hari atau sore hari. Karena pada waktu-waktu tersebut ikan akan lebih mudah beradaptasi.

Terakhir adalah pemberian probiotik secara rutin. Penambahan probiotik ini akan membuat ikan tetap terjaga kesehatannya, sehingga mengurangi kematian ikan yang cukup besar. Pemberian probiotik bisa Anda lakukan seminggu sekali.

Panen Ikan Lele

Ikan lele dengan pertumbuhan yang normal bisa dipanen sampai kurang lebih 2 bulan. Ukuran ikan pada waktu panen adalah 7 sampai 8 ekor dalam 1 kilogram. Semakin seragam ukuran ikan menandakan baiknya pertumbuhan ikan tersebut.

Itulah cara budidaya ikan lele yang bisa meminimalkan kematian hingga 0,1%. Kuncinya adalah pada perawatan air dan pemberian nutrisi, terutama probiotik. Siapapun bisa melakukannya termasuk Anda. (siapbisnis.net)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here