Budidaya Ikan Hias Air Tawar di Aquarium

0
127
Budidaya Ikan Hias Air Tawar

Mayoritas orang budidaya ikan hias air tawar memang menjadi hobi yang menyenangkan. Mengapa? Karena warnanya yang indah dan bentuknya yang beragam, ikan hias ini sendiri selalu memikat hati setiap orang yang melihatnya.

Meski banyak orang yang hanya membudidayakan ikan hias untuk sekedar hobi, ternyata beternak ikan hias air tawar saja tergolong kegiatan yang cukup menguntungkan. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan karena tak jarang banyak pecinta ikan hias yang rela merogoh kocek hingga jutaan rupiah untuk menambah koleksi ikan hias yang mereka miliki.

Nah, dari sini Anda bisa melihat beberapa peluang menjanjikan untuk penangkaran ikan hias air tawar. Dengan modal yang tidak banyak dan sedikit keterampilan yang dibutuhkan, usaha pembudidayaan ikan hias air tawar terlihat sangat menggiurkan, namun juga dengan potensi penghasilan yang tidak main-main.

Selain itu, alasan lain mengapa budidaya ikan hias air tawar menjadi sumber pendapatan yang menguntungkan adalah karena kegiatan yang satu ini tidak membutuhkan terlalu banyak lahan. Pembiakan ikan hias air tawar, bahkan Anda bisa melakukan budidaya dengan menggunakan akuarium.

Cara Budidaya Ikan Hias Air Tawar

Jika Anda tertarik untuk memulai usaha budidaya ikan hias air tawar. Cara memulainya cukup mudah kok, untuk lebih jelasnya Anda hanya perlu mengikuti langkah-langkah berikut ini.

  1. Mempersiapkan Wadah

Untuk bisnis apapun, terutama yang berhubungan dengan makhluk hidup, menyiapkan lahan yang cukup merupakan salah satu langkah awal yang harus dilakukan. Berbeda dengan budidaya ikan lain yang membutuhkan lahan untuk membuat kolam, pembudidayaan ikan hias air tawar hanya membutuhkan akuarium saja.

Sebenarnya Anda tidak perlu membeli akuarium yang baru yang harganya jutaan. Anda hanya perlu menggunakan barang bekas yang ada dan pastikan tidak bocor, Anda bisa membuat akuarium sendiri. Selain itu, wadah tersebut juga harus memiliki sistem aliran air yang menjaga agar air tetap mengalir.

Baca Juga  Urgensi Pengelompokkan Pasar

Wadah budidaya dapat memiliki fungsi yang berbeda-beda, misalnya untuk pemeliharaan tempat berkembang biak, tempat bertelur, pembenihan, pembibitan, pembesaran dan pemanenan.

Sesuaikan wadah dengan jenis ikan yang dipelihara termasuk tubuh ikan hias itu sendiri. Ikan hias tentunya memiliki ukuran tubuh yang berbeda-beda. Beberapa sangat kecil, yang lain lebih besar. Jangan biarkan ikan hias berukuran besar ditempatkan ikan hias yang tidak dapat ditampung oleh akuarium.

  1. Penyesuaian Wadah Ikan Hias

Seperti yang telah disinggung di poin sebelumnya, ikan hias hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran. Tapi itu bukanlah segalanya. Ikan hias juga memiliki lingkungan hidup yang berbeda, sehingga setiap wadah juga harus disesuaikan dengan lingkungan tempat tinggal masing-masing ikan hias.

Air, suhu, tingkat keasaman (kadar pH), kadar oksigen dan sinar matahari berpengaruh signifikan terhadap perkembangan ikan hias. Oleh karena itu, cari tahu jenis ikan hias apa saja yang akan Anda budidayakan sambil beradaptasi dengan wadahnya sendiri.

Untuk budidaya ikan hias air tawar perlu disediakan air dengan kadar kimia nol, suhu air 24-30 derajat Celcius. Selain itu, kadar keasaman air (pH) harus berkisar antara 6-7, oksigen terlarut> 3 ppm, dan kecerahan berkisar 30-60 cm.

Sumber air bisa didapat dari mana saja, bisa dari tanah, air sungai atau air PDAM. Kedepannya, air yang akan digunakan untuk budidaya ikan hias air tawar harus dibiarkan selama 12-24 jam sebelum digunakan. Hal ini harus dilakukan agar kandungan oksigen terlarut mencukupi dan gas-gas di dalam air hilang.

Untuk mengatur pH, dapat diberikan kapur pertanian atau kapur marun dengan dosis yang cukup agar tidak terlalu asam. Selain itu, air yang digunakan untuk budidaya tentunya akan menurun kualitasnya atau tercemar karena sisa pakan dan kotoran ikan.

Oleh karena itu, bersihkan air secara rutin dengan membuka tabung pembuangan atau menyedotnya hingga 3/4 bagian. Kemudian mengisinya kembali dengan air yang sebelumnya sudah ditampung terlebih dahulu.

  1. Pakan Ikan Hias

Setiap makhluk hidup memerlukan makanan untuk bertahan hidup, termasuk budidaya ikan hias air tawar. Pakan ikan hias terbagi menjadi dua, yaitu pakan alami dan pakan buatan. Pangan alami yang dapat diberikan adalah infusoria, jentik nyamuk, ulat sutera, serangga, katak, dan ikan kecil.

Baca Juga  Budidaya Ikan Nila, Berikut ini Panduan Lengkap yang Bisa Anda Ikuti

Sedangkan untuk pakan buatan, Anda bisa memberi mereka pelet dengan kadar protein yang sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan ikan hias yang Anda budidayakan.

  1. Memilih Calon Indukan Ikan Hias

Cara selanjutnya pembudidayaan ikan hias air tawar adalah dengan memilih calon indukan ikan hias yang akan datang. Dalam proses pemijahan, Anda akan membutuhkan keturunan jantan dan betina yang berukuran besar dan matang (dari segi kelamin).

Untuk mengetahui tingkat kematangan gonad pada ikan hias dapat dilihat dari ciri khasnya. Pada betina, bagian perut akan terlihat tebal ke arah alat kelamin, dan bagian yang terkena akan menjadi lembut dan halus.

Selain itu, alat kelamin juga menonjol dan mengeluarkan telur setelah dipijat. Sedangkan untuk ikan hias jantan jika diurutkan ke alat kelamin akan mengeluarkan sekresi spermanya.

Bibit yang akan datang harus dalam kondisi yang sehat, tidak tertular penyakit dan memiliki keturunan yang baik. Anda bisa membeli breeding stock di tempat budidaya ikan hias atau memproduksinya sendiri.

  1. Pemijahan

Dalam proses pembudidayaan ikan hias air tawar dapat dilakukan dua jenis pemijahan yaitu pemijahan internal dan eksternal. Hal ini dikarenakan tidak semua ikan hias bertelur, tetapi ada juga yang melahirkan, dan setiap proses pemijahan harus berbeda.

Oleh karena itu, untuk mempermudah proses pemijahan, Anda perlu menyiapkan berbagai hal yang dibutuhkan mulai dari media, bahan dan alat lainnya. Ikan hias tidak bisa berkembang biak sendiri. Untuk itu, proses yang harus Anda lakukan adalah menyuntikkan hormon perangsang yang memungkinkan ikan hias bertelur secara alami.

  1. Penetasan Telur

Proses penetasan telur ikan hias bervariasi sesuai dengan jenis ikannya. Namun biasanya telur menetas kurang lebih 24 jam dan berubah menjadi larva. Inkubasi bisa dilakukan di akuarium, kolam permanen, dan corong.

  1. Perawatan Larva

Telur ikan yang menetas berubah menjadi larva. Biasanya, larva akan ditempatkan di akuarium, bak maupun wadah lainnya. Nah, saat sudah menetas hingga berumur sekitar satu minggu, larva tidak perlu diberi makan karena sudah memiliki persediaan makanan sendiri yaitu kuning telur.

Baca Juga  Cepat Kaya Dengan 5 Bisnis Online Di Tahun 2020-2021

Setelah seminggu, mereka bisa diberi makan dengan kutu air, infusoria, ulat sutera, atau jenis makanan lainnya. Akan lebih baik jika larva diberi makan dengan makanan alami.

Bila larva sudah berubah menjadi benih dengan ukuran lebih besar, pakan yang diberikan juga harus berubah. Makanan yang biasa diberi makan bisa berupa serangga, katak, ikan kecil dan pelet. Selain itu, Anda harus tahu bahwa pemberian makan perlu disesuaikan, jika tidak maka akan mempengaruhi kualitas air.

Saat menabur benih usahakan tidak terlalu padat, dan sesuaikan juga dengan lebar substrat yang digunakan. Penebaran benih yang terlalu lebat justru akan menghambat pertumbuhan ikan, sedangkan penebaran benih yang tidak terlalu luas tidak akan efektif atau boros.

  1. Hama dan Penyakit

Dari semua aktivitas yang ada, tidak ada satupun aktivitas yang terlihat aman atau terlindungi dari risiko, termasuk yang terkait dengan penangkaran ikan hias air tawar. Dalam hal ini, hama dan penyakit merupakan salah satu bahaya yang harus diwaspadai.

Penyakit yang menyerang ikan hias biasanya disebabkan oleh parasit dan menyerang organisme ikan, insangnya, dan ikan itu sendiri, namun ternyata ikan juga dapat terserang parasit seperti faktor lingkungan dan makanan. Jadi waspadalah.

Jangan lupa untuk rutin membersihkan air dan memberikan pakan yang higienis pada ikan hias anda agar terbebas dari berbagai resiko yang terkait dengan timbulnya penyakit.

Seperti itulah langkah-langkah dalam budidaya ikan hias air tawar yang bisa Anda lakukan menggunakan wadah akuarium saja. Selain melakukan budidaya dan pemeliharaan, Anda juga harus mulai memasarkan benih ikan hias hasil dari budidaya. Anda bisa memasarkannya melalui media sosial yang Anda miliki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here