Branding Bisnis : Strategi Menentukan Brand Bisnis Pertanian

0
340

Dalam memulai usaha, hal yang paling penting adalah membuat brand bisnis kita agar bisa dikenal oleh pasar. Hal ini sangat penting dikarenakan jika brand kita sudah dikenal maka saat kita akan mengeluarkan produk baru, pasar akan sudah mengenalnya melalui brand. Namun, sebagai orang yang bergerak di bidang pertanian, apakah brand tetap penting? Kalau iya apa jawabanya? Simak penjelasan berikut.

APA BEDA BRAND/MEREK DENGAN LOGO BISNIS?

Apa yang terlintas dalam pikiran Anda ketika mendengar nama Honda? Bagaimana dengan Nokia? Atau Samsung? Hal yang terlintas pertama mengenai nama-nama tersebut bisa muncul akibat adanya upaya membentuk suatu persepsi dari konsumen terhadap mereka. Begitulah kegiatan branding bekerja. Branding merupakan upaya membentuk identitas suatu usaha. Brand/Merek mencakup seluruh aspek dalam usaha yang menunjukkan ciri khas dari usaha tersebut dan disampaikan dalam berbagai bentuk seperti kombinasi warna, nama, slogan dan tema iklan.

Bagaimana dengan logo? Logo merupakan lambang atau simbol khusus yang menggambarkan usaha. Logo menjadi identitas usaha dan memudahkan konsumen untuk mengenali produk kita.

Brand/Merek dan logo merupakan hal yang berbeda namun saling berkaitan. Brand/Merek membutuhkan logo sebagai penggambaran utama usaha Anda dan mampu membentuk citra usaha Anda di mata konsumen. Logo membutuhkan brand/merek untuk memaksimalkan fungsinya melalui warna-warna dan suasana yang spesifik untuk menciptakan ciri khas.

Baca Juga  Mengapa Kelompok Tani Harus Berpadu?

STRATEGI MEMBANGUN BRAND BISNIS

Perlu strategi untuk membangun brand/merek bisnis agar identitas usaha yang ingin dibentuk menjadi semakin kuat dan mudah diingat oleh konsumen. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk membangun brand bisnis Anda:

  1. Pelajari karakteristik konsumen sasaran Anda. Warna dan tema apa yang mereka sukai. Data mengenai hal ini bisa Anda dapatkan melalui internet, melakukan pengamatan di pasar atau bahkan bertanya langsung kepada konsumen sasaran. Contoh: konsumen yang disasar adalah anak muda laki-laki, maka warna yang dapat digunakan adalah warna yang identik dengan anak muda laki-laki misalnya biru, abu-abu dan coklat.
  2. Tentukan karakter brand Anda. Sesuaikan dengan konsumen sasaran untuk meningkatkan minat mereka terhadap produk Anda. Contoh: produk yang dijual adalah jagung. Karakter yang dapat dibangun adalah produk jagung Anda merupakan jagung unggulan yang sehat jika dikonsumsi dan memiliki semangat menyehatkan keluarga-keluarga di Indonesia. Selanjutnya nama dan slogan yang digunakan dapat disesuaikan dengan karakter yang ingin dibangun tadi.
  3. Tentukan nama brand Anda. Nama brand sebaiknya tidak terlalu panjang untuk memudahkan konsumen mengingat Anda. Gunakan pula nama yang mudah disebut dan diingat. Hati-hati, jangan sampai menggunakan nama yang sudah dipakai pihak lain! Pastikan nama brand Anda belum digunakan oleh siapapun. Contoh: dengan karakter yang ditentukan di tahap 2, nama yang akan digunakan adalah Healthy Maize yang artinya jagung sehat.
  4. Tambah slogan untuk menambah identitas produk Anda. Contoh pada produk Tolak Angin, mereka memiliki slogan “orang pintar minum tolak angin”. Ada pula Indomie yang memiliki slogan “indomie seleraku”. Contoh: slogan untuk Healthy Maize adalah “Pilihan sehat untuk keluarga Anda”.
  5. Desain logo brand Anda sesuai dengan karakter yang akan Anda bangun. Contoh: logo yang akan digambar adalah gambar jagung yang dipegang anak usia 12 tahun untuk menggambarkan anak yang sehat dengan mengonsumsi jagung.
  6. Riset terus! Pengembangan brand tidak berhenti di langkah 5 saja. Selanjutnya Anda harus terus melakukan pengamatan dan evaluasi terhadap brand Anda. Kembangkan apa yang Anda rasa masih kurang.
Baca Juga  Semangat Sumpah Pemuda di Jaman Sekarang

PENTINGNYA MENDAFTARKAN BRAND/MEREK KE HKI

Apa itu HKI? HKI adalah singkatan dari Hak Kekayaan Intelektual yang berfungsi untuk melindungi brand Anda dari pencurian ide brand yang sudah Anda bangun. Terdapat unit khusus yang bertanggungjawab untuk menyelenggarakan sistem pemberian dan pengelolaan HKI, yaitu Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Beberapa hal yang dapat didaftarkan HKI antara lain: paten, brand, desain industri, indikasi geografis, varietas tanaman, sirkuit terpadu, rahasia dagang, hak cipta serta lisensi & waralaba. Pemilik usaha sangat disarankan untuk mendaftarkan brand ke HKI karena alasan berikut:

  1. Mengamankan brand Anda dari pencurian ide karena ketika brand Anda telah terdaftar di HKI artinya negara kita telah mencatat bahwa brand yang Anda daftarkan adalah sepenuhnya milik Anda dan pihak lain dilarang menggunakannya tanpa izin Anda.
  2. Meningkatkan kepercayaan konsumen karena brand Anda menunjukkan keseriusan dalam menjaga kualitas dan identitas usaha.
  3. Memberikan rasa aman bagi konsumen yang khawatir dengan produk tiruan. Hal ini karena konsumen dapat melakukan pengecekan pada portal HKI untuk memastikan produk yang dijual asli atau tidak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here