Bisnis Ayam Petelur yang Menjanjikan, Bisa Panen Setiap Hari, Untung Setiap Hari

0
1163

Asupan protein hewani pada manusia selalu dibutuhkan setiap waktu. Tak hanya berasal dari daging, protein hewani juga bisa didapatkan dari telur ayam. Selain kaya akan protein hewani nya, rasa yang lezat dari telur membuat kebutuhan telur di pasar terus meningkat dari waktu ke waktu

Hal inilah yang membuat bisnis ayam petelur menjadi sebuah peluang usaha desa yang menjanjikan. Beternak ayam biasanya dibagi menjadi dua, yaitu beternak ayam petelur dan beternak ayam pedaging atau ayam potong.

Ayam pedaging atau ayam potong adalah ayam yang diambil dagingnya untuk dikonsumsi. Sedangkan ayam petelur adalah ayam betina dewasa yang dapat menghasilkan telur terus menerus dan dalam jumlah yang banyak.

Telur dapat diolah menjadi berbagai macam menu masakan. Itulah sebabnya menjalankan budidaya ayam petelur dapat menjadi peluang usaha desa yang menguntungkan. Jika Anda berminta untuk berbisnis ayam petelur, Anda perlu mempelajari terlebih dahulu cara beternak ayam petelur yang baik dan benar supaya mendapatkan hasil yang maksimal.

1. Persiapkan Kandang Ayam

Menyiapkan kandang ayam adalah hal pertama yang harus Anda persiapkan untuk memulai bisnis budidaya ayam petelur ini. Pilihlah lokasi yang tidak terlalu ramai agar ayam tidak cepat stress dan usahakan jauh dari pemukiman warga supaya bau dari kotoran ayam tidak mengganggu warga.

Ada dua tipe kandang, yaitu kandang umparan atau koloni dan kandang baterai. Jika Anda memilih kandang umparan atau koloni, Anda bisa menempatkan banyak ayam langsung pada satu kandang. Namun, Anda perlu mengumpulkan telur-telur secara khusus karena model kandang ini adalah ayam petelur langsung ke lantai.

Sedangkan kandang baterai, satu kandang diisi oleh satu ayam saja sehingga ayam akan lebih fokus untuk bertelur karena ruang gerak ayam yang terbatas.

2. Pemilihan Bibit

Di Indonesia, ada dua ras ayam yang biasa dijual, yaitu ras ayam petelur putih dan ayam petelur coklat. Perbedaan dari keduanya hanyalah ayam petelur coklat memiliki ukuran yang sedikit lebih besar dari ayam petelur putih. Namun, untuk kandungan nutrisi keduanya sama saja.

Baca Juga  Menciptakan Peluang Usaha Di Desa

Bibit yang dibeli haruslah bibit yang sehat, tidak cacat, bulu menutup rata, pertumbuhannya normal dan berasal dari induk yang unggul. Anda juga bisa membeli bibit dari anakan. Namun sebelum membelinya perhatikan terlebih dahulu beberapa hal ini.

Apakah anak ayam tersebut berasal dari induk yang sehat atau tidak, bulu menutup dengan rata dan halus, tidak ada cacat pada tubuh, memiliki nafsu makan yang bagus, ukuran badan normal dengan berat badan ideal, serta tidak ada feses atau kotoran pada bagian duburnya.

3. Pemberian Pakan

Pakan yang diberi haruslah pakan yang berkualitas, yaitu pakan yang memiliki kandungan protein, karbohidrat, mineral, kalsium, dan vitamin untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ayam. Pakan ayam yang bisa Anda berikan yang berbentuk konsentrat, dedak, dan jagung yang sudah digiling.

Perlu diketahui, ayam yang kurang mendapatkan pakan tidak akan bisa memberikan hasil produksi yang maksimal. Sedangkan untuk ayam yang berlebihan mendapat pakan akan membuat ayam tersebut mengalami penumpukan lemak dan menurunkan produksi telur.

Baca Juga  Peluang Usaha ini Sering Disepelekan Namun Nyata Omsetnya

4. Kesehatan dan kebersihan

Tak hanya diberi pakan yang berkualitas saja, perawatan kesehatan ayam juga perlu dijaga. Berikan vaksin dan vitamin secara rutin agar kekebalan tubuh ayam akan lebih terjaga.

Selain itu, jangan biarkan kotoran ayam sampai menumpuk. Pastikan kandang bersih agar ayam dapat tumbuh dengan sehat. Anda perlu melakukan pembersihan berkala dengan menggunakan disinfektan atau cuci kutu untuk menjaga kandang agar lebih steril.

5. Masa Panen

Ayam petelur baru akan menghasilkan telur setelah berusia sekitar 4 bulan. Dan setelahnya Ayam petelur akan menghasilkan telur setiap hari dan dapat Anda panen atau kumpulkan.

Namun, Anda tidak boleh langsung memasarkan telur tersebut. Sebaiknya lakukan penyortiran terlebih dahulu dan pisahkan telur yang bagus kualitasnya dengan telur yang abnormal.

Telur yang abnormal biasanya memiliki ukuran yang lebih besar, lebih kecil, atau bentuknya terlalu lonjong atau gepeng. Untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi, hanya telur yang berkualitas saja yang nantinya bisa Anda jual ke pasar atau tengkulak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here