Berkebun di Pekarangan Rumah dan Tingkatkan Potensi Agrowisata dengan Permakultur

0
20
Source : Mongabay

Permakultur dapat berkontribusi dalam perkembangan desa agrowisata di Indonesia, selain itu dapat pula menciptakan daya tarik wisata berbasis pertanian dan perkebunan dengan tetap mempertahankan kualitas lingkungan.

Lantas apa sih sebenarnya yang dimaksud permakultur ini?

Permakultur diartikan juga sebagai pertanian permanen yaitu sebuah pengetahuan dan kesadaran dalam menata dan pemeliharaan terhadap sebuah ekosistem pertanian produktif yang di dalamnya terdapat keberagaman, daya tahan dan stabilitas. Dengan adanya permakultur kita dapat mempelajari kolaborasi antara desain ekologis, teknik ekologis, dan desain lingkungan arsitektur lanskap berkelanjutan yang dikembangkan melalui sistem pertanian swadaya berdasarkan ekosistem alam.

Sistem pertanian permakultur dapat mempergunakan lahan sempit di pekarangan rumah yang kemudian dimanfaatkan untuk lahan pertanian. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh tim dosen Prodi Teknik Biosistem, Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan melatih warga Desa Balerejo, Lampung Timur. Dijelaskan, teknologi yang diterapkan untuk menjawab pemanfaatan pekarangan rumah tersebut dilakukan dengan memanfaatkan ember, arang, dan gelas plastik serta beberapa paralon yang dirakit.

Baca Juga  Bulog dan BNI Siap Genjot Hasil Pertanian Pasca Panen

Budidaya ikan dalam ember (Budikdamber) dan akuaponik merupakan teknologi yang dikerjakan dalam program pengabdian ini. Selain itu, kegiatan tersebut adalah untuk mendorong masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan rumahnya sebagai lahan pertanian yang dapat meningkatkan nilai ekonomi.

Tiga hal utama dari permakultur adalah aktivitasĀ peduli bumi, ekosistemĀ  peduli manusia, danĀ pengembalian surplus atau penerapan ekonomi sirkular pada sistem pertanian. Sehingga, penerapan ilmu permakultur sebagai katalisator desa agrowisata saat ini selaras dengan definisi dari permakultur itu sendiri. Aktivitas wisata melalui penerapan permakultur tidak akan mengganggu aktivitas pertanian yang umumnya menjadi aktivitas utama di desa dan bahkan dapat meningkatkan kapasitas dan keragaman produksi pertanian di desa tersebut.

Penerapan dari Teknik permakultur ini dapat mendatangkan banyak manfaat diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Memperkuat struktur tanah
  • Meningkatkan infiltrasi air dan kapasitas retensi
  • Mengurangi resiko kekeringan
  • Mengurangi biaya pengeluaran petani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here