Banyak Desa Setengah Hati Danai BUMDes

1
1282

Berdesa.com – Meski sudah dikampanyekan secara besar-besaran, tetapi ternyata banyak desa yang masih belum memahami sepenuhnya potensi BUMDesa bagi desanya. Bahkan, hingga saat ini masih banyak desa yang masih setengah hati menganggarjan dana untuk Badan Usaha Milik Desa. Akibatnya, hingga tahun ini masih sangat sedikit BUMDesa yang sudah berhasil menjadi usaha menguntungkan.

Banyaknya desa yang masih setengah hati menganggarkan dana untuk BUMDesa ini dikatakan Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi di Jakarta, baru-baru ini. Kepada sejumlah wartawan dia menyatakan, salahsatu penyebab keraguan yang menghinggapi para kepala desa adalah karena sebagian besar kepala desa dan perangkat desa masih bingung dengan apa harus mereka kembangkan dengan BUMDes-nya.

Ketidakpahaman kepala desa dan para perangkat desa terjadi karena selama ini pekerjaan para perangkat desa lebih banyak pada urusan birokrasi dan administrasi dan berbagai masalah sosial. Beberapa agenda ini saja sudah membuat mereka sibuk karena di luar tugas itu umumnya para perangkat desa juga masih menjalankan pekerjaan lainnya.

Baca Juga  Keberhasilan Dana Desa di Akui Dunia

Di sisi lain, tidak mudah pula menciptakan sebuah kegiatan usaha bervisi social tetapi harus pula menciptakan keuntungan profit. Apalagi BUMDes sangat dilarang membangun usaha yang mematikan usaha warganya. Bagaimana bisa menciptakan sebuah terobosan baru jika pengalaman membangun usaha yang biasa saja belum pernah dilakukan. Inilah beberapa tantangan desa dalam membangun BUMDes.

Untuk mengatasi beberapa hambatan ini Kemendesa telah menggandeng beberapa institusi demi mendorong peningkatan kapasitas desa khususnya dalam membangun BUMDes. Kemendesa juga mengajak Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam hal ini. Kemendesa juga mengajak forum Perguruan Tinggi untuk membantu desa mengembangkan BUMDesa.

Anwar Sanusi juga menyatakan, desa-desa yang telah berhasil membangun BUMDes-nya jangan sampai pelit ilmu. Sebaliknya, desa-desa itu harus membantu desa-desa lain agar BUMDes-nya segera berjalan dan mengikuti kesuksesan mereka. Kemendesa juga mendukung berbagai upaya peningkatan kapasitas perangkat desa dalam mengembangkan kemampuan mengelola dana desa dan terutama membangun BUMDesa.

Ia mengungkapkan, hingga Oktober tahun 2017 ini, jumlah BUMDes se-Indonesia mencapai 22.000 dari 74.910 desa. Pada bulan yang sama tahun lalu jumlah BUMDes secara nasional sebanyak 18.000 BUMDes. Berarti tahun ini telah berdiri 4000 ribu BUMDes tahun ini. Tetapi dari sekian banyak BUMDes itu masih sangat sedikit yang mampu memperlihatkan dirinya sebagai lembaga usaha yang menghasilkan keuntungan. Bagaimana dengan desa Anda? (ary/berdesa)

1 KOMENTAR

  1. terutama didaerah kami daerah blitar,paling jauh ncuma simpan pinjam p[akai, harusnya bumbes kan bisa jadi jantung pergerakan pemberdayaan,bumdes jaya rakyat sejahtera desa bisa tertata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here