Ini loh Alasan Tidak Boleh Asal Petik Si Edelweis…

0
14

Pada beberapa bulan belakangan ini kita sering mendengar atau membaca berita tentang larangan memetik bunga edelweis ya, tapi sebenarnya kenapa sih bunga ini dilarang untuk dipetik sembarangan? Nah, untuk #temanberdesa yang ingin tahu lebih jauh kali ini kita akan membahasnya nih.

Bunga Edelweis atau akrab dengan sebutannya sebagai bunga abadi ini memiliki nama latin Anaphalis javanica, dari namanya saja kita bisa melihat unsur Indonesianya sekali yaa. Bunga cantik ini merupakan tumbuhan endemik yang kerap dijumpai pada daerah pegunungan di Indonesia khususnya pulau Jawa.

Edelweis termasuk ke dalam kelompok tumbuhan yang berhabitat di zona alpina atau montana yaitu merupakan istilah biogeografi yang merujuk pada daerah dataran tinggi di bawah jalur pohon yang mana temperatur yang melingkupinya lebih dingin serta curah hujan lebih tinggi. Panggilan ‘Bunga Abadi’ sendiri dikarenakan terdapat hormon tumbuhan pada bunga Edelweis yang menundanya dari fase kerontokan. Keunikan dan keanggunan dari Edelweis ini membuatnya pernah jadi tampilan gambar pada perangko oleh Pos Indonesia pada tahun 2003 loh..

Jika #temanberdesa tertarik untuk melakukan pendakian di habitat Edelweis salah satunya Gunung Leuser dan ingin melihat bunga abadi ini maka ada kemungkinan kalian baru bisa menjumpainya setelah perjalanan kurang lebih dua hari pada ketinggian 2891 mdpl yang setelahnya tidak dijumpai lagi jika tetap melanjutkan pendakian ke Puncak Leuser. Selain di Gunung Leuser, bunga Edelweis dapat dijumpai secara langsung di waktu kuncup hingga mekarnya antara bulan April-Agustus di Gunung Gede, Merbabu, Semeru dan beberapa gunung di Indonesia lainnya.

Nah, sebelumnya telah disebutkan bahwa bunga ini merupakan tumbuhan endemik Indonesia, yang mana dalam UU Nomor 5 Tahun 1990 pasal 33 ayat (1) dan (2) tentang Konservasi Sumber Daya Alam serta dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang dilindungi, dapat disimpulkan bahwa bunga Edelweis termasuk flora yang tidak boleh diambil untuk kepentingan pribadi karena dilindungi. Adapun jika terdapat pelanggar yang ditemukan melakukan hal tersebut dapat dikenakan sanksi penjara paling lama 10 tahun dengan denda maksimal sebanyak 200 juta.

Jadi, bagaimana ya untuk dapat menikmati keindahan Edelweis ini lebih lama? #temanberdesa tidak perlu bingung loh karena terdapat solusi yang jauh lebih baik, yang mana dapat melancarkan ekonomi penduduk desa-desa di sekitar habitat bunga Edelweis ini juga. Yup! sekarang banyak sekali Edelweis budidaya yang dijual oleh mereka, salah satunya kalian dapat berkunjung langsung ke Desa Wonokitri yang berkerja sama dengan Balai Konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semer (TNBTS) karena dalam kerja sama ini melakukan budidaya dan pengunjung dapat pula melihat proses budidaya mulai dari penyemaian benih, pembibitan, penanaman hingga perawatannya secara langsung. Jadi tidak ada kata tidak bisa untuk dapat menikmati keindahan bunga abadi ini.

Referensi:
Pikiran Rakyat
Tribun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here