Air Terjun Lepo, Pesona Desa Dlingo yang Kini Laris Kunjungan

0
1108

BERDESA.COM – Pesona desa ini selama bertahun-tahun hanya dikenal sebagai ‘kedung’ alias bagian sungai yang airnya lebih dalam karena hantaman gerojokan air. Hingga media sosial kemudian mengorbitkan gambar-gambarnya dan dengan cepat mencuri perhatian banyak orang.  Kini gerojokan air bertingkat-tingkat itu tak pernah sepi dikunjungi orang.

Namanya Lepo alias Ledokan Pokoh. Ledokan berarti tanah dengan cerukan dan Pokoh adalah nama dusun tempat air terjun berundak-undak ini berada. Itulah obyek wisata baru yang membuat Desa Dlingo mengorbit sebagai desa yang memiliki air terjun yang indah. Gambar air terjun ini, lengkap dengan pemandian dan pepohonan yang menaunginya kini bertebaran di media sosial.

Terletak di pinggiran selatan desa, air terjun Lepo terjadi karena sebuah sungai itu menerjuni dinding perbukitan menuju sungao Oya, tempat bermuara air terjun ini. Lereng bebatuan menciptakan air terjun dengan genangan air di bawah gerojokannya dan menciptakan kolam renang alami nan eksotik. Inilah kolam renang alami yang berlatar sungai alami dengan situasi alam nan asri di sekelilingnya.

Baca Juga  Desa Pemuteran, dari Miskin Hingga Juara Indonesia Sustainable Tourism Award 2017

Sebelum Lepo muncul, tak banyak yang mengenal tempat ini. Desa Dlingo bertahun lalu juga tak bisa Tanah berbatu di seluruh permukaan tanah desa ini membuat pertanian tak bisa diharapkan sebagai mata pencaharian. Maka warga hidup dari berdagang dan menjadi tukang kayu, mengolah batang-batang pohon keras yang bertumbuhan di tanah mereka.

Media sosial adalah salahsatu fenomena yang membuat potesi desa ini terkuak, desa wisata. Air terjun Lepo adalah magnitnya. Lalu warga setempat mulai memoles kampung mereka sehingga menjadi sebuah desa yang bersih, sehat dan layak disebut desa wisata. Mereka juga menciptakan sebuah tempat bernama Seboratu. Seboratu adalah sebuah tanah terhampar di atas air terjun Lepo.

Dari Seboratu siapapun bakal bisa melihat hamparan perbukitan, lembah dan alur sungai Oya yang mengular membelah perbukitan di sana. Jika fajar menyingsing, kabut seputih kapas bakal membungkus kampung ini sehingga menjadi negeri di awan. Jika sore menjelang dan matahari mulai terbenam, Seboratu akan memberikan pemandangan nan menakjubkan. Itulah pesona Seboratu dan air terjun Lepo.

Baca Juga  Saat Ini Kepala Desa Bisa Menjabat 3 Periode

Pesona Dlingo bukan hanya alamnya yang elok dipandang. Keramahan warga desa yang tulus bakal meluluhkan hati siapapun yang mengunjunginya. Warga desa ini masih sangat terjaga tradisionalismenya. Pada siapapun yang datang ke kampung mereka, mereka akan memberikan tegur sapa dengan senyuman dan menawarkan diri untuk membantu. Hal yang sudah tak ada lagi di pada masyarakat perkotaan. Keramahan warga adalah atraksi tersendiri yang bakal memikat hati siapapun yang datang ke Dlingo. Menambah pesona desa ini.

Desa ini kini sedang berbenah. Memanfaatkan alam yang memesona dan tradisi sosialnya yang penuh solidaritas dan ramah, sedang menjelma diri sebagai desa wisata. Bukan hanya air terjun yang sejuk dan indah saja yang dijualnya tetapi juga suasana desa yang asli dan sederhana. Siapapun pasti akan terbius oleh indahnya kehidupan di kampung ini.

Desa Dlingo adalah salahsatu desa di Kecamatan Dlingo. Selain Dlingo masih ada enam desa lain dengan pesona alam yang juga luar biasa. Sama dengan Dlingo, desa-desa lain juga sedang bahu-membahu membangun dirinya sebagai desa wisata. Usaha warga di desa-desa ini sudah mulai membuahkan hasil, setiap hari ratusan kendaraan berlalu-lalang ke desa-desa ini, mereka adalah para wisatawan yang ingin menikmati anugerah keindahan alam desa. Ingin mendapatkan pengalaman indahnya suasana desa sekaligus alam memesona, Dlingo adalah salah satu pilihan yang harus Anda coba.(aryadji/berdesa)

Baca Juga  Fakta-Fakta Mengenai Desa Wae Rebo Yang Mempesona

Foto: www.sanutra.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here