Agar Meraksasa BUMDesa Bisa Bekerjasama

0
1276

BERDESA.COM – Konsep Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) sesungguhnya memiliki ruang gerak yang sangat besar untuk mengembang. Badan yang lahir dengan dasar UU NO. 6/ 2014 tentang desa dan Permendesa No. 4/2015 ini bahkan bisa bekerjasama dengan pihak ketiga untuk mengembangkan dirinya membangun kesejahteraan warga desanya.

Misalnya BUMDesa yang bergerak pada Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang dibentuk untuk membangun daya dukung finansial mendorong produktivitas warga bisa bekerja sama dengan Bank Perkreditan Rakyat, layanan keuangan perbankan untuk transfer dan berbagai keperluan maupun kerja sama untuk bisa mendapatkan kredit cicilan yang membantu ekonomi warga.

Seperti yang dilakukan BUMDesa Mattiro Bulu Desa Bontotirto, Kecamatan Bantaeng, Sulawesi Selatan. Mattiro Bulu bahkan menciptakan lembaga simpan-pinjam khusus perempuan yang kini nasabahnya sudah 127 orang dengan omset sebesar Rp. 600 jutaan. Mereka tidak hanya memberikan pinjaman tetapi juga mendidik para nasabahnya untuk bisa memanfaatkan pinjamannya sebagai modal usaha yang produktif. Hasilnya, selain menjadi lembaga keuangan yang terus membesar, masyarakat juga menjadi melek manajemen keuangan keluarga.

Baca Juga  Fakta-Fakta Mengenai Desa Wae Rebo Yang Mempesona

Pilihan berikutnya, BUMDesa yang bergerak pada usaha perdagangan. Salahstau agenda besar dari BUMDesa seperti ini adalah membangun kekuatan agar para produsen di desa mulai dari petani, sayur dan berbagai hasil bumi juga kerjainan dan sebagainya tidak jatuh ke tangan tengkulak. Karenanya BUMDesa bisa bekerja sama dengan BUMN, perusahaan swasta yang mampu menyerap produk dengan harga yang baik dan sebagainya. Beberapa BUMDesa di daerah petani sawit melakukan langkah ini. Hasilnya, mereka bisa menciptakan pendapatan yang lebih baik bagi warganya dibanding ketika warga harus menjual produknya ke tengkulak.

BUMDesa juga bisa berperan pada usaha distribusi bantuan pemerintah agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan pihak lain. Misalnya dengan menangani distribusi pupuk, bibit dan sebagainya termasuk distribusi air bersih. Seperti BUMDesa Lentera di Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur yang memanfaatkan mata air dari Gunung Rinjani menjadi sumber pendapatan BUMDesa-nya dengan cara mengelola air bersih. Hasilnya, desa ini mampu mencukupi air bersih warganya dengan harga yang sangat murah sekaligus menciptakan pendapatan rutin bagi kas desa.

Baca Juga  Inspiratif, Langgongsari Menyulap Tanah Wingit Menjadi Lahan Duit

BUMDesa Panggung Lestari di Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, juga berhasil menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan untuk mengembangkan aneka potensi di desa ini. Seperti pemilahan sampah menjadi berbagai macam sampah yang sebagian diantaranya disetorkan kepada perusahaan pengolah plastik dan sebagainya. Juga mengumpulkan minyak jelantah bekas penggorengan warga dan rumah makan di Desa Panggungharjo yang kemudian minyak itu digunakan untuk bahan yang lain oleh perusahaan swasta. Banyak sekali yang bisa dikembangkan, tinggal kesigapan para pemuda desa dan perangkat desa untuk menciptakan kesejahteraan warganya melalui BUMDesa. (aryadji)

Foto: www.medanbisnisdaily.com

Baca juga: Beberapa cara mengembangkan BUMDesa

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here