2019, Desa Termiskin Bakal Dapat Dana Desa Paling Besar

0
1737

Berdesa.com – Format pembagian dana desa bakal berubah tahun 2019 nanti. Tahun depan, desa yang miskin bakal menerima dana lebih banyak dibanding desa yang sudah mapan ekonominya. Desa termiskin bahkan bakal menerima dana paling besar untuk mengejar ketertinggalannya. Hal ini ditegaskan Menteri Keuangan Sri Mulyani indrawati dalam acara Diseminasi Dana Desa di Aula Kantor Walikota Tidore, Maluku Utara (8/3) lalu.

Di depan 20 kepala desa dari kabupaten Tidore Kepulauan Maluku Utara, Menteri yang beberapa waktu lalu mendapat penghargaan Menteri Terbaik di Dunia ini mengatakanm desa yang tingkat kemiskinannya tertinggi bakal mendapat alokasi dana desa paling besar sehingga bisa mengejar ketertinggalannya. “ Pemerintah sangat berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Ini ditandai dengan rencana pemerintah pusat untuk menaikkan anggaran dana desa pada 2019,” kata Mulyani seperti dikutip dari Kompas.com.

Rencananya, pemerintah pusat bakal menaikkan dana desa yang pada tahun 2018 sebesar Rp. 60 triliun menjadi Rp. 75 triliun pada 2019. Seluruh dana desa itu ditargetkan bisa menciptakan peningkatan kesejahteraan dan memberantas kemiskinan yang masih dialami berbagai desa di berbagai belahan nusantara. Mulyani juga menyatakan, program pembanguan yang dilaksanakan harus tetap focus pada pmbangunan masyarakat desa melalui mekanime swakelola, pemanfaatan bahan baku lokal dan skema padat karya yang produktif.

Baca Juga  Mengenal Pajak Atas Dana Desa

Pada 2018 komitmen pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan desa dibuktikan dengan skema yang membungkinkan Dana Desa tahap I bisa disalurkan 20 persen mulai Januari. Tahap kedua sebesar 40 persen paling cepat pada Maret dan paling lambat minggu keempat bulan Juni. Tahap III paling lambat bakal cair pada Bulan juli. Tetapi penyaluran dana desa tetap didasarka pada bagaimana kinerja yang dilakukan desa dan hasil dari penggunaan dana desa itu.

Tahun lalu pemerintah menargetkan bakal meningkatkan kucuran Dana desa pada 2018 sebesar Rp. 120 triliun. Tetapi realisasi angka ini dibatalkan karena desa-desa dianggap belum memiliki kemampuan mengelola dana sebesar itu. Berbagai fakta di lapangan masih menunjukkan banyak desa yang dianggap bellum siap melakukan pengelolaan dana desa dalam jumlah lebih besar dari Rp 60 triliun yang mengucur pada 2017. Akhirnya pemerintah memutuskan tahun 2018 ini dana desa tetap pada angka Rp. 60 triliun.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani mengatakan, pada tahun 2019 direncanakan dana desa bakal naik menjadi Rp. 75 triliun dan bakal diturunkan ke desa-desa dengan skema yang berbeda dengan pola pada 2017 dan 2018. Tahun 2019, desa paling miskin bakal menjadi prioritas dengan mendapatkan porsi dana yang lebih besar dibanding desa lain yang sudah lebih kuat secara ekonomi. Persoalannya, bagaimana kesiapan desa sangat tertinggal itu dalam mengelola dana desa yang lebih besar dibanding desa lain. Soalnya, salahsatu penyebab ketertinggalan kesejahteraan ekonomi desa adalah keterbatasan sumber daya yang dimilikinya. Pemerintah masih terus melakukan penggodokan mengenai hal itu.(aryadji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here