Wisata Jaman Batu di Desa Wisata Cibuntu

Wisata Jaman Batu di Desa Wisata Cibuntu

BERDESA.COM – Berkunjung ke Kabupaten Kuningan kurang lengkap rasanya jika tidak mengunjungi desa wisata Cibuntu. Desa Cibuntu merupakan sebuah desa berbasis wisata yang terletak di kaki Gunung Ciremai tepatnya Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Desa ini terletak kurang lebih 20 Km dari pusat kota kuningan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Cirebon.

Berlokasi di ujung Barat Kabupaten Kuningan, desa wisata Cibuntu tepat berada di lereng gunung Ciremai, sehingga tak mengherankan, jika udara di desa ini sangat sejuk dan menyegarkan. Pemandangan luas berwarna hijau yang dipenuhi tanaman padi yang tengah menghijau dan tanaman hutan yang masih terjaga kelestariannya menjadi pemandangan khas di kawasan desa wisata ini. Ditambah dengan keramahan warga desa yang menyapa setiap tamu yang berkunjung, membuat Anda akan semakin merasa betah berlama-lama di desa wisata yang satu ini.

Situs Bujal Dayeuh Desa Wisata Cibuntu

Situs Bujal Dayeuh Desa Wisata Cibuntu

Cibuntu sendiri merupakan sebuah desa wisata yang cukup unik dan berbeda dari desa wisata lainnya, hal ini karena di lingkungan sekitar desa banyak ditemukan situs-situs purbakala. Konon desa tersebut sudah ada sejak jaman batu (Megalitikum). Ini terlihat jejaknya masih ada berupa kuburan batu yang masuk dalam situs purbakala di Kabupaten Kuningan. Situs-situs tersebut antara lain Ada Situs Bujal Dayeuh, Hulu dayeuh, Sahurip kaler, Sahurip kidul, cikahuripan dan Curug Bongsreng.

Konon ceritanya situs-situs purbakala tersebut merupakan tempat-tempat yang menjadi napak tilas para wali ketika akan menuju ke Gunung Ciremai. Kebenaran mengenai cerita itu sendiri tentu saja masih simpang siur hanya warga desa setempatlah yang tahu. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa situs-situs yang ada di desa tersebut kebanyakan situs kuburan batu pada jaman megalitikum. Dari dalam kuburan batu itu banyak ditemukan kapak genggam yang terbuat dari batu. Kini kebanyakan kapak-kapak batu tersebut disimpan di Museum Cipari.

Saat memasuki gerbang Desa Cibuntu, Anda akan disambut Ki Lengser yang disiapkan untuk menyambut para tamu layaknya menyambut rombongan pengantin pria yang akan meminang pengantin perempuan. Diiringi gamelan dan musik angklung, Ki Lengser menari dengan lincah diikuti dua orang pembawa payung. Mereka akan membawa Anda dan rombongan ke tanah lapangan yang sudah dipasangi tenda dan anda akan dijamu dengan minuman khas Desa Cibuntu, yakni jasreh (jahe sareng sereh). Minuman ini disajikan sebagai minuman ‘Welcome Drink’ yang sengaja disuguhkan warga desa kepada para pengunjung.(bd01)

Curug Gongseng Desa Wisata Cibuntu

Curug Gongseng Desa Wisata Cibuntu

Tips : Merintis Pendirian Desa Wisata

Baca juga : Potensi BUMDesa Kelola Wisata Alam
Pendamping Desa

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*