Wisata Indonesia Unggul di Atas Rata-rata Dunia

Wisata Indonesia Unggul di Atas Rata-rata Dunia

BERDESA.COM – Pariwisata Indonesia semakin cerah. Tahun 2015 lalu Indonesia mencatat perkembangan industri wisata melampaui rata-rata yang dicapai negara-negara di dunia. Pariwata Indonesia tumbuh hingga 7,2 persen padahal rata-rata pertumbuhan wisata negara di dunia hanya 4,4 persen.

Data dari Kementerian Pariwisata merinci hingga September 2015 lalu jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke negeri ini mencapai 7,1 juta orang alias meningkat 3,53 persen dibanding periode sebelumnya. Pada bulan yang sama tahun sebelumnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara berjumlah 6,9 juta wisatawan.

Salahsatu yang membuat jumlah kunjungan meningkat adalah pemberlakukan kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK). Kebijakan ini membuat para pelancong internasional memiliki kemudahan terutama administrasi untuk bisa menikmari keindahan bumi pertiwi. Hingga saat ini BVK berlaku bagi 90 negara di seluruh dunia.

Tidak hanya angka kunjungan yang melejit. World Economic Forum 2015 juga mencatat perkembangan yang cukup mengagetkan. Tercatat Indonesia 2015 lalu Indonesia menempatkan diri pada urutan 50 dari 141 negara yang paling unggul dibidang wisata di dunia. Padahal tahun 2013 Indonesia hanya menempati posisi 70. Tidak bisa dibantah lagi, prospek usaha di bidang wisata di negeri ini makin cerah saja.

Perkembangan pariwisata ini diperkirakan baik terus melonjak seiring perkembangan wisata desa. Beberapa tahun terakhir jumlah destinasi wisata di Indonesia mengalami peningkatan besar dengan munculnya obyek-obyek wisata di wilayah pedesaan. Ini terjadi karena masyarakat di wilayah pedesaan makin menyadari besarnya peluang pendapatan dari sektor wisata.

Wisata desa adalah salahsatu destinasi yang sedang menjadi primadona dalam industri wisata domestik saat ini. Munculnya desa wisata dan makin banyaknya obyek-obyek wisata di desa-desa membuat usaha wisata semakin cerah dari tahun ke tahun.

Salahsatu kekuatan yang mendorong desa mulai menggarap potensi wisata di desanya adalah lahirnya UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Undang undang ini menempatkan desa sebagai subyek yang berhak mengelola secara maksimal aset dan potensi yang ada di desanya menjadi sumber pandapatan desa dalam bentuk BUMDes. Soalnya, sebagian besar obyek wisata di Indonesia memang berada di wilayah-wilayah desa.(dji-1)

foto: google

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*