Wisata Budaya Dan Religi Di Desa Ganjuran, Bantul

0
1178
Wisata Budaya Dan Religi Di Desa Ganjuran, Bantul

Yogyakarta memang tak pernah habis untuk ditelusuri, salah satunya ada di Desa Ganjuran. Jika selama ini tujuan wisata di kota Yogyakarta masih terpusat di kawasan keraton, pesisir pantai Gunung Kidul, dan Wisata edukasi yang mulai banyak dibuat ditengah kota Yogyakarta, tarnyata Bantul juga memiliki banyak pesona wisata yang layak untuk dijadikan destinasi utama jika Anda berkunjung Ke kota Gudeg.

Sebetulnya, Bagi penduduk lokat yang tinggal di kota Yogyakarta, Candi Ganjuran bukanlah tempat asing. bahkan, ini sudah menjadi tujuan wisata bagi banyak warga lokal. Tak heran, jika tempat ini selalu ramai. Lokasinya yang terletak di desa sumbermulyo, kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul. Dimana, untuk mencapainya, Anda butuh waktu sekitar  45-60 menit dari pusat kota Yogya.

Akulturasi Katolik Dan Hindu Dibalut Tradisi Jawa

Gereja Ganjuran dibangun pada Tahun 1924 oleh saudagar belanda yang kaya raya, Josep dan Julius Schmuthzer,  pemiliki pabrik gula di desa Ganjuran. Selain gereja, mereka juda membangun sejumlah sarana pendidikian khusus, bagi laki-laki dan perempuan.

Berdesa Tour

Seluruh pegawainya diminta untuk memeluk agama katolik kala itu, hingga penganut agama katolik menjadi semakin banyak dan berkembang di desa Ganjuran.

Baca Juga  Mengulik Kemegahan Arsitektur Keraton Surakarta

Lepas 3 tahun setelah gereja yang dibangun dengan arsitektur jawa itu dibangun, sang pengukir Gereja, membangun sebuah candi, yang kini dikenal dengan Candi Ganjuran. Candi yang dibangun sangat kental dengan nuansa hindu, namun tetap memiliki ‘rasa’ Katolik yang kuat. Dimana ada patung Maria dan Yesus.

Untuk membuat Candi Ganjuran, Iko, mengambil batu dari gunung merapi bagian selatan. Sedangkan pintu Candi dibuat menghadap selatan. Ini tak lepas juga dari kentalnya budaya jawa, khususnya Yogyakarta yang sangat percaya pada harmonisasi utara dan selatan. Beberapa tahun setelah Candi Ganjuran dibuat, teoatnya pada tahun 1930, Candi Ganjuran pun akhirnya diresmikan.

Gereja Ganjuran lama akhirnya hancur termakan gempa Yogya di tahun 2006. Namun, kemudia dibangun kembali secara total ditahun yang sama. Masih dengan nuansa akulturasi dari agama Katolik dan Hindu yang kental.

Dimana, Candi diukir dengan berbagai relief seperti budaya Hindu, namun dengan jalan cerita perjalanan Yesus. Dengan gaya arsitektur campuran, antara modern dan kuno, namun tetap dengan mengedepankan budaya jawa kuno yang sangat terasa.

Baca Juga  Wisata Candi Borobudur Yang Tak Lekang Oleh Zaman

Keindahan Candi Ganjuran

Bagi Anda yang menyukai wisata tak biasa, wajib berkunjung ketempat ini. Disini Anda dapat menikmati keindahan budaya, religi dan wisata alam yang terpadu dengan sangat Indah.

Setiap sudutnya memiliki ukiran jawa yang memiliki makna khusus, mewakili iman katolik. Untuk Anda yang ingin berwisata sambil belajar sejarah, Anda dapat menyewa jasa pemandu, yang akan dengan senang hati membawa Anda ke setiap detil Gereja ganjuran.

Salah satu pesona desa ganjuran dan candi ganjuran adalah adanya air sendang perwitasari. Air ini konon disebut sebagai air suci, karena dipercaya dapat menjadi obat untuk menyembuhkan segala macam penyakit.

Air ini berasal dari bawah Candi, yang kini untuk kemudahan, di alirkan melalui pompa air. Untuk dapat menikmatinya, Anda dapat langsung mengambilnya. Konon, air ini sangat baik untuk kesehatan jiwa dan raga.

Untuk menuju Desa Ganjuran sangat mudah. Bagi Anda yang menggunakan kendaraan pribadi, dapat langsung mengikuti arahan dari GPS. Namun, jika Anda memilih untuk menggunakan transportasi umum, khususnya Bis, Anda dapat turun di terminal Bantul. Kemudian, Anda dapat naik taksi atau ojek menuju ke desa ganjuran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here