Warga Desa Sruni Berhasil Ciptakan Gas Menggantikan Elpiji

0
1410

Berdesa.com – Jika para ibu di kampung-kampung sering pusing karena kesulitan mendapatkan gas elpiji untuk memasak, para ibu di Desa Sruni, Musuk, Boyolali malah sebaliknya. Di rumah-rumah warga desa ini gas elpiji dengan isi penuh malah nganggur alias jarang dibutuhkan lagi. Bahkan para ibu di kampung-kampung desa ini tak perlu lagi merogoh kocek untuk membeli gas yang harganya naik-turun itu. Kok bisa?

Semua itu terjadi berkat ‘lethong’ alias kotoran sapi. Ya, Sruni adalah desa yang sebagian besar warganya memiliki ternak sapi dengan jumlah bervariasi. Selama ini kotoran sapi yang menumpuk di kandang mereka manfaatkan untuk pupuk tanaman. Lalu 2014 lalu sekelompok anak muda membentuk Kelompok Tani Agni Mandiri.

“ Awalnya kelompok ini hanya beranggotakan 12 orang.  Tetapi sekarang sudah 54 orang dan terus bertambah,” kata Satyo, Ketua Kelompok  Tani Agni Mandiri. Kegiatan utama kelompok ini adalah mengembangkan kotoran sapi menjadi bahan bio gas. Mereka menciptakan tempat penampungan kotoran sapi dengan kapasitas yang berbeda-beda. Soalnya, semakin besar kapasitas tampung  maka akan menghasilkan gas lebih besar.

Baca Juga  Tahun Ini Bantuan Non Tunai Berupa Beras dan Telur

Hanya dalam beberapa tahun saja sudah 112 keluarga yang kini menikmari kemandirian energi dengan kotoran sapi. Kini sebagian besar warga Sruni tak perlu lagi pusing mencari gas elpiji untuk memasak di dapurnya. Mereka sudah menciptakan sendiri gas dari sapi-sapi yang mereka pelihara di kandang mereka. Padahal, sapi-sapi itu juga sumber pendapatan karena menghasilkan susu berkualitas dan telah memiliki pasar sendiri.

Seorang ibu rumah tangga Sri Muryati mengungkapkan, sejak memiliki sistem biogas dari kotoran sapi, setiap hari keluarganya memasak dengan gas yang dihasilkan kotoran sapi. “ Tiap hari sudah pakai gas dari kotoran sapi. Kami juga memiliki tabung gas elpiji tetapi hanya untuk jaga-jaga saja kalau tiba-tiba gas kami mati. Tapi itupun jarang karena setiap hari sapi-sapi itu juga menghasilkan kotoran,” katanya.

Bukan hanya untuk memasak, sebagian warga juga menggunakan gas yang mereka dapatkan dari kotoran sapi untuk menyalakan lampu di rumahnya. Jadi, desa ini mendapatkan empat manfaat sekaligus dari sapi yang mereka pelihara. Pertama, mendapatkan susu sapi yang mereka jual. Kedua, mendapatkan pupuk kandang untuk menyuburkan tanaman di pekarangan mereka dan terakhir mendapatkan gas dan tenaga listrik dengan mengembangkan bio gas di rumah-rumah mereka.

Baca Juga  Lima Desa di kab. Lombok Utara dirikan DesaMart bersama Usahadesa

Beberapa keuntungan ini membuat warga desa ini tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli gas dan pupuk untuk menumbuhkan tanaman di pekarangan mereka.  Keuntungan benefit ini membuat kesejahteraan warga ini meningkat. Tak perlu heran pula jika Desa Sruni juga beberapa kali menyabet gelar dan penghargaan atas kemandirian energy yang mereka ciptakan.(ary/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here