Usaha Desa Luncurkan Toko Online – Offline Menjadi Lokomotif Kemajuan Ekonomi Desa

Usaha Desa Luncurkan Toko Online – Offline Menjadi Lokomotif Kemajuan Ekonomi Desa

BERDESA.COM – Warga desa di seluruh Indonesia mendapatkan persembahan menarik pada Hari Kemerdekaan ke-71 tahun ini. Usahadesa.com telah membangun sebuah konsep usaha yang bakal menjadi solusi bagi peningkatan kesejahteraan warga desa di seluruh Indonesia. Apakah itu?

Merayakan Hari Merdeka ke-71 www.usahadesa.com mengepalkan tangan, menyingsingkan lengan baju menjadikan diri sebagai E Commerce yang akan menjadi lokomotif bagi pemberdayaan ekonomi pedesaan dan UKM. Tidak tanggung-tanggung yang dipersiapkan perusahaan internet yang berkantor pusat di Yogyakarta ini, di bawah PT Usaha Desa Sejahtera E Commerce Usahadesa.com telah melengkapi dirinya dengan jaringan pemasaran produk offline alias jejaring jual beli melalui toko-toko bernama Swadesa. Maka, inilah perusahaan yang akan menjalankan dua jalur pemasaran sekaligus yakni Offline dan Online ( O to O ) dalam satu jejaring yang saling terhubung.

Managing Director PT Usaha Desa Sejahtera Mohammad Najib mengungkapkan, perusahaan yang dipimpinnya telah satu tahun melakukan serentetan riset dan membangun infrastruktur online maupun offline yang mendukung sistem O – O. “ Kami fokus pada penguatan ekonomi pedesaan dengan cara menjual sekaligus membeli produk-produk berkualitas dari seluruh penjuru nusantara. Karenanya kami sekalian ciptakan dua jembatan sekaligus yakni online melalui usahadesa.com dan offline melalui jaringan Swadesa,” katanya. Maka, kini jaringan pemasaran yang dibangun perusahaan ini bakal tanpa batas.

Selain menciptakan kanal pemasaran tanpa batas, mulai sekarang semua orang bisa dengan mudah belanja di usahadesa.com atau melalui jaringan Swadesa.” Atau bisa juga membeli produk di sebuah Swadesa melalui usahadesa.com,” jelas Najib. Misalnya, seorang yang tinggal di Jakarta bisa membelikan produk yang dijual Toko Swadesa di sebuah desa di Yogyakarta sehingga produk itu tinggal diambil saja. Sementara transaksinya menggunakan sistem online di Usahadesa. “ Nantinya seluruh produk yang dijual di Swadesa bakal terpampang di halaman jual usahadesa.com,” jelasnya.

Swadesa sendiri bakal berwujud swalayan desa atau toko makanan atau toko kebutuhan khusus sebuah masyarakat di sebuah wilayah dan uniknya, kepemilikan toko itu bukan Usahadesa.com melainkan milik kelompok masyarakat setempat. “ Kami membangun infrastruktur jaringan dan menjalankan sistem manajemennya untuk menjamin interkoneksitas berjalan,” ujar Najib.

Tidak main-main, proyek besar ini telah dimulai. Tanggal 1 Juli 2016 lalu Usahadesa meluncurkan Swadesa di Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Yogyakarta. Panggungharjo adalah desa terbaik se-Indonesia tahun 2015 yang kembali menorehkan kreativitasnya dengan bergandeng-tangan dengan Usahadesa mendirikan Swadesa pertama.

Berdiri di komplek SPBU di Jalur wisata Parangtritis,  Swadesa Panggungharjo menjual aneka kerajinan dan makanan ringan produksi asli warga Panggungharjo yang sebagian besar berskala UKM. Toko ini mengusung ikon baru yakni Kafe Rempah, sebuah pusat aneka minuman tradisional berbahan rempah yang sehat dengan kemasan modern dan murah.

Kepala Desa Panggungharjo, Wahyudi Anggoro Hadi menyatakan, ketertarikan kepada pendirian Swadesa karena konsep itu berbasis produktivitas lokal. “ Menjadi etalase bagi produk lokal desa sehingga bisa memasuki pasar bersistem modern dengan lebih kuat karena melalui jalur offline sekaligus online,” katanya. Tak hanya itu, Swadesa juga memiliki program-program penguatan bagi peningkatan kualitas produk lokal. Mulai 21 Agustus mendatang, hampir seluruh produk yang dijual di toko itu bisa dilihat di Usahadesa sekaligus dibeli secara online.

Swadesa Panggungharjo bukan hanya sebuah terobosan dan kreativitas marketing tanpa batas tetapi juga sebuah uji material penggabungan sistem pemasaran online sekaligus online yang masing sangat jarang di Indonesia. Hebatnya, semua produk yang dijual di Swadesa dan Usahadesa adalah produk lokal alias buatan Indonesia. Usahadesa dengan seluruh jaringan pemasarannya memang ingin membangun gerakan cinta produk Indonesia.(ariaji/1)

Foto  : Berdesa.doc.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*