Usaha Bank Sampah Gemah Ripah

Usaha Bank Sampah Gemah Ripah

BERDESA.COM – Bank Sampah Gemah Ripah didirikan masyarakat Badegan, Bantul, Yogyakarta tahun 2008. Gagasan awal datang dari Bambang Suwerda. Nur Syahid, salah satu pengurus di Bank Sampah mengatakan, kesadaran warga tentang masalah pengelolaan sampah masih sangat rendah. Padahal sampah adalah salah satu sumber masalah yang dapat menyebabkan berbagai masalah yang dapat berdampak pada lingkungan, sosial dan bahkan ekonomi. Dari situ timbulah ide untuk mengelola dan memanfaatkan sampah dengan benar, sekaligus memberikan manfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Maka, terbentuklah Bank Sampah Gemah Ripah.

Nur Syahid menuturkan bahwa fungsi dari kata ‘Bank’ di depan kata ‘Sampah’ dapat menaikkan derajat sampah yang selama ini selalu dianggap sebagai sesuatu yang kotor, tidak elok dan menjijikkan. Ia juga menegaskan bahwa Bank Sampah Gemah Ripah adalah lembaga yang awalnya dikelola secara mandiri sebagai wadah untuk pemberdayaan dan edukasi terhadap masyarakat. Nur Syahid menjelaskan Bank Sampah Gemah Ripah didirikan dengan program 5M yaitu:

Mengurangi, yaitu kampanye untuk mengurangi penggunaan kantong plastik ketika berbelanja dengan cara membawa tas kain ketika berbelanja sebagai pengganti kantong plastik.

Memilah, pemilahan sampah dengan memisahkan sampah sesuai dengan jenisnya. Sosialisasi pemilahan sampah ini dilakukan dari sumber sampah paling dasar, yaitu sampah rumah tangga.

Memanfaatkan, sampah, khususnya sampah organik sejatinya adalah sampah alami yang dapat diolah sedemikian rupa dan dimanfaatkan sebagai kompos.

Mendaur Ulang, menjadikan sampah-sampah yang tidak laku jual menjadi berbagai macam produk kreatif seperti tas, vas bunga atau rompi baju yang bisa dijual dan;

Menabung.

Sebagai sebuah lembaga, Bank Sampah Gema Ripah mempunyai struktur manajemen yang terorganisir dengan susunan direktur, wakil direktur, sekretaris, bendahara dan koordinator yang betugas sebagai teller dan pemilah sampah apabila masih ada sampah yang belum terpilah dengan benar.

Bank ini beraktivitas setiap hari senin hingga sabtu pada jam kerja, yakni jam 09.00 pagi sampai jam 16.00 sore. Ketika menyetorkan sampah, nasabah mendapatkan surat penerimaan tabungan sampah, yang kemudian dicatat ke dalam buku tabungan. Harga sampah sendiri variatif tergantung jenisnya. Variasi harga sampah ini dibagi menjadi sampai 40 jenis dan bergantung pada harga pasaran mitra pengepul yang mengambil sampah. Sementara tabungan baru dapat diambil dengan rekening minimal 5000 rupiah sebagai jaminan untuk pencetakan buku tabungan.

Pada mulanya, nasabah yang menyetor sampah pada bank sampah, hanya terdiri dari warga sekitar Dusun Badegan. Namun sekarang, jumlah nasabah sudah bertambah dari warga dusun sekitar. Nasabah yang tergolong individu sudah mencapai 150 lebih orang. Sedangkan nasabah komunal sudah ada sekitar 16 kelompok nasabah. Pihak bank hanya menerapkan sistem bagi hasil dengan memotong 15 persen dari nilai jual sampah yang disetorkan oleh nasabah individu dan 30 persen untuk setiap nasabah komunal. Potongan tersebut untuk membiayai kegiatan operasional bank.(bd01)

foto: www.mindtalk.com

1 Komentar

  1. Terima kasih atas cerita ini. Bagaimana caranya kami dapat menghubungi Nur Syahid, pengurus Bank Sampah Dusun Badegan? Kami ini bertanya lebih mendalam, sebagai bahan untuk dimuat di situs kami
    Terima kasih sebelumnya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*